5 Dampak Corona di Sumatera Utara, Salah Satunya Permintaan Kopi Mandailing Turun

5 Dampak Corona di Sumatera Utara, Salah Satunya Permintaan Kopi Mandailing Turun
SUMUT | 26 Maret 2020 21:00 Reporter : Fatimah Rahmawati

Merdeka.com - Wabah virus corona COVID-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) turut berdampak pada berbagai sektor. Hal ini juga dirasakan Indonesia, setelah dinyatakan positif COVID-19 pada awal Maret lalu.

Hingga kini, COVID-19 telah merebak dan menyebar ke beberapa daerah di Indonesia. Menurut data yang disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Soal Penanganan Corona di Indonesia, Achmad Yurianto, per Kamis (26/3) jumlah pasien positif di Indonesia berjumlah 893, dengan rincian pasien yang sembuh sebanyak 35 orang dan meninggal sebanyak 78 orang.

Salah satu daerah di Indonesia yang juga terkena imbas pandemi COVID-19 ini adalah Sumatera Utara. Hingga hari ini, jumlah pasien positif di Sumatera Utara sebanyak 9 orang. Selain itu, merebaknya COVID-19 di Sumatera Utara juga berdampak pada beberapa sektor, khususnya ekonomi dan pariwisata.

1 dari 5 halaman

1. Permintaan Kopi Mandailing Menurun

Dilansir dari Antara, sejak virus corona atau Covid-19 merebak di Indonesia mengakibatkan permintaan pasar terhadap kopi Mandailing mengalami penurunan.

Penurunan permintaan kopi ini salah satunya dialami oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Kopi Mandailing Jaya di Desa Alahan Kae Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal.

Manager Koperasi Serba Usaha (KSU) Kopi Mandailing Jaya, Zulham Riadi Lubis yang didampingi Sekretaris Idris Sandi Matondang kepada ANTARA, Senin (23/03) menyampaikan, penurunan permintaan terhadap Banamon Mandheling Coffee ini mencapai 50 persen.

"Turunnya permintaan terhadap kopi ini membuat stok di gudang kita menumpuk," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum virus Corona ini mewabah, permintaan pangsa pasar terhadap Banamon Coffee baik dalam bentuk greenbean dan rostbean normal, namun sekarang permintaan terhadap kopi ini mengalami penurunan.

"Permintaan terhadap Banamon Coffee mengalami penurunan, ketika kita tanya para pemilik kafe mereka beralasan bahwa pengunjung kafe sunyi," sebutnya.

2 dari 5 halaman

2. Event Olahraga Bergengsi Tertunda

Pandemi Corona juga berimbas pada penyelenggaraan event olaharaga di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia dalam hal ini Sumatera Utara. Kejuaraan dari cabang olahraga angkat berat dan karate yang ditunda pelaksanaannya di Medan.

Warrior Open Karate akhirnya ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kejuaraan karate bertajuk Warrior Open 2020 resmi ditunda melalui Surat No:17/WARRIOR/KPM/2020. Surat ini diteken langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana, Dwi Yuda Saputra, Sekretaris Tri Nova Tarigan, dan Owner Warrior Rawinder Singh.

Kejuaraan angkat berat terbuka Sumut juga diundur demi pencegahan corona. Kejuaraan angkat berat tingkat Sumut yang seharusnya digelar di Plaza Millenium pada tanggal 21 Maret lalu juga dibatalkan.

Sebelumnya, sudah ada empat event olahraga bergengsi lainnya yang batal digelar. Pertama adalah Kejuaraan Nasional Sumatera Utara Ski Air 2020 di2020 di Paparat, Kabupaten Simalungun. Selanjutnya ada KFC Danau Toba Rally 2020 yang dijadwalkan menjalani putaran 3, 4 dan 5 di kawasan Danau Toba pada 17-19 April 2020.

Selain itu, Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Medan VI/2020 yang sebelumnya akan bergulir 21 hingga 28 Maret mendatang dibatalkan oleh KONI Medan. Begitu juga Liga 2 2020 yang terhenti sementara sehingga membuat seluruh tim termasuk PSMS tidak bisa bertanding.

3 dari 5 halaman

3. Supir Angkot dan Tukang Ojek Terdampak Paling Parah

Dampak lain dari corona juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (melalui Video Conference) dengan Topik Pengarahan Presiden kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemik COVID-19 Imbas corona Covid-19 di Istana Merdeka, Selasa (24/3) lalu.

Presiden Joko Widodo memperkirakan pekerja harian khususnya supir angkot dan tukang ojek akan terkena dampak dari pandemi corona ini. Menurut Presiden Jokowi, dampak paling parah diprediksi menimpa supir angkot dan tukang ojek yang berada di Provinsi Sumatera Utara.

"Untuk sopir angkot dan ojek yang paling berat di Sumatera Utara utama turunnya sampai 44 persen," kata Presiden, seperti dilansir dari Antaranews.

Untuk itu, pemerintah daerah diharapkan bersiap dengan pendistribusian bantuan sosial untuk menjaga daya beli mereka.

"Persiapkan bansos provinsi atau kabupaten lewat realokasi dan refocusing (anggaran)," kata Presiden Jokowi.

4 dari 5 halaman

4. Bisnis Travel di Sumatera Utara Mati Total

Pandemi virus corona juga menimbulkan dampak bagi pelaku bisnis travel di Sumatera Utara. Selain merumahkan karyawan, usaha disektor ini terhenti hingga bulan Juni mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Dirut PT Vina Tour & Travel, Marudut TH Sagala yang mengatakan bahwa pandemi Covid-19 sebenarnya sudah terasa sejak Januari 2020, dengan menurunnya kunjungan wisatawan baik yang masuk dari Malaysia maupun Singapura.

Di bulan Januari, kondisi bisnis perjalanan masih mampu bertahan. Namun kebijakan pemerintah dengan melakukan penutupan objek wisata di tanah air, menghentikan usaha travel ini.

"Begitu pemerintah Sumatera Utara mengeluarkan kebijakan menutup objek wisata pelaku usaha traval secara otomatis terhenti. Dengan terpaksa kami harus melakukan PHK karyawan dan mengandangkan bus travel," kata Marudut.

Berdasarkan data IPDM, sambung Marudut, bisnis travel akan terhenti hingga Juni mendatang.

"Sesuai data-data yang masuk kondisi ini akan terjadi hingga Juni mendatang, hal itu dapat dilihat dari kontrak-kontrak kerjasama yang sudah dibatalkan," ujarnya.

5 dari 5 halaman

5. Acara Besar Pariwisata Terancam Batal

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuat agenda acara pariwisata atau Calender of Events untuk menggaet wisatawan, khususnya turis asing.

Namun akibat dari merebaknya virus corona di Indonesia, membuat beberapa event besar terancam akan dibatalkan.

Di Sumatera Utara, ada empat event yang masuk dalam Calender of Events Wonderful Indonesia pada 2020. Event pertama akan digelar pada 3-5 Juli 2020 yakni Karnaval Pesona Danau Toba. Di samping itu, ada Samosir Music Internasional pada 7-8 Agustus 2020, Gelar Melayu Serumpun Kota Medan pada 6-8 November 2020, dan YaAhowu Nias Festival pada 16-20 November 2020.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua mengatakan saat ini rencana penyelenggaraan empat event tersebut masih sesuai dengan jadwal. Namun, pihaknya tetap melihat perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia.

"Sampai saat ini masih on schedule. Kita lihat perkembangan," ujarnya.

(mdk/far)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami