Cerita Haru Suster Christina Jalani Puasa di Tengah Pandemi Corona, Soimah Menangis

Cerita Haru Suster Christina Jalani Puasa di Tengah Pandemi Corona, Soimah Menangis
SUMUT | 22 Mei 2020 12:46 Reporter : Intan Kumalasari

Merdeka.com - Indonesia kini tengah berjuang melawan pandemi Covid-19. Hingga saat ini data pasien positif di Indonesia masih bertambah. Beberapa kebijakan dikeluarkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

Imbauan physical distancing sudah dijalankan masyarakat Indonesia selama beberapa bulan ini. Beberapa daerah juga sudah menerapkan PSBB. Selain itu imbauan untuk tidak mudik juga dikeluarkan.

Masyarakat diimbau untuk mematuhi beragam kebijakan yang dilakukan. Hal ini untuk membantu tim medis agar tidak kewalahan dikarenakan lonjakan kasus.

Hal yang memilukan ketika mengetahui beberapa tim medis gugur dalam merawat pasien. Mereka juga mengorbankan nyawa dan waktu untuk tidak bertemu dengan keluarganya.

Seperti yang dirasakan suster Christina yang bekerja di RSPI Sulianti Saroso. Ia meninggalkan keluarganya yang berada di Ngawi untuk merawat pasien Covid-19.

Suster Christina mengungkapkan kisahnya di acara Ramadan di Rumah Saja yang ditayangkan di Indosiar. Acara ini dipandu oleh Irfan, Soimah dan Gilang. Hal ini membuat Soimah dan kedua rekannya tak kuasa menahan tangis.

1 dari 6 halaman

Cerita Saat Buka Puasa

Christina menceritakan kondisi menjalani puasa ketika merawat pasien Covid-19. Ia mengatakan bahwa ketika buka puasa harus ditunda terlebih dahulu jika ada pasien.

"Kita pernah sih saya khususnya di IGD saat jamnya buka puasa. Sebelum buka puasa ya kami menunda buka puasa sampai selesai. Bisa setengah tujuh, apa jam delapan baru bisa buka puasa,"ungkap Christina.

suster christina

©2020 Merdeka.com/Vidio

2 dari 6 halaman

Ceritakan Kondisi Pasien di Rumah Sakit

Christina juga mengungkapkan pasien yang berada di Rumah Sakit. Ketika PSBB diperketat kasus pasien positif menurun. Namun setelah PSBB dilonggarkan pasien positif pun bertambah.

"Untuk dua minggu belakang PSBB masih ketat di IGD menurun, seminggu terakhir ini mulai meningkat, rujukan-rujukan mulai banyak. Kondisinya bukan yang biasa pasien ICU banyak," ungkapnya.

suster christina

©2020 Merdeka.com/Vidio

3 dari 6 halaman

Meninggalkan Keluarga

Chirstina harus mengorbankan dirinya untuk tidak bertemu dengan keluarga. Suami dan anak-anaknya yang tinggal di Ngawi tidak bertemu dengan dirinya selama 3 bulan.

Ia pun memanfaatkan teknologi untuk melepaskan kerinduan. Christina meluangkan waktu untuk video call.

suster christina

©2020 Merdeka.com/Vidio

4 dari 6 halaman

Ungkapan Rindu Anak-anak

Christina memiliki tiga anak yang kini ia tinggalkan. Ketiga anaknya pun mengungkapkan rasa rindunya kepada sang ibu. Tak hanya itu anak-anaknya memberi dukungan kepada Christina.

"Kangen, ibu," ungkap anak sulung Christina ketika ditanya Soimah.

"Selamat berjuang ibu kami selalu mencintaimu semoga allah selalu melindungi mu," ungkapan anak-anak Christina.

suster christina

©2020 Merdeka.com/Vidio

5 dari 6 halaman

Kiriman Kado Lebaran untuk Anak-anak

Sebagai seorang ibu yang tidak dapat mendampingi anak-anaknya, Christina pun mengirimkan beberapa kado lebaran untuk anak-anaknya. Ia mengirimkan alat untuk belajar mengaji dan baju lebaran.

"Mengirimkan buat belajar ngaji dikirimi, baju lebaran untuk anak-anak, karna kan ibu tidak bisa pulang," ungkap suami.

suster christina

©2020 Merdeka.com/Vidio

6 dari 6 halaman

Cerita Suami Ditinggal Tugas Istri

Suami Christina mengungkapkan perasaannya yang harus ditinggal istri bertugas. Ia mengatakan selalu cemas dengan kondisi sang istri. Namun dirinya sadar bahwa tugas istrinya untuk membantu pasien dan negara.

"Mungkin untuk ibu kami memang cemas, perasaan cemas takut ya karena ibu berjuang di sana yang diperjuangkan itu seluruh umat dan negara tentunya dan nyawa taruhannya, temannya ada yang gugur. Tapi kami pribadi saya sebagi suami dan anak-anak kami tetep memberikan semangat," ungkapnya.

suster christina

©2020 Merdeka.com/Vidio

(mdk/kum)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami