45 Pepatah Jawa Kuno yang Mengajarkan Makna Hidup, Inspiratif

45 Pepatah Jawa Kuno yang Mengajarkan Makna Hidup, Inspiratif
Ilustrasi kebaya. ©2015 Merdeka.com/flickr/Syed Amran
SUMUT | 5 Oktober 2022 17:38 Reporter : Ani Mardatila

Merdeka.com - Belajar memaknai kehidupan bisa melalui berbagai cara. Pengalaman mungkin memang bisa jadi guru terbaik, tapi tidak semua orang memilikinya. Oleh karena itu, banyak orang menggunakan kalimat-kalimat peribahasa atau pepatah untuk membantu memaknai kehidupan.

Hal ini juga terjadi bagi masyarakat Jawa. Suku Jawa dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung nilai-nilai leluhur. Maka dari itu, menjadikan pepatah Jawa kuno sebagai pegangan hidup mereka adalah sesuatu yang wajar dilakukan.

Pepatah Jawa Kuno ini akan membantu kita memaknai hidup dengan banyak cara sehingga dapat membuat kita lebih tangguh saat menghadapi berbagai persoalan hidup. Berikut 45 pepatah Jawa kuno yang dapat mengajarkan kita tentang makna kehidupan:

2 dari 3 halaman

Pepatah Jawa Kuno Penuh Makna

1.Ana dina, ana upa.

Tiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata.

2. Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh

Upaya yang dilakukan perlahan, tapi akhirnya tujuannya akan tercapai.

3. Adhang-adhang tetese embun

Berharap sesuatu dengan hasil apa adanya. Seperti berharap pada tetes embun.

4. Sepi ing pamrih, rame ing gawe

Melakukan pekerjaan tanpa pamrih.

5. Kena iwake aja nganti buthek banyune

Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan

6. Sluman slumun slamet

Biarpun kurang hati-hati tapi masih diberi keselamatan.

7. Ngundhuh wohing pakerti.

Apa pun yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang sepadan.

8. Mikul dhuwur mendhem jero

Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua.

9. Sabar sareh mesthi bakal pikoleh

Pekerjaan apapun jangan dilakukan dengan tergesa-gesa agar berhasil.

10. Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah

Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai.

11. Dhemit ora ndulit, setan ora doyan

Berupa doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, tidak ada suatu halangan dan rintangan.

12. Tuna sathak bathi sanak

Merugi harta tapi mendapatkan sahabat.

13. Nabok nyilih tangan.

Menggambarkan orang yang tidak berani menghadapi musuhnya dan meminta bantuan orang lain diam-diam.

14. Becik ketitik, ala ketara.

Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga.

15. Adigang, adigung, adiguna

Mengandalkan kekuatan, kekuasaan dan kepintarannya.

Pepatah Jawa Kuno Penuh Pesan Mendalam

16. Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake

Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus.

17. Kakehan gludug kurang udan

Terlalu banyak bicara namun tidak pernah memberi bukti.

18. Sembur-sembur adus, siram-siram bayem

Sebuah tujuan yang terlaksana karena mendapat dukungan banyak orang.

19. Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang

Perkara yang buruk dianggap baik, sedangkan yang baik dianggap buruk.

20. Emprit abuntut bedhug

Masalah yang awalnya kecil akhirnya berujung besar.

21. Jagakake endhoge si blorok

Berharap pada sesuatu yang belum pasti.

22. Jalma angkara mati murka

Mendapat kesulitan karena kemarahannya sendiri.

23. Kebat kliwat, gancang pincang

Tindakan yang tergesa-gesa pasti tidak sempurna.

24. Pitik trondhol diumbar ing padaringan

Orang yang diberi kepercayaan barang berharga, pada akhirnya hanya bisa menghabiskannya.

25.Bathok bolu isi madu

Menggambarkan orang dari kalangan bawah tapi kaya ilmu pengetahuan.

26. Beras wutah arang bali menyang takere

Menggambarkan sesuatu yang sudah rusak tidak akan bisa kembali sama seperti semula.

27. Busuk ketekuk, pinter keblinger

Orang bodoh ataupun pandai suatu saat sama-sama akan mengalami keusulitan.

28. Gupak pulute ora mangan nangkane

Sudah ikut berjuang susah payah, tapi tidak ikut menikmati hasilnya.

29. Kacang ora ninggal lanjaran

Kebiasaan anak selalu meniru dari orang tuanya

30. Ngalem legining gula

Memuji seseorang yang nyatanya memang benar-benar terbukti.

3 dari 3 halaman

Pepatah Jawa Kuno Bijak

31. Dadiya banyu emoh nyawuk, dadiya godhong emoh nyuwek, dadiyo suket emoh nyenggut

Menggambarkan orang yang saking jengkelnya hingga tidak mau bertegur sapa lagi.

32. Desa mawa cara, negara mawa tata

Setiap daerah memiliki adat istiadat atau aturan yang berbeda.

33. Dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan

Meskipun tidak ada ikatan darah, namun terasa sudah seperti bagian dari keluarga, yang jika ada duka, ikut merasa sedih dan kehilangan.

34. Kebo mulih menyang kandhange

Sejauh-jauh seseorang pergi, akhirnya akan pulang ke kampung halamannya.

35. Tunggak jarak mrajak tunggak jati mati

Perkara jelek merajalela sedangkan perkara baik tinggal sedikit.

36. Maju tatu mundur ajur

Masalah yang dihadapi bersifat serba salah.

37. Ngajari bebek nglangi

Pekerjaan yang tidak ada manfaatnya.

38. Kendel ngringkel, dhadang ora godak

Mengaku berani dan pintar, kenyataannya penakut dan bodoh.

39. Kesandhung ing rata, kebentus ing tawang

Menemui musibah yang tidak disangka-sangka.

40. Kumenthus ora pecus

Menggambarkan orang yang banyak membual tanpa bukti dan perbuatan yang becus.

41. Lambe satumang kari samerang

Orang yang sudah berkali-kali dinasehati tapi tak juga didengarkan.

42. Menthung koja kena sembagine

Menggambarkan seseorang yang merasa telah memperdayai namun sebenarnya dia sediri yang telah terpedaya.

43. Milih-milih tebu oleh boleng

Terlalu banyak memilih tapi pada akhirnya malah mendapatkan yang tidak baik.

44. Obah ngarep kobet mburi

Segala tindakan pemimpin selalu jadi anak buahnya.

45. Kakehan gludug kurang udan
Terlalu banyak bicara namun tidak pernah memberi bukti.

(mdk/amd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini