SEMARANG
  1. HOME
  2. KABAR SEMARANG
Infrastruktur

Di Kota Lama Tak Boleh Parkir Sembarangan, Parkir di Tiga Lokasi Ini

"...kami juga menyediakan mobil golf atau shuttle untuk mengantarkan pengunjung ke kawasan Kota Lama,"

Oleh: Nur Salam 11 Februari 2019 15:49
Petugas Dishub Kota Semarang memasang rambu-rambu larangan parkir di sejumlah jalan di Kota Lama Semarang, Senin (11/2).

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah Kota Semarang terus melakukan penataan kawasan Kota Lama. Selain mempercantik lokasi dengan pembangunan infrastruktur, Pemkot Semarang juga lakukan penataan parkir pengunjung. Hal itu dilakukan sebagai langkah persiapan Kota Lama Semarang sebagai Word Heritage pada 2020. Berbagai tahapan untuk menuju hal itu telah dikebut sampai saat ini.

Terkait penataan parkir, saat ini pengunjung Kota Lama tidak boleh parkir kendaraan sembarangan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang telah memasang rambu-rambu larangan parkir di sejumlah jalan lokasi yang dikenal dengan Little Netherland itu.

Untuk parkir pengunjung, Dishub menyiapkan tiga kantong parkir. Yakni di depan Satlantas Polrestabes Semarang tepatnya di Jalan Letjen Suprapto, di belakang gedung DMZ Jalan Branjangan dan di Jalan Sendowo.

"Nantinya kawasan Kota Lama ini akan ramai pengunjung. Maka kami dari Dinas Perhubungan sudah merekayasa kantong parkir sekiranya tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut," kata Kasi Perizinan dan Penataan Parkir Kota Semarang, Antonius Hariyanto, Senin (11/2).

Tiga titik parkir tersebut, lanjut Antonius, lebih difungsikan untuk kendaraan kecil. Sementara untuk bus pariwisata berukuran besar, nantinya akan disediakan parkir di garasi bus Trans Semarang yang terletak di Jalan Mpu Tantular.

"Tak hanya itu, dari kantong parkir yang sudah kami sediakan nantinya kami juga menyediakan mobil golf atau shuttle untuk mengantarkan pengunjung ke kawasan Kota Lama," imbuhnya.

Dia mengatakan, saat ini Jalan Letjen Suprapto masih bisa di lewati oleh kendaraan, dengan catatan kendaraan tidak melebihi Jumlah Berat Bruto (JJB) yakni 8.000 kg. Terkecuali bus Wisata Sikenang, Si Denok dan Bus Trans Semarang berukuran medium yang dimiliki oleh Pemerintah Kota semarang.

Di lain sisi, Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti menambahkan, operasional Bus Trans Semarang masih tetap beroperasi dan masih bisa melewati Kota Lama. Sebab, berat bus Trans Semarang di bawah 8.000 kg dan masih di bawah batas yang sudah di tentukan.

"Kami akan turut mendukung untuk transportasi masyarakat untuk menjangkau kawasan Kota Lama dan tidak ada perubahan jalur. Hanya saja, nanti akan kami pasang rambu untuk naik turun penumpang," ucapnya.

(ns)

Laporan: Andi Pujakesuma

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI SEMARANG

BERITA SEMARANG