Dulu Pengguna Narkoba, Mantan Napi Ini Kini Sukses Buka Warung Nasi Urap

Dulu Pengguna Narkoba, Mantan Napi Ini Kini Sukses Buka Warung Nasi Urap
Dulunya Pengguna Narkoba, Mantan Napi Ini Kini Sukses Buka Warung Nasi Urap. Akun YouTube makanhalal ©2022 Merdeka.com
SUMUT | 6 Januari 2022 11:48 Reporter : Fatimah Rahmawati

Merdeka.com - Pernah terjerat kasus kejahatan dan mendekam di penjara, tak lantas membuat seseorang tidak berhak menjalani kehidupannya dengan lebih baik. Mungkin hal itu lah yang saat ini dialami oleh seorang mantan narapidana asal Kota Medan, bernama Ade Indra Wallad alias Bang Tunoq.

Pria yang pernah merasakan dinginnya hidup di balik jeruji besi ini kini hidupnya telah berubah. Ia bisa kembali hidup normal di tengah-tengah masyarakat, bahkan kini Ia sukses dengan membuka warung nasih urap.

Warung nasi urap milik Bang Tunoq ini sangat terkenal di Kota Medan. Tak hanya soal rasanya yang enak, tapi warung ini dikenal sering memberikan sedekah nasi gratis kepada masyarakat.

Di balik kesuksesan usahanya itu, Tunoq pernah terjerat kasus narkoba yang membuatnya harus dipenjara selama 5 tahun 10 bulan. Namun, di masa-masa akhir masa tahanannya, Tunoq mengaku mendapatkan kembali semangat hidup. Ia bertekad ingin mengubah hidupnya selepas keluar dari penjara.

“Iya betul. Jadi saya ingin bangkit tanpa ada embel-embel di belakang gitu kan. Saya mulai bangkit dari keterpurukan. Saya sudah punya arah mau ke mana saya, apa yang akan saya lakukan setelah bebas,” ujarnya.

Meski begitu, membangun kembali kehidupan di tengah masyarakat bukan lah hal yang mudah bagi Tunoq setelah Ia bebas dari penjara. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan memulai hidup dari awal.

Belum lagi, godaan untuk kembali ke 'dunia hitam' terus menghampirinya. Beruntungnya, Tunoq bisa melewati masa-masa sulit itu dan membangun usahanya hingga sukses seperti saat ini.

Melansir dari berbagisemangat, berikut kisahnya selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Awal Mula Membangun Usaha

dulunya pengguna narkoba mantan napi ini kini sukses buka warung nasi urap
Akun YouTube makanhalal ©2022 Merdeka.com

Tunoq bercerita, awal Ia ingin membuka warung nasi urap Ia meminjam uang untuk modal kepada temannya sebesar Rp5 juta. Sang teman pun mendukung niatnya untuk memulai membuka usaha yang halal.

Akhirnya, Ia pun membuka warung nasi urap pada Januari 2019. Ia memilih warung nasi urap karena ibunya pernah memiliki usaha serupa, namun sempat tutup. Warung miliknya itu kemudian diberi nama ‘Warung Nasi Urap Bang Tunoq’ dan berlokasi di Jalan Sei Ular Baru, Medan.

“Ini usaha nasi urap ini tanggal 15 mendatang sudah genap 2 tahun. Jadi dari tahun 2019 saya mulai rintis nasi urap ini yang sebelumnya ini sudah dirintis sama orang tua saya, sama ibu saya. Resep dari Ibu. Saya punya inspirasi ini ingin membangkitkan lagi resep ibu itu yang sudah lama tenggelam,” sebutnya.

Warung nasi urap milik Tunoq tak pernah sepi pengunjung. Berbagai lauk disajikan untuk melengkapi hidangan nasi urapnya, mulai dari ayam goreng, ikan sambal, telur dan lainnya. Harga nasi urapnya pun beragam, tergantung lauk yang dipilih. Satu porsi nasi urap dijual mulai dari Rp10 ribu sampai Rp17 ribu.

3 dari 3 halaman

Sedekah Jumat

dulunya pengguna narkoba mantan napi ini kini sukses buka warung nasi urapAkun YouTube makanhalal ©2022 Merdeka.com

Tak hanya ingin bisa memiliki kehidupan yang baik, ternyata Tunoq juga ingin bisa berbagi kepada sesama. Tak cukup dengan memiliki usaha warung yang sukses, Ia rajin membagikan makanan gratis setiap hari Jumat. Pengunjung yang datang ke warungnya dipersilakan mengambil makanan yang sudah disiapkan secara cuma-cuma.

Bagi-bagi makanan gratis itu dilakukan Tunoq pada bulan kelima setelah warungnya buka. Dia mengaku, awalnya hanya membagi makanan gratis berupa nasi urap dan telur dibelah dua. Namun kini, satu porsi nasi gratisnya berisi nasi urap lengkap dengan telur bulat ataupun ayam goreng.

“Jadi khusus kami, setiap hari Jumat itu tidak jualan. Awal mulanya sih saya niat, saya ingin membangkitkan, memotivasi kawan-awan untuk biar ayo kita bersedekah. Awalnya saya sendiri, saya sediakan 200 porsi tiap hari Jumat. Lama-kelamaan alhamdulillah sudah mulai tergerak, ada ya setiap Jumat ‘aku ikut sekian’,” katanya.

(mdk/far)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami