Hanung Bramantyo Ungkap Gebrakan Baru di Film 'Surga yang Tak Dirindukan 3'

Hanung Bramantyo Ungkap Gebrakan Baru di Film 'Surga yang Tak Dirindukan 3'
Surga yang Tak Dirindukan 3. ©2021 Merdeka.com
SUMUT | 19 Maret 2021 12:55 Reporter : Vinna Wardhani

Merdeka.com - Para penggemar film Surga yang Tak Dirindukan patut berbahagia. Pada April 2021 ini, Surga yang Tak Dirindukan 3 diketahui akan mulai rilis. Film yang pertama kali rilis pada 2015 ini memang memiliki daya pikat tersendiri di hati penontonnya.

Jika film sebelumnya dihiasi oleh bintang ternama seperti Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, dan Raline Shah, Surga yang Tak Dirindukan 3 cukup berbeda. Raline Shah dikabarkan tidak lagi bergabung. Menilik dari poster yang beredar, pemeran tokoh Meirose ini akan digantikan oleh Marsha Timothy.

Selain sosok Raline yang berganti, film Surga yang Tak Dirindukan 3 juga memiliki gebrakan baru. Melansir dari Kapanlagi, Hanung Bramantyo membeberkan hal baru yang juga ada pada penggarapan film.

Jika dua film sebelumnya disutradarai oleh laki-laki, tidak demikian dengan yang akan rilis pada bulan April. Pritagita Arianegara disebut-sebut sebagai perempuan yang duduk di kursi sutradaraSurga yang Tak Dirindukan 3.

2 dari 3 halaman

Disutradarai Perempuan

surga yang tak dirindukan 3
©2021 Merdeka.com

Ide cerita poliandri yang di angkat dalam film Surga yang Tak Dirindukan 3 tentu sangat berbeda dengan film sebelumnya. Sebelumnya, film Surga yang Tak Dirindukan mengangkat isu poligami dengan menggunakan perspektif laki-laki. Oleh karena itu, Hanung menjelaskan pada film terbaru ini sutradara perempuan sangat diperlukan.

"Cerita film ketiga ini membalik semuanya. Karena itu saya membutuhkan Prita untuk menyutradarai film ini karena ini cerita tentang perempuan menghadapi yang datang dari masa lalu. Kalau saya sutradara, pasti ada nilai laki-laki saya masuk di situ, ada ego laki-laki saya muncul di situ. Karena harus muncul sisi perempuan di sini," tutur Hanung.

3 dari 3 halaman

Mengangkat Pandangan Perempuan

surga yang tak dirindukan 3©2021 Merdeka.com

Membalik film-filmnya sebelumnya, keberadaan sutradara perempuan bertujuan agar sudut pandang dalam film semakin hidup. Hanung menambahkan jika ia kembali menjadi sutradara, film yang digarapnya akan bercampur pandangan laki-laki.

"Kalau laki-laki keluar rumah dia pulang bawa wanita itu seolah common. Tapi ketika perempuan keluar harus izin, kalau nggak izin dosa, dan pulang bawa rahasia itu dosa besar. Nah kita berbicara itu di film ini yang kemudian membuat peran Pras dan Meirose menjadi berbeda. Kita selalu melihat yang durhaka perempuan, kita lupa laki-laki juga ada hukum-hukum yang lebih berat ketika melakukannya terhadap perempuan," paparnya.

(mdk/vna)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami