Dua PDP COVID-19 di Sumatera Utara Meninggal Dunia, Ini Fakta Terbarunya

Dua PDP COVID-19 di Sumatera Utara Meninggal Dunia, Ini Fakta Terbarunya
Bertambah 6 Orang, Pasien Positif COVID-19 di Sumut Meningkat Menjadi 20 Orang. liputan6.com ©2020 Merdeka.com
SUMUT | 9 April 2020 15:30 Reporter : Fatimah Rahmawati

Merdeka.com - Rabu (8/4), ada dua lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di Sumatera Utara yang meninggal dunia.

Satu PDP merupakan PDP COVID-19 asal Kabupaten Tapanuli Tengah berinisial YA (23) warga Sosor Gadong, yang meninggal Rabu (8/4) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di RSU Pirngadi Medan.

Sedangkan satu PDP lain yang meninggal adalah seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang tengah menjalani perawatan isolasi di Rumah Sakit Martha Friska Multatuli. Pasien ini meninggal dunia pada Rabu (8/4) malam. PDP COVID-19 itu berinisial FG berusia 46 tahun, asal Kecamatan Medan Labuhan.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyebutkan pasien berinisial FG tersebut belum diketahui apakah positif terpapar COVID-19. Sebab terhadap PDP tersebut belum sempat dilakukan rapid test atau pemeriksaan cepat.

Aris menambahkan rencananya FG akan langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Khusus (TPK) korban COVID-19 di Simalingkar.

Terkait kasus meninggalnya PDP berinisial YA yang berasal Tapanuli Tengah, kini sudah ada beberapa perkembangan dari kasus tersebut.

2 dari 5 halaman

Satu Dokter dan Perawat yang Menangani Langsung Diisolasi

Setelah PDP yang berasal dari Tapanuli Tengah ini meninggal, satu orang dokter yang sempat menangani pasien tersebut langsung diisolasi pasca meninggalnya pasien di RSU Pirngadi Medan. Selain seorang dokter, enam orang tenaga medis (perawat) termasuk supir ambulans juga diisolasi selama 14 hari ke depan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur RSUD Pandan, Dr Rikky Harahap pada Rabu (8/4), dilansir dari ANTARA.

"Satu orang dokter yang sempat menangani pasien PDP di RSUD Pandan bersama dengan perawat sudah kita isolasi. Demikian juga supir ambulans yang membawa korban ke RSU Pirngadi Medan bersama dengan perawatnya, juga sudah kita isolasi mandiri selama 14 hari. Hal itu dilakukan untuk pencegahan," katanya.

3 dari 5 halaman

Ibu Korban Juga Diisolasi

Selain itu, ibu dari korban yang ikut mendampingi korban ke RSUD Pandan, juga langsung diisolasi.

"Malam itu ibu pasien ingin ikut mendampingi putrinya ke RSU Pirngadi Medan, dan sesuai SOP tidak diperkenankan ikut selain tim medis. Dan sekarang ibu korban diisolasi bersama dengan keluarganya di rumahnya," kata Rikky menambahkan.

4 dari 5 halaman

Dinyatakan PDP Setelah Pulang dari Malaysia

PDP dari Tapanuli Tengah yang meninggal dunia ini sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia. Korban merupakan TKI yang bekerja di Malaysia. Korban pulang kampung ke Tapanuli Tengah dan melakukan karantina. Namun, baru tujuh hari masa karantina, yang bersangkutan mengalami sesak di bagian dada, yang kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Pandan, dr Rikky Harahap pada Senin (6/4) malam, dilansir dari ANTARA.

"Sejak karantina hari pertama petugas Puskesmas sudah memantau dan mengukur suhu tubuh pasien. Dan pada hari ketujuh pasien mengeluh dadanya sesak. Saat itu juga petugas Puskesmas melakukan rapid test COVID-19 tapi hasilnya negatif. Akhirnya pasien dibawa ke RSUD Pandan dan dilakukan pemeriksaan darah, foto dan paru. Hasilnya ada infeksi paru," ungkapnya.

5 dari 5 halaman

Dikebumikan di Medan Sesuai Prosedur COVID-19

PDP asal Tapanuli Tengah ini dikebumikan di pemakaman khusus COVID-19 di Medan. Proses pemakaman pun dilakukan sesuai dengan prosedur COVID-19.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhumah. Dan sesuai laporan ke kami, bahwa almarhumah akan dikebumikan di Medan sesuai dengan prosedur atau SOP COVID-19," terang Bupati Tapanui Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibaran dalam temu pers yang digelar di kantor Bupati Tapteng, Rabu (8/4), dilansir dari ANTARA.

Pasca meninggalnya YE yang merupakan TKI di Malaysia yang pulang ke Tapteng, Gugus Tugas COVID-19 Tapteng langsung melakukan penyemprotan di tempat tinggal korban dan daerah sekitarnya. Bahkan Bupati bersama tim gugus tugas hari ini turun langsung ke lokasi dan beberapa kecamatan untuk melakukan penyemprotan.

(mdk/far)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami