SEMARANG
  1. HOME
  2. KABAR SEMARANG
Pendidikan

Berantas DBD, Mahasiswa KKN UPGRIS Tawarkan Metode Aquaponic Ikan Lele

"Ke depan metode ini bisa kami sebarluaskan ke wilayah dan kelurahan lain se-Kecamatan Gayamsari,"

Oleh: Nur Salam 15 Februari 2019 17:22
Mahasiswa KKN UPGRIS memberikan pemaparan terkait penanggulangan DBD di Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Foto/Istimewa

Merdeka.com, Semarang - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap menghantui masyarakat, khususnya saat musim penghujan seperti saat ini. Pemberantasan rantai kehidupan nyamuk Aedes Aegypti pembawa penyakit tersebut penting dilakukan agar masyarakat terhindar dari DBD.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS 2019 di wilayah Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari memberikan pemaparan metode pemberantasan rantai kehidupan Nyamuk Aedes Aegypti yang cukup unik. Yakni pemberantasan jentik dengan metode aquaponic dengan membuat penyimpanan air yang di dalamnya diisi dengan ikan lele.

Metode seperti tersebut bisa dibilang praktis. Selain bisa memberantas jentik nyamuk, juga bisa memberi nilai ekonomis pada waktu ikan lele berkembang dan tumbuh lebih besar.

Ketua panitia KKN, Lukianos Guntur, 23, mengatakan, metode aquaponic akan bisa menghasilkan usaha mandiri masyarakat sekaligus bisa ikut mengurangi wabah DBD di wilayah tersebut. "Karena satu ember ukuran sedang bisa diisi ikan lele sampai 50 ekor, jika sudah berusia 3 bulan, ikan lele dapat dipanen," katanya saat memberikan pemaparan di hadapan warga.

Yang paling penting, kata dia, keberadaan ikan lele tersebut dapat membunuh jentik-jentik nyamuk yang biasa ada di genangan air. "Jadi sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui," terangnya.

Metode pemberantasan nyamuk yang dipaparkan mahasiswa tersebut disambut baik oleh para peserta sosialisasi. Salah satunya Sugiyarti. Dia menilai metode itu memiliki manfaat ganda, dan untuk penerapannya juga tidak begitu sulit. "Ini baru pertama kali ada cara yang praktis untuk memberantas nyamuk DBD dengan membuat aquaponic ikan lele. Unik tapi ada manfaat yang bagus di masyarakat," kata dia.

Nantinya, lanjut dia, dirinya bersama ibu-ibu PKK dan FKK akan mencoba menerapkan metode tersebut. Dengan begitu, selain memberantas nyamuk penyebab DBD, juga akan memperoleh nilai ekonomis.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Gayamsari, Heru Wibowo mengapresiasi metode pemberantasan nyamuk DBD oleh mahasiswa UPGRIS tersebut. Menurutnya, metode itu tepat untuk mengurangi jumlah nyamuk pembawa DBD. "Ke depan metode ini bisa kami sebarluaskan ke wilayah dan kelurahan lain se-Kecamatan Gayamsari," ucapnya.

(ns)

Laporan: Andi Pujakesuma

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI SEMARANG

BERITA SEMARANG