7 Penyebab Mimisan yang Umum Terjadi, Waspadai Penyakitnya

7 Penyebab Mimisan yang Umum Terjadi, Waspadai Penyakitnya
SUMUT | 24 Maret 2020 17:00 Reporter : Dimas Putra Mandegani

Merdeka.com - Beberapa orang selama hidupnya belum pernah mengalami mimisan. Jangan bangga, mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Mimisan merupakan istilah lain dari epistaksis atau perdarahan hidung.

Epistaksis ditandai dengan keluarnya darah melalui lubang hidung. Sebenarnya kondisi ini umum terjadi karena hidung yang berada di tengah-tengah wajah dan jumlah pembuluh darah yang ada pada hidung.

Di beberapa kasus, mimisan hanya terjadi begitu saja tanpa adanya tanda-tanda penyakit lain. Mimisan biasanya terjadi dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang selama beberapa detik saja, namun juga ada yang lebih dari 20 menit.

Mimisan biasanya terjadi pada anak usia 3-10 tahun, lansia, wanita hamil, penderita kelainan darah dan orang yang mengonsumsi pengencer darah. Tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang lain di luar kategori tersebut.

Mimisan pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal seperti kelelahan. Di luar itu, banyak penyebabnya. Berikut merdeka.com ulas penyebab mimisan dari beberapa sumber, Selasa (24/03/2020).

1 dari 12 halaman

Cedera pada Hidung

012 tantri setyorini

2019 Merdeka.com/Pexels

Umumnya jika hidung pernah terbentur atau pergeseran tulang akan menyebabkan lemahnya fungsi hidung. Hidung akan jadi lebih cepat mengeluarkan darah. Kondisi ini dapat diatasi dengan tidak terlalu sering melakukan aktivitas berat yang menyebabkan kelelahan.

2 dari 12 halaman

Membuang Ingus Terlalu Kencang


ilustrasi pilek

2012 Shutterstock

Penyebab mimisan yang sering terjadi adalah membuang ingus terlalu kencang. Susah memang ketika sedang merasakan pilek dan harus segera membuang ingus. Ingus yang merupakan kotoran hidung harus dibuang agar tidak mengganjal sistem pernapasan.

Membersihkan ingus dengan memberikan tekanan berlebih pada hidung akan menyebabkan trauma pada pembuluh darah. Ketika melakukan proses pembuangan ingus dengan tekanan berlebih, akan menyebabkan trauma pada pembuluh darah.

3 dari 12 halaman

Infeksi atau Iritasi Hidung

ilustrasi influenza

Shutterstock.com/ Lasse Kristensen

Influenza jadi momok tersendiri untuk setiap orang. Flu atau pilek juga berakibat pada infeksi atau iritasi pada hidung. Hidung yang tersumbat oleh kotoran akan memperlambat proses pernapasan. Selain itu infeksi atau iritasi hidung dapat menyebabkan mimisan.

4 dari 12 halaman

Penggunaan Obat Pelega Hidung Berlebihan

ilustrasi pilek

Shutterstock/milaphotos

Ketika hidung tersumbat, obat pelega hidung berbentuk semprot kadang jadi pilihan utama. Selain karena bisa digunakan kapan saja, penggunaannya yang praktis jadi alasan utama orang-orang menggunakannya.

Di balik keuntungan yang ditawarkan, ternyata penggunaan yang berlebihan justru membahayakan. Penggunaan pelega hidung semprot tidak dianjurkan lebih dari lima hari dan lebih dari tiga kali dalam satu hari. Jika tetap dilakukan maka akan terjadi penebalan selaput lendir pada hidung. Hal ini yang bisa menyebabkan mimisan.

5 dari 12 halaman

Sinusitis

001 indra cahya

azcoastent.com

Sinusitis merupakan peradangan sinus, rongga udara yang dapat dijumpai di berbagai bagian tengkorak: frontal, maxillary, sphenoid dan ethmoid. Keempat bagian itu dikenal dengan sinus paranasal.

Peradangan sinus ini bisa menyebabkan mimisan. Lendir berlebih yang diproduksi oleh hidung yang mengidap sinusitis bisa menyebabkan mimisan. Berhati-hati jika membuang ingus ketika mengidap sinusitis karena jika terlalu kencang akan menyebabkan mimisan.

6 dari 12 halaman

Mencungkil Bagian dalam Hidung

tersumbat

2017 cdn2.stylecraze.com

Banyaknya kotoran dalam hidung memang menjadi hal yang menjengkelkan. Apalagi jika susah dijangkau karena lokasinya yang terlalu dalam. Salah satu penyebab mimisan adalah mencungkil bagian dalam dari hidung.

Hal ini dapat mengakibatkan trauma fisik pada lapisan dalam hidung, sehingga menyebabkan perdarahan. Trauma fisik inilah yang menyebabkan luka di dalam hidung hingga mengeluarkan darah yang dikenal dengan mimisan.

7 dari 12 halaman

Perubahan Iklim

ilustrasi cuaca panas

2013 Merdeka.com/Shutterstock/Pakhnyushcha

Cuaca yang sering berubah tidak menentu menyebabkan kondisi tubuh melemah. Jika tidak dibarengi dengan vitamin penambah imun, maka tubuh akan mudah terserang penyakit. Mulai dari demam, influenza, sakit kepala, sinusitis hingga darah rendah.

Cuaca yang tidak menentu ini dapat menyebabkan iritasi pada hidung. Iklim panas dengan kelembapan rendah serta iklim kering menyebabkan kekeringan dan keretakan lapisan hidung, sehingga hidung berdarah.



8 dari 12 halaman

Penyakit Akibat dari Mimisan

Perlu diwaspadai bahwa terlalu sering mimisan merupakan tanda-tanda dari sebuah penyakit. Frekuensi mimisan yang terlalu sering bisa jadi merupakan awal dari datangnya penyakit serius, yaitu:

9 dari 12 halaman

Hemofilia

Mimisan yang terjadi secara terus menerus bisa jadi merupakan tanda awal hemofilia. Hemofilia merupakan suatu kelainan yang menyebabkan tubuh mengalami kekurangan protein.

Normalnya, protein menjadi faktor pembeku darah yang nantinya akan membentuk jaring penahan di sekitar sel darah, sehingga ketika mimisan, darah akan cepat membeku dan darah berhenti. Namun bila mengidap hemofilia, kekurangan protein tersebut akan mengakibatkan pendarahan panjang.

10 dari 12 halaman

Leukimia

Kekurangan sel darah putih atau leukemia merupakan penyakit yang cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu penyebab awalnya bisa jadi karena mimisan.

Mimisan karena leukemia sulit dihentikan meski perdarahan yang terjadi biasanya tidak berat. Perdarahan yang terjadi waktu mimisan akan menyebabkan berat badan menurun drastis hingga lemas.

11 dari 12 halaman

Karsinoma Nasofaring

Kanker yang terjadi pada nasofaring ini juga bisa muncul karena mimisan. Mimisan karena karsinoma nasofaring terjadi di salah satu sisi hidung dan umumnya tidak menyebabkan pendarahan berat.

Sebenarnya sulit untuk mendeteksi karsinoma nasofaring pada tahap awal karena gejalanya mirip dengan kondisi lain yang umum terjadi. Persebaran kanker ini pada umumnya melalui jaringan, sistem limfa dan aliran darah ke bagian tulang, paru-paru dan hati (liver).

12 dari 12 halaman

Limfoma

Penyakit ini berkembang pada limfosit yang melawan infeksi. Limfosit yang abnormal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Hal ini yang menyebabkan daya tahan terhadap faktor berbahaya dari luar berkurang.

Limfoma dapat muncul dari semua bagian tubuh termasuk hidung atau sinus. Pertumbuhan jaringan limfoid di hidung atau sinus dapat mengikis bagian dalam pembuluh darah dan akan menyebabkan mimisan.

(mdk/dim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami