SEMARANG
  1. HOME
  2. KABAR SEMARANG
Pendidikan

Keren, Tiga Mahasiswa Undip Ciptakan Antiseptik dari Daun Jati

“Hasil penelitian kami menunjukkan, antiseptik I-Care dengan konsentrasi 0,02% ekstrak daun jati merah saja sudah terbukti efektif."

Oleh: Nur Salam 24 Juni 2019 19:43
Penggunaan I-Care pada sapi perah. Foto/Istimewa.

Merdeka.com, Semarang - Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang membuat sebuah temuan baru berupa cairan antiseptik yang terbuat dari ekstrak daun jati. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Susan Sitha Irma Yuhanita, Prasetyo Ardiansyah dan Tituk Suselowati.

Mereka merupakan mahasiswa angkatan 2015 dan 2017 Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip. Produk inovasi hasil penelitian di bawah bimbingan drh Dian Wahyu Harjanti tersebut dinamai I-Care: Antiseptik 2in1 (Hand Sanitizer dan Gel Puting).

Menurut Ketua Tim Penelitian, Susan Sitha Irma Yuhanita, produk I-Care lebih higienis dan mampu menurunkan jumlah bakteri pada telapak tangan pemerah susu dan cemaran bakteri dalam susu. Susan mengklaim, produk temuannya selain mampu menjaga kesehatan kebersihan tangan, juga mampu menjaga kesehatan mammary gland (kelenjar susu) pada sapi perah.

“Hasil penelitian kami menunjukkan, antiseptik I-Care dengan konsentrasi 0,02% ekstrak daun jati merah saja sudah terbukti efektif. Efektifnya sama dengan antiseptik komersial yang menggunakan povidone iodine 10% sebagai antibakteri untuk teat dipping (celup puting),” terangnya.

Sementara anggota tim lain, Tituk Suselowati dan Prasetyo Ardiansyah menambahkan, inspirasi penelitian ini berawal dari kegelisahannya ketika mengamati perilaku peternak sapi yang hanya mencuci tangan saja kemudian langsung memerah susu.

Tanpa disadari bakteri yang ada pada tangan belum sepenuhnya mati sehingga berakibat bakteri pada puting akan berkembang dan menyebabkan mastitis (peradangan jaringan) pada sapi perah karena adanya bakteri yang masuk ke dalam puting. "Terserangnya mastitis pada sapi perah, tentu sangat merugikan peternak karena susu yang dihasilkan bisa ditolak oleh Industri Pengolah Susu (IPS)," jelasnya.

Umumnya, para peternak sapi mencelupkan puting ke dalam larutan antiseptik setelah proses pemerahan selesai untuk mencegah cemaran bakteri pada susu sapi perah. Hanya saja sampai saat ini, industri peternakan sapi perah masih banyak menggunakan antiseptik sintesis yang biasanya meninggalkan residu kimia pada susu.

"Hal itu cukup berbahaya, karena apabila susu yang mengandung residu kimia dikonsumsi oleh manusia, bukannya sehat yang didapat tapi malah berbahaya bagi kesehatan," tegasnya.

Atas alasan itulah yang menginspirasi ketiganya untuk menciptakan produk I-Care. Hasil temuan itu, akan mereka ajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2019 di tingkat nasional mewakili Undip bersama dengan tim yang lain.

Mereka berharap, kalangan peternak lebih peduli akan sanitasi pada tangan peternak maupun pada ternaknya. “Kami juga membuka diri untuk berkerja sama dengan perusahaan sejenis dengan produk I-Care, sehingga produk inovasi ini dapat dikenal lebih luas dan memopulerkan antiseptik 2in1 karena berbahan berbahan herbal jadi lebih aman untuk kesehatan peternak dan ternaknya,” kata Prasetyo.

(ns)

Laporan: Andi Pujakesuma

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI SEMARANG

BERITA SEMARANG