Ciri-Ciri Penyakit Gula Pada Remaja dan Penyebabnya, Waspadai Sejak Dini

Ciri-Ciri Penyakit Gula Pada Remaja dan Penyebabnya, Waspadai Sejak Dini
10 gejala diabetes yang sering diabaikan. pixabay.com ©2020 Merdeka.com
SUMUT | 23 September 2022 08:55 Reporter : Ani Mardatila

Merdeka.com - Ciri-ciri penyakit gula pada remaja perlu diwaspadai. Pasalnya, remaja sekalipun bisa rentan terkena penyakit berat apabila sejak kecil mereka terbiasa dengan gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu penyakit berat yang bisa menjangkit kalangan remaja adalah penyakit gula atau diabetes.

Secara umum, ada dua jenis penyakit gula, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 biasanya muncul selama masa kanak-kanak atau remaja. Sedangkan diabetes tipe 2 adalah tipe yang lebih umum dan dapat terjadi pada usia berapapun, meski seringnya diderita oleh orang yang berusia lebih dari 40 tahun. Oleh karena itu, ciri-ciri penyakit gula pada remaja perlu diketahui lebih dini.

Menurut data World Health Organization (WHO), jumlah pasien diabetes tipe 2 di Indonesia diprediksi meningkat secara signifikan hingga 16,7 juta pada tahun 2045. Sedangkan sebelumnya, tepatnya pada tahun 2017, 75 persen pasien diabetes justru berasal dari anak muda berusia 20 tahun hingga orang tua berumur 64 tahun.

Ciri-ciri penyakit gula pada remaja bisa dikenali jika kita jeli memperhatikan kondisi tubuh. Dengan demikian, pencegahan bisa dilakukan sebelum gejalanya menjadi kian memburuk.
Berikut Merdeka.com merangkum ciri-ciri penyakit gula pada remaja:

2 dari 3 halaman

Diabetes atau Penyakit Gula

Sebelum mengetahui ciri-ciri penyakit gula pada remaja, pahami dulu apa itu penyakit gula. Diabetes merupakan istilah medis untuk penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Kadar gula darah atau juga disebut dengan glukosa adalah sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.

Normalnya, kadar gula dalam darah manusia dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi organ pankreas. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Karena tidak ada hormon insulin, sel-sel dalam tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi. Glukosa yang tak terserap tubuh itulah lambat laun akan menumpuk dalam darah. Secara umum, ada dua jenis penyakit gula, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Ciri-Ciri Diabetes Tipe 1

Ciri-ciri penyakit gula pada remaja tipe 1 perlu diwaspadai. Tipe ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Namun, diabetes tipe ini juga sering kali menyerang bayi, balita dan orang dewasa. Penyebab utamanya adalah akibat kelainan autoimun.

Kelainan autoimun adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh anak justru berbalik merusak atau menghancurkan pankreasnya sendiri, sehingga fungsi pankreas pun jadi terganggu.

Anak-anak dan remaja akan lebih rentan mengalami diabetes tipe 1 jika memiliki faktor genetik dalam keluarga yang juga menderita penyakit yang sama, pernah memiliki riwayat infeksi virus, atau pola makan kurang sehat.

Kebiasaan sepele mengenai pola makan yang bisa jadi awal dari penyakit gula adalah sering mengonsumsi makanan atau minuman manis seperti permen, es krim, jus buah kemasan hingga buah kering kemasan.

Ciri-ciri penyakit gula pada remaja tipe 1 cenderung berkembang pesat selama beberapa minggu. Adapun ciri-cirinya meliputi:

a. Peningkatan rasa haus dan buang air kecil

b. Mudah lapar dan terjadi penurunan berat badan

c. Mudah lelah

d. Mudah marah

e. Nafas bau dan penglihatan kabur

f. Infeksi jamur pada wanita juga bisa menjadi gejala diabetes

3 dari 3 halaman

Ciri-ciri Diabetes Tipe 2

Ciri-ciri penyakit gula pada remaja tipe 2 berbeda dengan tipe 1. Penyakit gula tipe 2 berlangsung lebih lambat, mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menerima diagnosis.

Diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin yang merupakan kondisi di mana sel-sel tumbuh anak kesulitan menggunakan insulin untuk memanfaatkan gula darah sebagai energi.

Pada kasus tertentu, tipe yang satu ini juga bisa terjadi karena minimnya produksi insulin. Karena itulah, kadar gula dalam darah anak dapat meningkat.

Anak-anak dan remaja beresiko terserang diabetes tipe 2 apabila memiliki orang tua atau saudara dengan riwayat diabetes, memiliki berat badan berlebih, punya kebiasaan sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta kurang aktif bergerak dan jarang olahraga.

Adapun ciri-ciri penyakit gula pada remaja diabetes tipe 2 meliputi:

a. Buang air kecil lebih sering terutama di malam hari

b. Rasa haus yang meningkat dari biasanya

c. Mengalami kelelahan

d. Terjadi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

e. Gatal di sekitar alat kelamin, mungkin terjadi infeksi jamur

f. Susah sembuh dari luka

g. Penglihatan kabur, akibat kekeringan mata

h. Munculnya bercak gelap pada kulit yang disebut acanthosis nigricans

Pencegahan Penyakit Gula Pada Remaja

Ciri-ciri penyakit gula pada remaja yang segera dikenali akan bisa segera ditangani. Dengan begitu, resiko yang lebih buruk bisa terhindarkan. Sayangnya, pencegahan penyakit gula pada remaja tidak mungkin dilakukan untuk diabetes tipe 1, namun hanya bisa berlaku pada tipe 2.

Adapun pencegahan terhadap penyakit gula tipe 2 adalah sebagai berikut.

a. Mempertahankan berat badan ideal yang artinya tidak kegemukan karena hal itu dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 karena meningkatkan kemungkinan resistensi insulin.

b. Tetap aktif secara fisik untuk mengurangi resistensi insulin dan membantu mengelola tekanan darah.

c. Membatasi asupan-asupan manis, dan mengubahnya dengan makanan dan minuman yang seimbang dan kaya nutrisi dengan banyak vitamin, serat, dan protein tanpa lemak.

(mdk/amd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini