Waspada! Diabetes Juga Bisa Menyerang Anak dan Remaja

SEHAT | 13 November 2019 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Selama ini, diabetes melitus (DM) menjadi sebuah penyakit yang menakutkan bagi banyak orang dewasa. Namun, pada kenyataannya semua orang bisa menderita penyakit ini termasuk anak-anak dan remaja.

Mengutip laman Sehatnegeriku, data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan angka kejadian diabetes melitus pada anak usia 0-18 tahun sebesar 700 persen dalam kurun waktu 10 tahun.

Sejak September 2009 hingga September 2018, terdapat 1213 kasus diabetes melitus tipe 1. Kasus tersebut paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Sementara pengumpulan data jumlah kasus DM tipe 2 pada anak belum dilakukan secara luas.

Diabetes terjadi ketika produksi insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas berkurang. Insulin berfungsi mengatur penggunaan glukoas oleh otot, lemak, atau sel lain dalam tubuh. Kondisi kurangnya insulin menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan diikuti dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

1 dari 1 halaman

Tanda Diabetes pada Anak

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang anak atau remaja terkena diabetes tipe 1. Faktor-faktor tersebut diantaranya kecenderungan genetik, lingkungan, sistem imun, serta sel pankreas yang perannya terhadap DM tipe 1 belum diketahui.

Orangtua sepatutnya waspada ketika anak menjadi banyak makan, banyak minum, sering kencing dan mengompol yang disertai penurunan berat badan drastis dalam 2-6 minggu sebelum terdiagnosis. Hal tersebut disampaikan oleh dr Aman Pulungan dari IDAI. Perlu lebih waspada saat anak cepat kelelahan, mudah marah, sesak napas, serta dehidrasi.

"Kalau ada anak haus, sering minum, makan banyak, sering kencing dan mengompol, hal yang pertama harus dipikirkan adalah diabetes," ujar dr Aman.

Di Indonesia, penyakit ini pertama kali didiagnosis paling banyak pada kelompok usia 10-14 tahun dengan 403 kasus. Lalu kelompok usia 5-9 tahun ada 275 kasus.

Reporter: Dyah Puspita Wisnuwardani
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Konsumsi Jambu Secara Rutin Saat Sarapan Bisa Bantu Kontrol Kadar Gula Darah
Talas Bisa Jadi Alternatif Makanan Sehat bagi Penderita Diabetes
Ini Penyebab Mengapa Seorang Penderita Diabetes Sangat Rentan Alami Kerusakan Mata
Waspada! Gangguan Tidur Ternyata Bisa Berujung Menjadi Kebutaan
10 Penyakit Autoimun yang Paling Umum Dialami Ditemui di Masyarakat