Gejala Demam Rematik, Beserta Penyebabnya yang Wajib Diwaspadai

Gejala Demam Rematik, Beserta Penyebabnya yang Wajib Diwaspadai
ilustrasi demam. ©www.hindustantimes.com
SUMUT | 23 Oktober 2021 12:01 Reporter : Ani Mardatila

Merdeka.com - Demam rematik merupakan salah satu komplikasi yang berhubungan dengan radang tenggorokan. Ini adalah penyakit yang relatif serius yang biasanya muncul pada anak-anak antara usia 5 dan 15 tahun. Namun, anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa juga diketahui mengidap penyakit ini.

Demam rematik adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh yang menyebabkannya melawan jaringan sehat. Infeksi radang tenggorokan atau demam berdarah yang tidak diobati dapat memicu reaksi berlebihan ini.

Penting untuk mengetahui apa penyebab demam rematik, gejala, beserta cara mengobatinya. Berikut merdeka.com merangkum gejala demam rematik:

2 dari 3 halaman

Gejala Demam Rematik

Tanda dan gejala demam rematik, yang diakibatkan oleh peradangan pada jantung, persendian, kulit atau sistem saraf pusat dapat meliputi:

  • Demam
  • Sendi yang nyeri dan nyeri paling sering di lutut, pergelangan kaki, siku, dan pergelangan tangan
  • Nyeri pada satu sendi yang berpindah ke sendi lain
  • Sendi merah, panas atau bengkak
  • Benjolan kecil tanpa rasa sakit di bawah kulit
  • Sakit dada
  • Bising jantung
  • Kelelahan
  • Ruam datar atau sedikit terangkat, tidak nyeri dengan tepi yang tidak rata
  • Gerakan tubuh yang tersentak-sentak dan tidak terkendali (Sydenham chorea), paling sering di tangan, kaki, dan wajah
  • Ledakan perilaku yang tidak biasa, seperti menangis atau tertawa yang tidak pantas, yang menyertai Sydenham chorea

Penyebab Demam Rematik

Demam rematik dapat terjadi setelah infeksi tenggorokan dari bakteri yang disebut streptokokus grup A. Infeksi streptokokus grup A pada tenggorokan menyebabkan radang tenggorokan atau, yang lebih jarang, demam berdarah.

Infeksi streptokokus grup A pada kulit atau bagian tubuh lainnya jarang memicu demam rematik.

Hubungan antara infeksi radang dan demam rematik tidak jelas, tetapi tampaknya bakteri itu menipu sistem kekebalan tubuh.

Bakteri strep mengandung protein yang mirip dengan yang ditemukan di jaringan tubuh tertentu. Sistem kekebalan tubuh, yang biasanya menargetkan bakteri penyebab infeksi, menyerang jaringannya sendiri, terutama jaringan jantung, persendian, kulit, dan sistem saraf pusat. Reaksi sistem kekebalan ini mengakibatkan pembengkakan jaringan (peradangan).

3 dari 3 halaman

Bagaimana cara mencegah demam rematik?

Mengobati radang tenggorokan dan demam berdarah sejak dini sangat penting. Dapat mencegah demam rematik. Gejala radang tenggorokan dan demam berdarah tidak selalu jelas atau mudah dikenali. 

Hubungi penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan panduan jika anak Anda sakit tenggorokan selama lebih dari tiga hari atau memiliki gejala lain yang mengkhawatirkan.

Jika anak menderita radang tenggorokan atau demam berdarah, pastikan Anda mengikuti instruksi penyedia layanan kesehatan dengan hati-hati. Anak perlu menyelesaikan antibiotik sepenuhnya, bahkan jika mereka merasa lebih baik. Jika tidak, infeksi mungkin tidak akan hilang dan membuat lebih rentan terhadap demam rematik.

Bagaimana demam rematik mempengaruhi jantung?

Demam rematik tidak selalu mempengaruhi jantung. Namun bila terjadi, dapat merusak jaringan jantung, terutama katup jantung. Jaringan parut jantung tidak bekerja dengan benar. 

Seiring waktu, demam rematik dapat menyebabkan kerusakan jantung permanen. Penyedia dapat menyebut kondisi ini penyakit jantung rematik atau gagal jantung kongestif.

Jika demam rematik melukai katup jantung, dokter umumnya dapat merekomendasikan operasi untuk memperbaiki atau mengganti katup yang terkena. 

Kerusakan jantung dapat muncul 10 sampai 20 tahun setelah diagnosis demam rematik. Sangat penting untuk tetap berhubungan secara teratur dengan penyedia layanan kesehatan yang Anda percaya selama sisa hidup Anda.

(mdk/amd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami