3 Fakta Silimalombu Ecovillage, Wisata Danau Toba yang Didatangi Raja & Ratu Belanda

3 Fakta Silimalombu Ecovillage, Wisata Danau Toba yang Didatangi Raja & Ratu Belanda
SUMUT | 24 Maret 2020 15:15 Reporter : Fatimah Rahmawati

Merdeka.com - Beberapa waktu yang lalu, Raja dan Ratu Belanda datang ke Indonesia untuk melakukan kunjungan kenegaraan. Kunjungan kenegaraan ini bertujuan membawa misi untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya alam.

Raja dan Ratu Belanda pertama kali datang mengunjungi Jakarta. Namun tidak hanya Jakarta, Raja dan Ratu Belanda juga mengunjungi Sumatera Utara. Mereka sempat mendatangi beberapa tempat di Sumatera Utara.

Dilansir dari Antara, selain mengunjungi Danau Toba, Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti juga mengunjungi Wisata Ecovillage yang terletak di Desa Silimalombu, Kabupaten Samosir.

Raja Willem dan Ratu Maxima mengunjungi Wisata Ecovillage dengan menyeberangi Danau Toba dengan menggunakan speedboat. Di sana, Raja Willem dan Ratu Maxima dapat merasakan langsung suasana etnik dan kearifan lokal masyarakat suku batak.

Wisata Ecovillage ini dikenal dengan nama Silimalombu Ecovillage atau Desa Wisata Silimalombu. Desa ini menawarkan sebuah desa wisata dengan konsep alam yang sangat asri.

Selain itu, ada fakta-fakta menarik dari Silimalombu Ecovillage ini yang banyak menarik minat wisawatawan, baik lokal maupun mancanegara.

1 dari 3 halaman

1. Wisata di Kawasan Danau Toba yang Bernuansa Alam

3 fakta silimalombu ecovillage lokasi wisata di kawasan danau toba yang dikunjungi raja dan ratu belanda

Sumber: visitsamosir.com 2020 Merdeka.com

Dilansir dari laman pariwisatasumut, desa wisata Silimalombu ini terletak di pedalaman Kabupaten Samosir. Silimalombu sendiri memiliki arti yaitu 'lima lembu'.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke desa wisata ini memerlukan perjuangan ekstra, karena tempatnya yang terletak di daerah terpencil dan medan yang dilewati cukup sulit.

Desa wisata ini lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dibandingkan dengan wisatawan lokal. Desa wisata Silimalombu ini menawarkan konsep yang bisa terbilang unik, karena wisatawan yang berkunjung bisa melihat dan menikmati keindahan Danau Toba sekaligus.

Selain dapat melihat pemandangan Danau Toba, desa wisata ini juga mengusung konsep bertemakan 'botanical garden'. Konsep ini semakin membuat wisatawan yang berkunjung ke desa wisata ini merasa menyatu dengan alam yang ada di sekitar desa.

2 dari 3 halaman

2. Kegiatan Menarik di Silimalombu Ecovillage, Bercocok Tanam hingga Memanen Padi

3 fakta silimalombu ecovillage lokasi wisata di kawasan danau toba yang dikunjungi raja dan ratu belanda

Sumber: visitsamosir.com 2020 Merdeka.com

Wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Silimalombu ini tidak hanya bisa menikmati pemandangan Danau Toba dan suasana alam yang ada di desa wisata ini. Namun wisatawan bisa melakukan berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan di desa wisata Silimalombu.

Di desa wisata ini, wisatawan bisa ikut serta dalam aktivitas layaknya penduduk desa dan melakukan berbagai kegiatan, mulai dari bercocok tanam, memanen padi, memetik buah mangga, memancing ikan atau lobster di tepi Danau Toba, dan mengolah berbagai hasil pertanian lainnya. Selain itu, wisatawan juga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat desa Silimalombu.

Berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di desa wisata ini cocok bagi wisatawan yang lelah dengan kehidupan perkotaan dengan segala hiruk pikuknya. Kalau kini terbiasa mencari destinasi wisata yang instagenik, desa wisata Silimalombu sangat cocok dijadikan pilihan destinasi wisata yang memberikan pengalaman melalui wisata edukatif.

3 dari 3 halaman

3. Dapat Ditempuh dengan Perjalanan Darat dan Menyeberangi Danau Toba

3 fakta silimalombu ecovillage lokasi wisata di kawasan danau toba yang dikunjungi raja dan ratu belanda

Sumber: goriau.com 2020 Merdeka.com

Desa ini terdapat di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir. Dilansir dari laman goriau, wisatawan yang ingin menuju ke Silima Lombu, ada dua cara yang bisa dilakukan.

Pertama, wisatawan bisa menumpang kapal ferry, dari Pelabuhan Ajibata, Parapat, menyeberang ke Tomok dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Kemudian, dari Tomok dilanjutkan dengan perjalanan darat yang membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di Silima Lombu.

Rute yang kedua adalah perjalanan melalui darat. Wisatawan bisa menyusuri pulau Samosir dari Tele dengan mobil, lalu menuju Silima Lombu yang ditempuh sekitar 1 jam.

Namun, bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Desa wisata Silimalombu dari pusat Kota Medan, bisa dengan mengikuti rute Medan kemudian menuju ke Simpang Tida (Sidikalang), lalu melewati Pangururan, Ambarita, Simanindo dan Desa Silimalombu.

(mdk/far)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami