5 Cara Mencegah Kanker Tenggorokan, Penyakit yang Diderita Ibunda Jokowi

5 Cara Mencegah Kanker Tenggorokan, Penyakit yang Diderita Ibunda Jokowi
SUMUT | 26 Maret 2020 13:22 Reporter : Dimas Putra Mandegani

Merdeka.com - Kabar duka datang dari keluarga presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal dunia Rabu (25/3/2020) pukul 16.45 WIB di usia 77 tahun.

Sujiatmi yang sebelumnya dirawat di RSPAD Gatot Subroto dan di RST Slamet Riyadi Solo sebelum meninggal, mengidap penyakit kanker tenggorokan kurang lebih selama 4 tahun.

Kanker tenggorokan merupakan penyakit yang menyerang kotak suara, pita suara dan bagian-bagian tenggorokan lain. Penyakit ini umum terjadi walaupun termasuk yang cukup terjadi dibanding kanker lainnya. Kanker ini menduduki peringkat ke-4 sebagai kanker yang paling sering diderita setelah payudara, serviks dan paru.

Penyakit ini lebih mudah menyerang pasien pria dibanding wanita, terutama yang terinfeksi human papillomavirus (HPV), perokok aktif dan penderita asam lambung.

Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat tentu menjadi pengaruh besar penyebab kanker tenggorokan. Namun sebenarnya ada cara sederhana dan mudah untuk mencegah penyakit kanker tenggorokan. Berikut merdeka.com rangkum dari beberapa sumber 5 cara mencegah kanker tenggorokan.

1 dari 5 halaman

Mengurangi Minum-minuman Beralkohol

beralkohol

2016 Merdeka.com

Kebiasaan nongkrong bersama teman-teman tak jarang ditemani minuman beralkohol. Salah satu cara efektif mencegah kanker tenggorokan adalah mengurangi intensitas minum minuman beralkohol.

Minuman beralkohol mengandung senyawa etanol yang dapat merusak DNA. Jika DNA sudah mengalami kerusakan, sel-sel dalam tubuh lambat laun akan berkembang secara tidak terkendali. Hal ini akan membentuk tumor di dalam tubuh. Senyawa etanol juga memperlambat proses penyerapan sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk mencegah kanker.

Salah satu kanker yang terdampak adalah kanker tenggorokan. Risiko terkena kanker tenggorokan lebih tinggi apabila ditambah dengan merokok.

Mudah saja mengurangi konsumsi minuman beralkohol. Menghindari hal-hal yang bisa memicu dorongan minum minuman beralkohol, seperti lingkungan pertemanan dan tempat nongkrong. Ketika pusing atau stres, sebaiknya mengalihkan perhatian dengan kesibukan lain, misal makan atau minuman berenergi.

Mengurangi aktivitas di lingkungan yang gemar minum minuman beralkohol bisa menjadi kunci utama turunnya resiko kanker tenggorokan. Mencoba berlatih untuk mengatakan tidak pada alkohol.

2 dari 5 halaman

Berhenti Merokok

merokok

2020 Merdeka.com

Perlu proses yang tidak sebentar untuk seseorang berhenti merokok. Studi dari American Cancer Society melaporkan kebiasaan merokok dapat menyebabkan setidaknya 12 jenis kanker berbeda, salah satunya kanker tenggorokan.

Hal ini disebabkan karena banyak bahan kimia dalam sebatang rokok yang bersifat karsinogen atau memicu kanker. Setiap kali rokok dihisap, efek racun dari bahan-bahan kimia tersebut dapat memicu proses mutasi sel di tenggorkan yang dapat melemahkan imun tubuh. Semakin lama dan sering merokok, risiko terkena kanker tenggorokan akan semakin tinggi. Maka dari itu, cara mencegah kanker tenggorokan adalah salah satunya dengan berhenti merokok.

Sangat tidak mudah bagi seseorang untuk mengurangi intensitas merokok. Meski begitu, bukan berarti tidak bisa sama sekali. Pelan-pelan memulai dengan mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap per harinya.

Begitu terus untuk beberapa hari hingga sama sekali tidak membeli satu bungkus rokok sama sekali. Bagi sebagian besar perokok, kebiasaan merokok setelah makan adalah wajib. Coba mengganti kebiasaan tersebut dengan permen atau air putih.

Lamanya perokok berhenti berbeda-beda setiap orangnya. Ada yang hanya dalam satu minggu, ada juga yang bertahun-tahun. Susah bukan berarti tidak bisa, kan?

3 dari 5 halaman

Rajin Merawat Gigi

gigi

2015 Merdeka.com/shutterstock/Minerva Studio

Bakteri penyebab penyakit mudah berkembang biak di dalam mulut dan gigi yang kotor. Radang gusi (gingivitis) dan penyakit gusi jadi mudah menyerang jika tidak sering dirawat.

Berbagai masalah luka yang menetap di rongga mulut akan susah diatasi. Tanpa disadari, infeksi bakteri berkelanjutan ini dapat merusak sel-sel yang tadinya sehat dan memungkinkan sel kanker berkembang di dalam rongga tenggorokan.

Penting bagi seseorang untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap hari. Menggosok gigi dua kali sehari di pagi dan malam hari serta dengan pasta gigi yang mengandung fluoride dilakukan rutin untuk menjaga kesehatan gigi.

Fluoride akan membantu melindungi dan menguatkan jaringan enamel gigi. Sela-sela gigi juga tidak boleh terlewat dibersihkan dengan benang. Gigi yang bersih tentu akan mengurangi risiko kanker tenggorokan.

4 dari 5 halaman

Memperbanyak Makan Buah dan Sayur

ilustrasi buah dan sayur

Picjumbo


Salah saru cara mencegah kanker tenggorokan adalah makan buah dan sayur. Walaupun godaan fast food, gorengan dan makanan tinggi gula serta lemak tinggi, namun ternyata jenis makanan ini dapat menyebabkan masalah kanker tenggorokan.

Sangat penting untuk memerhatikan setiap makanan yang dikonsumsi tiap harinya, karena apa yang dimakan akan memengaruhi cara tubuh bekerja. Memperbanyak makan sayur dan buah dapat menjadi solusi pengganti cemilan manis yang sering dimakan. Kandungan vitamin dan antioksidan dalam buah-buahan dan sayur-sayuran dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker tenggorokan.

Sebuah penelitian melaporkan bahwa makanan yang mengandung banyak karotenoid dapat menghambat perkembangan sel kanker di tenggorokan, mulut dan paru-paru. Karotenoid merupakan sejenis senyawa yang berfungsi memberi warna merah, kuning dan oranye pada buah dan sayuran. Wortel, ubi,tomat, jeruk, bayam, semangka, manga dan papaya merupakan buah dan sayur yang tinggi karotenoid.

Jika mengonsumsi buah dan sayur konsisten, cara mencegah kanker tenggorokan yang satu ini akan efektif dan optimal manfaatnya.


5 dari 5 halaman

Vaksinasi HPV

ilustrasi vaksin

2013 Merdeka.com/Shutterstock/Africa Studio


Banyak orang melewatkan vaksin satu ini. HPV adalah kepanjangan dari human papilloma virus. Sekitar 7 dari 10 kasus kanker yang ditemukan di belakang tenggorokan berhubungan dengan infeksi HPV, khusunya HPV16.

Infeksi HPV di dalam tubuh biasanya dapat memakan waktu tahunan sampai akhirnya mewujudkan diri sebagai kanker tenggorokan. Cara terbaik untuk mencegah kanker tenggorokan yang disebabkan karena infeksi HPV adalah vaksinasi.

Semakin cepat melakukan vaksinasi, makan semakin banyak antibodi yang terbentuk untuk melawan virus HPV di masa depan.

(mdk/dim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami