Berhasil 'Sembuhkan' Pasien Covid-19, Rumah Sakit Ini Manfaatkan Madu

Berhasil 'Sembuhkan' Pasien Covid-19, Rumah Sakit Ini Manfaatkan Madu
ilustrasi madu. www.silverframehoney.co.uk
SUMUT | 17 Juni 2020 17:59 Reporter : Fatimah Rahmawati

Merdeka.com - Kepala Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, Kolonel (CHK) dr Khairul Ikhsan Nasution menyatakan bahwa madu adalah asupan yang paling ampuh untuk menyembuhkan pasien positif Covid-19 atau Corona. Pernyataan ini disampaikan oleh dr Ikhsan kepada Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Batam, Minggu (14/6) di RSKI Galang.

RSKI Galang memanfaatkan madu sebagai asupan wajib bagi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut. Sebelumnya, khasiat madu ini sudah pernah diteliti oleh pihak rumah sakit, sebelum akhirnya digunakan untuk obat pasien.

Madu Menjadi Asupan Penting Bagi Pasien

berhasil 039sembuhkan039 pasien covid 19 rumah sakit ini manfaatkan madu
Sumber: liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Menurut Ikhsan, dari banyak pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSKI Galang dan dinyatakan sembuh. Hasil dua kali test swab negatif, asupan madu merupakan kunci dari kesembuhan pasien positif tersebut.

“Alhamdulillah, kita sudah berhasil menyembuhkan banyak pasien positif Corona, yang sebagian besar dari Batam, kuncinya adalah dengan asupan madu," ujarnya, dilansir Liputan6.com, Senin (15/6).

Sudah Teruji Dibandingkan Obat-Obatan Lain

Karena itu, ketersediaan madu diwajibkan di RSKI Galang. Dokter Ikhsan mengakui bahwa ada banyak saran tentang obat obatan yang ampuh, namun semua itu masih belum cukup menyakinkan.

"Pengalaman kami selama tiga bulan mengoperasikan RSKI Galang, madu adalah faktor kunci dalam penyembuhan," Ikhsan menerangkan.

Madu Juga Diberikan untuk Tenaga Medis

Tidak hanya pasien Covid-19 saja yang diberikan madu sebagai asupan sehari-hari, namun tenaga medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut juga mengonsumsi madu.

Ini guna menjaga stamina dan imunitas para tenaga medis yang bersama berjuang di RSKI Galang.

Mendapat Pasokan Madu dari Panglima TNI

Sebab itu, Ikhsan selalu menitipkan permintaan pasokan madu kepada siapa saja pejabat yang meninjau RSKI Galang. Ikhsan bersyukur, salah satu yang merespon adalah Plt Gubernur Kepri, Isdianto.

"Kalau pasokan madu untuk kami, tim di RSKI, dipasok oleh Panglima TNI dan masing masing mendapat satu liter," Ikhsan menerangkan.

Sementara untuk pasien, dibutuhkan pasokan yang lebih cepat dan lebih banyak. Apalagi pasien yang dirawat kebanyakan adalah warga Kota Batam, Provinsi Kepri.

Pernah Diteliti

Sebelumnya, khasiat madu yang digunakan sebagai obat bagi pasien Covid-19 ini sudah pernah diteliti oleh RSKI P Galang sebelum akhirnya diterapkan.

Dalam unggahan Youtube channel TNI AD, secara ilmiah madu asli memiliki sekitar 181 senyawa dan mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, mineral, dekstrin, pigmen tumbuhan dan komponen aromatik. Karena kandungannya ini, tim medis RSKI mencoba memberikan madu kepada pasien Covid-19 sebagai suplemen tambahan.

Pasien dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A dan kelompok B. Kelompok A, merupakan pasien yang hanya diberikan obat-obatan sesuai prosedur pemerintah. Sedangkan kelompok B, diberikan tambahan suplemen penunjang daya tahan tubuh, yaitu madu.

Menunjukkan Hasil yang Baik

Setelah penelitian tersebut diamati, ternyata kelompok yang diberikan suplemen tambahan madu menunjukkan hasil yang signifikan. Dari tes yang dilakukan, kelompok pasien B dinyatakan dua kali negatif Covid-19 dari serangkaian tes yang dilakukan.

"Pada hasil pemeriksaan swab oleh BTKL Batam dinyatakan dua kali negatif. Mereka yang menerima suplemen madu jauh lebih cepat memberikan hasil yang negatif terhadap hasil swabnya," tutur Ikhsan.

(mdk/far)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami