Markas PSS Ricuh, Pemain Arema FC Diamankan Pakai Barracuda

SEPAKBOLA » MAKASSAR | 16 Mei 2019 08:26 Reporter : Bola.net Sumber:

Merdeka.com - Bola.net - Laga perdana Shopee Liga 1 yang mempertemukan tuan rumah PSS Sleman dengan Arema FC pada hari Rabu (15/5) berakhir ricuh. Bahkan para pemain Arema harus dibawa dari Stadion Maguwoharjo menggunakan kendaraan taktis Barracuda milik Brimob Polda DIY.

Kericuhan terjadi antarpendukung kedua klub, sempat membuat suasana pertandingan mencekam. Aksi saling lempar batu yang dilakukan suporter PSS dan Arema, membuat laga sempat dihentikan di babak pertama. Setelah 30 menit laga dilanjutkan hingga usai, dan kemenangan 3-1 untuk tuan rumah PSS.

Para pemain Arema FC baru keluar meninggalkan Stadion Maguwoharjo pada pukul Kamis (16/5) pukul 01.00 WIB. Satu per satu pemain Singo Edan masuk ke kendaraan taktis (rantis), dan dikawal anggota Brimob, untuk menuju hotel tempat menginap.

Tindakan ini harus ditempuh demi keselamatan skuat Singo Edan setelah keributan suporter saat pertandingan. Banyak korban luka-luka yang dialami baik suporter PSS maupun Arema karena insiden tersebut. Penyerang Arema FC, Sylvano Comvalius, mengaku insiden yang terjadi di Sleman ini merupakan kedua kalinya semenjak berkarier di Indonesia.

"Ini pengalaman kedua saya, sebelumnya terjadi saat bermain bersama Bali United di kandang PSM Makassar. Situasinya hampir sama, kami menaiki Barracuda untuk keluar dari Stadion. Saat itu bersama Stefano Lilipaly," terang pemain asal Belanda ini.

Mantan pemain klub Thailand, Suphanburi ini juga menyebut seperti hal seperti itu biasa terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia. Dirinya berharap peristiwa di Sleman menjadi yang terakhir kalinya.

"Diakui atmosfer suporter Indonesia memang seperti ini. Tapi tidak perlu sampai seperti itu, sangat berbahaya untuk semua pihak," tandas pemain Arema FC yang pernah pencetak gol terbanyak Liga 1 musim 2017.

Sumber: Bola.com

(bolacom/yom)


Sumber: Bola.net