SEMARANG
  1. HOME
  2. KABAR SEMARANG
Layanan Publik

April 2018, koridor 7 BRT Trans Semarang diluncurkan

"Dengan satu koridor baru itu, maka BRT Trans Semarang akan memiliki 7 koridor,"

Oleh: Nur Salam 9 Januari 2018 00:32
Kepala BLU Trans Semarang Ade Bhakti

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya meningkatkan pelayanan transportasi umum. Tahun ini, Pemkot Semarang berencana akan menambah satu koridor baru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti mengatakan, tahun ini pihaknya akan meluncurkan satu koridor baru BRT Trans Semarang, yakni koridor 7. "Akan kami luncurkan pada April 2018 nanti. Dengan satu koridor baru itu, maka BRT Trans Semarang akan memiliki 7 koridor," kata Ade.

Adapun rute koridor baru tersebut, lanjut dia, akan melayani rute mulai Terminal Terboyo ke arah Timur menuju Genuk, menyusuri Banget Ayu, Arteri Soekarno-Hatta, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan menuju Jalan Pemuda. "Bus juga nantinya akan masuk ke lokasi pasar Johar MAJT untuk mengangkut masyarakat yang hendak berbelanja di lokasi itu," imbuhnya.

Untuk melayani rute itu, Ade mengaku sudah mempersiapkan semuanya. Nantinya, sebanyak 15 bus akan melayani masyarakat di rute baru tersebut. "Semua sudah siap, armada sudah siap tinggal launching saja nanti awal April 2018," tegasnya.

Dengan penambahan koridor baru tersebut, dia menilai akan lebih memudahkan masyarakat Kota Semarang untuk menuju ke berbagai lokasi tanpa menggunakan kendaraan pribadi. Tentunya, rute baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan penggunaan BRT dan mampu mengurangi kepadatan arus lalulintas di jalanan Kota Semarang. "Harapannya untuk meningkatkan pelayanan. Selain koridor baru itu, kami juga akan terus mengebut menyelesaikan beberapa koridor yang belum terealisasi," terang dia.

Disinggung terkait pelayanan BRT selama 2017, Ade mengaku sudah sangat memuaskan. Namun, masih ada keluhan dari masyarakat terkait pelayanan itu. Untuk itu, pihaknya meminta semua pihak baik BLU Trans Semarang dan juga pihak operator untuk terus melakukan evaluasi. "Evaluasi harus terus dilakukan untuk perbaikan. Kami harap jika memang ada temuan terkait armada yang tidak laik jalan, maka operator segera menindaklanjuti," pungkasnya.

(ns)

Laporan: Andi Pujakesuma

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI SEMARANG

BERITA SEMARANG