SEMARANG
  1. HOME
  2. KABAR SEMARANG
Kebijakan Publik

Wali Kota Hendi pompa semangat warga dan kaum difabel untuk berkreativitas

"Untuk bisa berhasil dalam usaha, kuncinya ada tiga, yaitu tekun, sabar, tidak tergesa-gesa ingin menjadi kaya,”

Oleh: Nur Salam 17 Oktober 2018 17:34
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berfoto berdama peserta pelatihan hard skill bagi warga miskin dan kaum difabel di Kecamatan Tembalang, Rabu (17/10).

Merdeka.com, Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan bahwa pembangunan yang dilaksanakannya tidak hanya bersifat fisik atau infrastruktur saja. Hendi, sapaan akrab wali kota juga menegaskan, pembangunan di bidang non fisik seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi prioritasnya dalam memimpin Kota Semarang.

Salah satunya adalah dukungan yang diberikan Hendi kepada warga miskin dan kaum difabel untuk terus berkreativitas. Hal itu dibuktikan Hendi saat membuka pelatihan hard skill bagi warga miskin dan kaum difabel di Kecamatan Tembalang, Rabu (17/10).

Pada kesempatan tersebut, Hendi memompa semangat warga dan kaum difabel untuk berkreativitas. “Kegiatan seperti ini saya apresiasi sekali karena dapat menempa diri kita di era kompetisi seperti sekarang ini," ujarnya saat membuka pelatihan.

Dia bahkan menyampaikan, apa yang dilakukan warga masyarakat dan kaum difabel di Tembalang ini diharapkan bisa menginspirasi warga masyarakat yang lain untuk berkreativitas. "Untuk bisa berhasil dalam usaha, kuncinya ada tiga, yaitu tekun, sabar, tidak tergesa-gesa ingin menjadi kaya,” paparnya.

Pihaknya pun akan selalu memfasilitasi warga masyarakat dan juga kaum difabel dalam berkreativitas. Dukungan Wali Kota Semarang ini merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Melalui dinas-dinas terkait, dia pun siap memasarkan produk-produk yang dihasilkan oleh warga masyarakat dan kaum difabel agar semakin dikenal dan dilirik pasar. “Karena sekarang ini zamannya serba online. Orang-orang yang sukses di startup bisnis tidak terlihat kantornya di mana atau produksinya di mana," tambahnya.

Saat ini, lanjut Hendi, yang diperhatikan orang atau pembeli saat ini ada dua hal. Yang pertama bagus atau tidaknya kondisi barang yang diproduksi dan pengerjaan barang produksinya bagaimana. "Serta kedua adalah harga sebuah produk yang dijual mahal atau tidaknya,” terangnya.

Wali Kota Hendi juta memotivasi peserta pelatihan untuk terus melatih diri dan tekun agar berhasil di kemudian hari. "Sebab yang namanya ketrampilan butuh sebuah proses tidak mungkin instan dan diharuskan sabar dalam menekuni usaha," tutupnya.

(ns)

Laporan: Andi Pujakesuma

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI SEMARANG

BERITA SEMARANG