SEMARANG
  1. HOME
  2. KABAR SEMARANG
Pendidikan

Tahan Gempa, Batako Ringan Karya Mahasiswa Undip Ini Sabet Emas di Malaysia

"Dibandingkan batako pada umumnya, batako inovasi kami lebih kuat karena desainnya sendiri memiliki sistem interlock..."

Oleh: Nur Salam 1 Juli 2019 09:30
Tim mahasiswa Sekolah Vokasi Undip. Foto/Istimewa

Merdeka.com, Semarang - Lima mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil menyabet prestasi di Malaysia, baru-baru ini. Mereka menyabet emas dan special award di bidang konstruksi dalam ajang internasional di Negeri Jiran, melalui inovasi batako ringan dengan sistem interlock tahan gempa menggunakan metode pemasangan tetris game yang dinamai TET-BRICK (TETRIS BRICK).

Kelima mahasiswa tersebut adalah Fauziah Febrianti (Teknik Sipil 2017), Naffaza Rachma (Teknik Sipil 2017), M Daud Yusuf (Teknik Sipil 2017), Nurhidayatulloh (Teknik Sipil 2017) dan Umron Romzi (Teknik Sipil 2016). Adapun ajang yang diikuti adalah "International Innovation, Creativity, Technology and Exhibition 2019" yang berlangsung di Kuala Lumpur.

Pada ajang yang digelar oleh lembaga Internasional World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA) itu, diikuti 12 negara. Di antaranya, Kanada, Korea Selatan, India, Thailand, Malaysia, Taiwan dan sejumlah delegasi negara lainnya.

Ajang itu digelar untuk menciptakan kolaborasi antara inventor/organisasi di Malaysia dan dunia internasional, serta menumbuhkan minat riset dan penelitian inovator muda di seluruh dunia. Pameran ini dikelompokkan ke dalam 8 kelas/kategori, antara lain Class A Agriculture and Food Technology, Class B Automotive, Transportation and Industrial Design, Class C Biotechnology, Health and Chemicals, Class D Building, Construction and Materials, Class E I.C.T, Multimedia & Telecommunications, Class F Manufacturing Process and Machines, Class G Environmental and Renewable Energy, dan Class H Social Sciences.

Menurut Umron Romzi, ketua tim tersebut, mengatakan angka permintaan bahan konstruksi perumahan di Indonesia sangat tinggi dengan harga yang mahal dan proses yang cukup lama dalam pembangunannya. Selain itu, bahan-bahan yang ada, belum menjamin ramah lingkungan eco-friendly. Sehingga muncul ide inovasi TET-BRICK yang ekonomis, cepat, dan ramah lingkungan.

"Material yang kami gunakan adalah limbah kaca dan batu zeolite karena limbah kaca dapat menggantikan 60% penggunaan semen dan batu zeolite sendiri dapat menyerap polusi dan panas di sekitar area konstruksi," katanya.

Dia menambahkan, jika batako biasanya dipasang memakai semen sebagai perekat, pemasangan TET-BRICK tidak menggunakan perekat sama sekali. Sebab, dari segi desain menggunakan sistem interlock seperti pemasangan dalam permainan tetris. "Dibandingkan batako pada umumnya, batako inovasi kami lebih kuat karena desainnya sendiri memiliki sistem interlock atau bisa disebut saling mengunci," imbuhnya.

Inovasi mereka, dinilai memenuhi konsep sustainable green construction, karena sukses mengurangi penggunaan semen, penambangan material agregat, polusi karbondioksida dan panas di sekitar area konstruksi, serta pemanfaatan limbah kaca di sekitar lingkungan.

(ns)

Laporan: Andi Pujakesuma

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI SEMARANG

BERITA SEMARANG