Dilaporkan ke Wali Kota, Kepling di Medan Diminta Kembalikan Uang Pungli dari Warga

Dilaporkan ke Wali Kota, Kepling di Medan Diminta Kembalikan Uang Pungli dari Warga
Dilaporkan ke Wali Kota, Kepling di Medan Diminta Kembalikan Uang Pungli dari Warga. Instagram/@prokopim_pemkomedan ©2021 Merdeka.com
SUMUT | 2 Oktober 2021 16:15 Reporter : Fatimah Rahmawati

Merdeka.com - Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) bernama Abdul Rahman, dilaporkan oleh sejumlah warga akibat aksi pungutan liar (pungli) yang sering dilakukannya.

Kepling tersebut disebut sering melakukan pungli kepada warga yang hendak mengurus surat administrasi kependudukan (adminduk) seperti KTP. Ia meminta uang imbalan sebesar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

Warga pun mengadukan Kepling tersebut kepada Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang saat itu tengah meninjau Jalan Ampera yang rusak beberapa waktu lalu.

Usai mendapat aduan warga, Bobby pun langsung memerintahkan Camat Medan Tembung A Barli Mulia Nasution agar segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut.

Akibatnya, Kepling tersebut langsung diminta mengembalikan seluruh uang yang telah diterimanya dari para warga.

“Uang yang dipungli Kepling VI sudah dikembalikan kepada warga. Jumlah total warga yang dipungli sebenarnya 10 orang, bukan 40 orang setelah kita lakukan pendalaman. Sebenarnya yang 40 orang warga itu bukan dipungli, tapi mereka minta agar Kepling VI diganti dengan membuat surat pernyataan,” kata Barli pada Kamis (30/9).

Melansir dari unggahan akun Instagram @prokopim_pemkomedan pada Jumat (1/10), berikut informasi selengkapnya.

2 dari 4 halaman

Sempat Mengelak

dilaporkan ke wali kota kepling di medan diminta kembalikan uang pungli dari warga
Instagram/@prokopim_pemkomedan ©2021 Merdeka.com

Barli mengatakan, sebelum warga mengadukan aksi pungli ini ke Wali Kota, mereka sudah lebih dulu menyampaikan laporan secara tertulis.

Laporan warga tersebut langsung ditindaklanjuti dan Lurah Bantan telah memanggil Kepling. Namun saat itu, Kepling membantah tuduhan warga dan bersikukuh tidak ada melakukan pungli.

“Saat Pak Wali meninjau Jalan Ampera yang rusak dan warga menyampaikan kembali soal pungli yang dilakukan Kepling VI, barulah yang bersangkutan mengakuinya. Setelah itu kami memberi peringatan kedua kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

3 dari 4 halaman

Diberi Sanksi Peringatan Kedua

Terkait dengan pungli yang dilakukan Kepling tersebut, saat ini yang bersangkutan telah diberikan sanksi berupa peringatan kedua.

“Kita tidak langsung main copot, sebab berdasarkan peraturan yang ada, jika yang bersangkutan diketahui melakukan pungli diberi surat peringatan pertama. Apabila selama 7 hari terbukti melakukan pungli kembali, maka diberikan sanksi berupa surat peringatan kedua. Kemudian jika selama 14 hari terbukti kembali melakukan pungli, barulah dijatuhkan sanksi berupa surat peringatan ketiga disertai pencopotan,” tegas Barli.

4 dari 4 halaman

Warga Senang Uang Telah Kembali

Pengembalian uang pungli yang dilakukan Kepling tersebut akhirnya membuat warga gembira. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota, sebab pengaduan pungli yang disampaikan langsung ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali, beliau telah mendengarkan pengaduan kami. Uang saya sebanyak Rp100 ribu, telah dikembalikan Kepling VI selang satu hari kami melaporkan kepada Pak Wali. Saya berharap tidak ada lagi pungli ke depannya,” ungkap salah satu warga korban pungli, Nova Sofiawan.

Senada dengan Nova, warga korban pungli lainnya, Pujiati, telah mendapatkan pengembalian uangnya sebesar Rp125 ribu. Ia berharap, ke depannya pengurusan adminduk bisa benar-benar gratis tanpa adanya pungli.

“Ketika mengurus KTP kemarin, saya diminta uang sebesar Rp125 ribu. Alhamdulillah, uang itu sudah dikembalikan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali, sebab beliau langsung memerintahkan agar uang kami dikembalikan. Saya berharap jika pengurusan administrasi kependudukan yang dikatakan gratis, yah harus gratis lah,” harapnya.

(mdk/far)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami