Waspadai Risiko Komplikasi Akibat Malnutrisi pada Pasien Rawat Inap

Waspadai Risiko Komplikasi Akibat Malnutrisi pada Pasien Rawat Inap
Ilustrasi pasien di rumah sakit. ©Shutterstock.com/Tyler Olson
SEHAT | 25 Mei 2022 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pada seorang pasien yang tengah rawat inap, sejumlah kondisi perlu mereka waspadai. Hal ini termasuk terjadinya malnutrisi yang bisa berujung komplikasi.

Dr. Nurhayat Usman, SpB-KBD, FINACS dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia mengatakan bahwa pemenuhan nutrisi sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi akibat malnutrisi, terutama pada pasien rawat inap di rumah sakit.

Menurut dia, komplikasi terkait malnutrisi dapat meningkatkan durasi rawat inap dan frekuensi pasien untuk perlu dirawat kembali di rumah sakit, bahkan bisa menyebabkan risiko kematian.

"Dukungan nutrisi sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi dan pemulihan kesehatan secara menyeluruh dari pasien," ujar dr. Nurhayat dalam webinar Fresenius Kabi beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Malnutrisi adalah kondisi yang merujuk pada kekurangan gizi seperti protein, karbohidrat, mineral atau zat mikronutrisi. Malnutrisi disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi medis pada pasien.

Komplikasi yang dapat terjadi pada pasien yang mengalami malnutrisi termasuk infeksi, ulkus dekubitus, patah tulang, serta komplikasi paru, ginjal dan hati.

2 dari 2 halaman

Malnutrisi pada Pasien Rawat Inap

Malnutrisi sendiri merupakan hal yang sering terjadi pada pasien rawat inap di rumah sakit. Selain itu, malnutrisi juga meningkatkan kebutuhan biaya yang lebih tinggi terutama untuk membiayai rawat inap yang lebih lama dan kebutuhan obat-obatan yang lebih banyak.

Kejadian malnutrisi masih banyak terjadi di berbagai negara seperti pada banyak rumah sakit di Asia. Kondisi ini didapat dari hasil riset yang dilakukan di Asia yang didukung oleh Fresenius Kabi Deutschland GmbH, Jerman.

Berdasarkan penelitian mengenai malnutrisi pada pasien rawat inap yang dilakukan di tujuh negara, Indonesia, Korea Selatan, India, Taiwan, Vietnam, Filipina dan Thailand, menunjukkan bahwa di Indonesia risiko malnutrisi sedang hingga tinggi terjadi pada 76 persen pasien.

Ini berarti tiga dari empat pasien bedah berpotensi akan mengalami malnutrisi dalam kondisi sedang hingga tinggi. Penelitian tersebut menegaskan bahwa perbaikan nutrisi pada pasien perlu menjadi perhatian.

dr. Nurhayat menjelaskan, untuk memulihkan kondisi malnutrisi, pasien rawat inap bisa diberikan makanan atau minuman, nutrisi enteral dan nutrisi parenteral.

"Pasien yang tidak bisa menerima makanan dan minuman, bisa menerima nutrisi berupa enteral dan parenteral. Nutrisi enteral bisa diberikan secara langsung lewat mulut maupun lewat NGT. Nutrisi parenteral diberikan melalui infus," tandasnya.

Baca juga:
Pastikan Kebutuhan Kalsium Tubuh Terpenuhi Sebelum Minum Kopi
Pentingnya untuk Mempertahanka Asupan Gizi Seimbang setelah Lebaran
Pentingnya Membatasi Konsumsi Makanan Bersantan dan Berlemak saat Rayakan Idulfitri
4 Makanan yang Aman Dimakan Saat Perut Kosong
Bukan 5 Menit, Bahkan Hanya 5 Detik Bisa Buat Makanan Jatuh di Lantai jadi Berbahaya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini