Final Piala Presiden 2019: Lawan Persebaya, Arema FC Ingin Jadi Tuan Rumah yang Baik

SEPAKBOLA | 9 April 2019 21:56 Reporter : liputan6.com

Merdeka.com - Liputan6.com, Jakarta - Arema FC berhasil menahan Persebaya Surabaya imbang 2-2 pada leg pertama final Piala Presiden 2019 yang disiarkan Indosiar, Selasa (9/4/2019). Bermain di stadion Gelora Bung Tomo, kedua tim bermain spartan dan saling berbalas gol.

Di luar pertandingan, penyambutan yang baik dari tuan rumah Persebaya membuat CEO Arema FC, Agoes Soerjanto puas. Arema FC disebutnya siap untuk menjadi tuan rumah yang baik.

"Kami harapkan nanti tanggal 12 April di kandang sendiri, kami bisa tunjukkan dapat memberikan dukungan yang positif dan damai. Tentunya ini menjadi momentum sepak bola yang damai dan menjunjung tinggi sportivitas. Kami juga terima kasih kepada Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, dan Gubernur Jatim yang begitu luar biasa bahu membahu untuk memberikan keamanan dan ketertiban selama pertandingan," katanya seperti keterangan tertulis yang diterima media.

Agoes juga puas dengan hasil pertandingan yang diraih Arema FC. Apalagi pertandingan berjalan kondusif tanpa banyak insiden yang membuat kedua belah pihak puas.

"Atas laga sore ini, apapun hasilnya kedua tim sangat sportif dalam bertanding. Kami terima kasih kepada Panpel Persebaya yang telah proaktif memberikan pelayanan terbaik untuk saudaranya Arema FC" ujarnya.

"Kami juga terima kasih kepada pendukung Persebaya Bonekmania yg memberikan dukungan yang luar biasa hingga menjadikan laga menjadi momentum sepak bola yang berkualitas. Juga terima kasih kepada Aremania dan Aremanita yang selalu memberikan dukungan dan doa di berbagai tempat melalui nobar."

Persaudaraan

Agoes mengaku optimistis duel final Piala Presiden 2019 menjadi momentum hadirnya sepak bola yang kondusif. Sehingga sepak bola bisa dijadikan alat pemersatu seperti yang dicita-citakan.

"Kami optimis dengan pertandingan hari ini, ke depan sepak bola Jatim khususnya dan Indonesia akan berlangdung kondusif, pertandingan hanya 90 menit namun setelahnya adalah persaudaraan yang mengedepankan prestasi. Kita jumpa di Stadion Kanjuruhan 12 April mendatang tetap membawa misi sepakbola adalah pemersatu," ujarnya.

PSSI dan Suporter

Agoes menyoroti peran suporter dan PSSI atas suksesnya Piala Presiden. Kedua belah pihak disebutnya layak disebut juara.

"Tidak ada yang juara dalam Piala Presiden bagi kami adalah juaranya kedua suporter yang mampu memberikan dukungan yang besar kreatif atraktif dan memghibur. Juga juaranya adalah PSSI yang mampu bersinergi dengan negara dan komponennya karena mampu memghadirkan hiburan masyarakat. Salam satu jiwa salam satu nyali,"katanya.