5 Fakta Kemenag Batalkan Haji 2020, Uang Akan Kembali Jika Diminta

5 Fakta Kemenag Batalkan Haji 2020, Uang Akan Kembali Jika Diminta
SUMUT | 2 Juni 2020 14:21 Reporter : Dimas Putra Mandegani

Merdeka.com - Bulat sudah keputusan Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia periode 2020. Keputusan ini diumumkan Kementerian Agama (Kemenag) dalam jumpa persnya, Selasa (2/6).

Hal ini membuat khawatir jemaah haji yang telah terdaftar dengan rencana pemberangkatan tahun ini. Baik jemaah haji reguler ataupun khusus terpaksa kecewa dengan penundaan pemberangkatan kloter 2020.

Walaupun begitu alasan pembatalan cukup dimaklumi lantaran pihak Arab Saudi belum juga membuka akses masuk karena masih berada di situasi pandemi virus corona.

1 dari 5 halaman

Saudi Belum Buka Akses

menag fachrul razi umumkan pembatalan haji 2020

©2020 Merdeka.com

Keputusan Fachrul Razi didasarkan pada pihak Arab Saudi yang tak kunjung membuka akses karena masih mewabahnya virus corona.

"Keputusan ini diambil dikarenakan Arab Saudi tak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari negara manapun akibatnya pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan utamanya dalam pelayanan dan perlindungan Jemaat," kata Menag Fachrul Razi dalam jumpa persnya, Selasa (2/6).

"Berdasarkan pernyataan tersebut pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 2020 atau tahun 1441 Hijriah," tegas Menag Fachrul.

2 dari 5 halaman

Keputusan Menteri Agama

fachrul razi

©2019 Merdeka.com

Fachrul menambahkan, keputusan ini sudah dipikirkan matang dan dipertimbangkan sebaik-baiknya. Keputusan ini juga sudah melalui konsultasi dengan MUI dan DPR. Kemenag sudah menerbitkan surat keputusan menteri no. 494 Tahun 2020.

"Keputusan ini saya sampaikan melalui keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada pembatalan ibadah haji tahun 1441 Hijriah atau tahun 2020 masehi," katanya.

3 dari 5 halaman

Utamakan Keselamatan

mekkah

©AFP PHOTO/BANDAR ALDANDANI

Sesuai undang-undang yang berlaku, pemerintah harus menjamin keselamatan jemaah haji Indonesia. Keselamatan tersebut dilakukan sejak embarkasi hingga tiba di Arab Saudi.

Walaupun berat, Kemenag juga memikirkan resiko beribadah saat pandemi virus corona ini. Terlebih kasus positif virus corona baik di Arab Saudi dan Indonesia sama-sama bertambah.

"Keputusan ini sudah dalam kajian karena pandemi Covid melanda seluruh dunia termasuk Saudi dan Indonesia dapat mengancam keselamatan jemaah," ujar Fachrul.

4 dari 5 halaman

Otomatis Terdaftar Jadi Jemaah Haji 2021

Fachrul Razi menambahkan, jemaah haji yang sudah melunasi setoran biaya haji dapat dipastikan akan berangkat tahun depan. Baik reguler maupun khusus, jemaah akan otomatis terdaftar di tahun depan.

isn

©Reuters/Ahmad Masood

"Seiring pembatalan tersebut, jemaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi biaya perjalanan haji akan menjadi jemaah haji 1442 H atau 2021 mendatang," ujar Menag Fachrul dalam konferensi pers di kantor Kemenag, Selasa (2/6).

Biaya haji yang sudah disetor akan disimpan dan dikelola oleh badan pengelolaan keuangan haji. Kemenag juga memastikan nilai manfaat haji akan diberikan paling lambat 30 hari sebelum keberangkatan kloter pertama haji 1442 H atau 2021.

5 dari 5 halaman

Uang Kembali

suasana salat id di masjidil haram makkah

©2020 AFP


Jika jemaah ingin membatalkan keberangkatan tahun depan, Kemenag juga memastikan akan mendapatkan kembali biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) mereka. "Setoran Bipih bisa diminta kembali kalau memang dia butuhkan. Silakan bisa diatur dan kami mendukung itu," jelasnya.

(mdk/dim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami