Waspada! Gangguan Tidur Ternyata Bisa Berujung Menjadi Kebutaan

SEHAT | 16 Oktober 2019 13:30 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Masalah tidur yang dimiliki oleh seseorang bisa berujung pada sejumlah masalah kesehata. Diungkap oleh EurekAlert, sebuah penelitian terbaru mengungkan bahwa gangguan tidur juga bisa berujung pada kebutaan.

Sebuah penelitian di Taiwan menunjukkan bahwa gangguan tidur yang parah merupakan faktor risiko dari munculnya diabetes edema makular. Kondisi ini merupakan komplikasi diabetes yang bisa menimbulkan hilangnya pandangan atau kebutaan.

Diabetes makular edema juga diketahui lebih sulit diatasi pada pasien yang memiliki gangguan tidur. Diketahui bahwa gangguan tidur bisa menyebabkan munculnya masalah pengelihatan yang tersembunyi.

Ketika seorang penderita diabetes tidak dapat mengendalikan tingkat gula darah, pembuluh darah kecil pada bagian belakang mata juga bisa mengalami kerusakan. Kondisi ini dikenal dengan retinopati diabetes dan merupakan salah satu penyebab utama dari kebutaan.

Pada beberapa kasus, muncul tonjolan kecil pada pembuluh darah yang menyebabkan bocornya cairan serta darah pada retina. Cairan ini bisa menyebabkan pembengkakan atau edema pada bagian retina yang memungkinkan kita melihat dengan jelas.

1 dari 1 halaman

Gangguan Memburuk Berpengaruh Terhadap Penderita Diabetes

Gangguan tidur merupakan kondisi yang terjadi ketika napas berulang kali berhenti, terbangun kala tidur, serta menyebabkan menurunnya tingkat oksigen pada darah. Menurunnya oksigen ini menimbulkan perubahan pada tubuh serta menyebabkan masalah pada pembuluh darah. Seseorang yang memiliki gangguan tidur berisiko mengalami hipertensi, serangan jantung, stroke, serta diabetes tipe 2.

Peneliti mengatakan bahwa gangguan tidur mungkin menyebabkan berkembang dan memburuknya retinopati diabetes. Hal ini terjadi karena meningkatnya ketahanan insulin, meningkatkan peradangan, serta tekanan darah yang meingkat pada pembuluh darah pada bagian belakang mata.

Hasil penelitian ini ditemukan oleh Juifan Chiang, MD, selama delapan tahun di Chang Gung Memorial Hospital, Taiwan. Berdasar data tersebut, diketahui bahwa gangguan tidur parah lebih rentan terjadi pada pasien dengan diabetes makular edema.

Gangguan tidur parah juga lebih sering dialami oleh pasien yang membutuhkan lebih banyak penanganan utnuk mengontrol makular edema mereka. Pasien ini membutuhkan tiga atau lebih perawatan secara medis atau terapi laser. (mdk/RWP)

Baca juga:
Begini 10 Cara Jaga Kesehatan Mata Akibat Penggunaan Gawai
Bertambahnya Penduduk Usia Tua Diprediksi Sebabkan Tsunami Katarak pada Tahun 2030
10 Penyakit Autoimun yang Paling Umum Dialami Ditemui di Masyarakat
Jus Buah Miliki Risiko Diabetes yang Setara dengan Minuman Berpemanis Buatan
Tidur Kurang dari 6 Jam Semalam Bisa Tingkatkan Risiko Kanker