Wanita yang Tidur Mendengkur Lebih Rentan dengan Masalah Kesehatan Dibanding Pria

Wanita yang Tidur Mendengkur Lebih Rentan dengan Masalah Kesehatan Dibanding Pria
Ilustrasi Wanita Mendengkur. ©Blackmores
SEHAT | 6 Desember 2018 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Wanita yang tidur mendengkur ternyata lebih berbahaya dibanding pria yang mendengkur. Tentu saja yang dimaksud di sini bukanlah mengenai bahaya dalam suara yang dikeluarkannya, sebuah penelitian di Inggris menyebut bahwa wanita yang mendengkur lebih rentan mengalami masalah pada jantung mereka.

Dilansir dari Health24, penelitian yang dilakukan terhadap 4.500 orang dewasa yang diperiksa jantungnya melalui cardiac imaging. Diketahui dari penelitian tersebut bahwa gejala obstructive sleep apnoea (OSA) atau gangguan dalam tidur kerap muncul pada orang yang mendengkur.

"Kejutan lebih lanjut muncul adalah perbedaan dari penyakit yang muncul berdasar jenis kelamin," ujar Dr. Adrian Curta dari Munich University Hospital.

"Wanita menunjukkan perubahan yang berbeda pada jantung. Hal yang mungkin dari terjadinya hal ini adalah karena wanita yang mengidap OSA lebih rentan pada perubahan pada jantung mereka," sambungnya.

Dengkuran yang keras menjadi salah satu tanda utama pada gejala obstructive sleep apnoea. Penyakit ini sendiri ditandai berupa berhentinya napas untuk sementara waktu yang kemudian diikuti oleh kondisi terengah-engah.

Gangguan tidur ini juga menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan yang serius seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan metabolisme gula darah yang rendah. Penanganannya tergantung dari penyebabnya dan dapat berupa operasi atau penggunaan mesin tertentu ketika tidur.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Curta diketahui bahwa baik pada pria atau wanita yang mengalami gangguan tidur serta mendengkur terdapat satu persamaan. Ventrikel kiri jantung cenderung lebih besar, yang berarti bahwa bagian tersebut mengalami pembesaran dan bekerja lebih keras.

Namun ketika kelompok orang yang mendengkur dibandingkan dengan orang yang tidak, perbedaan yang lebih signifikan mulai muncul pada ukuran ventrikel kiri jantung wanita dengan pria. Perubahan pada jantung ini dapat menunjukkan masalah di jantung pada wanita pendengkur yang tidak diketahui serta masalah pada tidurnya.

Diketahui dari penelitian ini bahwa perubahan dari mendengkur ke gangguan tidur lebih lanjut merupakan proses berkesinambungan yang kemungkinan membahyakan ventrikel kiri jantung. Namun peneliti juga tak menyebut bahwa masalah gangguan tidur menyebabkan perubahan pada jantung secara langsung. (mdk/RWP)

Baca juga:
Sebagian Besar Pasien Ternyata Tak Jujur Kepada Dokter Tentang Penyakitnya
Begini Sebenarnya Penyembuhan yang Terjadi dalam Terapi Bekam
Penelitian: Berendam Air Hangat Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah
Bahaya mengerikan orang yang minum rebusan pembalut
Penelitian: Risiko tidak olahraga sama dengan merokok dan diabetes
Fasilitas kebersihan di separuh sekolah di seluruh dunia masih buruk
Teliti resistensi antibiotik, dosen UNS terima hibah Rp 19 M dari Australia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami