Usia dan Jenis Kelamin Berperan Terhadap Munculnya Risiko Osteoporosis

Usia dan Jenis Kelamin Berperan Terhadap Munculnya Risiko Osteoporosis
SEHAT | 28 Oktober 2020 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Osteoporosis atau masalah tulang keropos merupakan salah satu kondisi yang rentan dialami banyak orang. Namun rupanya risiko masalah ini lebih besar pada wanita dibanding pria.

Pakar gizi medik dari FKUI-RSCM, Prof. Saptawati Bardosono mengatakan, perempuan lebih rentan mengalami keropos tulang, osteoporosis. Penyebab masalah ini bukan hanya karena bertambahnya usia, tetapi juga faktor lain termasuk menopause dan gaya hidup.

Data Persatuan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) mengungkapkan, perempuan berisiko 90 persen mengalami kekurangan kepadatan tulang atau osteopenia yang mengarah pada terjadinya keropos tulang atau osteoporosis. Sementara pada laki-laki risikonya sebesar 41,8 persen

“Pada kenyataanya, sebanyak satu dari tiga perempuan dan satu dari lima penderita osteoporosis adalah laki-laki,” kata Saptawati beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Berkurangnya kepadatan tulang bisa disebabkan beberapa hal, salah satunya meningkatnya kehilangan massa tulang pada tubuh akibat penuaan. Dokter Tati, sapaat akrab Saptawati menjelaskan, para wanita sebenarnya sudah mendapatkan nutrisi termasuk untuk tulang selama dikandung ibu mereka, lalu saat lahir dan selama masa anak terjadi pertumbuhan pesat melibatkan tulang.

Baca Selanjutnya: Dampak Penuaan...

Halaman

(mdk/RWP)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami