Gejala Sakit Mata Merah dan Cara Mengobatinya

Gejala Sakit Mata Merah dan Cara Mengobatinya
Ilustrasi sakit mata. Shutterstock/Piotr Marcinski
SUMUT | 20 Mei 2022 16:05 Reporter : Ani Mardatila

Merdeka.com - Banyak kasus mata merah yang relatif tidak berbahaya dan biasanya membaik dengan pengobatan rumahan atau pengobatan yang dijual bebas. Namun, jika mata merah disertai dengan nyeri mata, kepekaan cahaya, pembengkakan, atau penglihatan kabur, segera temui dokter mata.

"Mata merah" adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan mata merah, iritasi, dan sedikit bengkak. Kemerahan terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan mata membesar atau meradang.

Biasanya, itu adalah reaksi terhadap sesuatu yang mengiritasi mata. Kondisi ini dapat mempengaruhi satu atau kedua mata, dan dapat berkembang dari waktu ke waktu atau muncul tiba-tiba, seperti alergi atau cedera mata.

Berikut merdeka.com merangkum gejala sakit mata merah dan cara mengobatinya:

2 dari 3 halaman

Penyebab dan Gejala Sakit Mata Merah

Mata merah memiliki banyak penyebab yang berbeda. Kadang-kadang sesuatu yang sederhana seperti memakai lensa kontak terlalu lama, atau menatap layar komputer untuk waktu yang lama tanpa istirahat.

Penyebab lainnya antara lain: alergi, blepharitis (radang kelopak mata), konjungtivitis (mata merah), mata kering, cedera mata, atau glaukoma.

Alergi

Ketika zat yang mengiritasi (seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, debu, atau bahan kimia tertentu yang ditemukan dalam riasan atau larutan lensa kontak) masuk ke dalam tubuh seseorang, sistem kekebalan akan bereaksi.

Tubuh melepaskan histamin untuk melawan alergen, yang menyebabkan pembuluh darah di mata membesar, dan mata menjadi merah, berair, dan gatal.

Blefaritis (kelopak mata meradang)

 Ini adalah kondisi umum yang menyebabkan kelopak mata menjadi merah dan meradang. Selain kelopak mata merah dan bengkak, gejala sakit mata merah ini juga membuat mata bisa terasa panas, gatal, sensitif terhadap cahaya, dan mengeluarkan banyak air mata.

Konjungtivitis (mata merah muda)

Konjungtivitis adalah salah satu infeksi mata yang paling umum, terutama di kalangan anak-anak. Ini terjadi ketika konjungtiva, selaput tipis transparan yang menutupi bagian putih mata dan melapisi kelopak mata, terinfeksi.

Saat konjungtiva terinfeksi, pembuluh darah di dalamnya menjadi iritasi dan membengkak, membuat mata terlihat merah atau merah muda. Sering kali gejala sakit mata merah ini berupa kelopak mata juga mengeluarkan cairan lengket, dan bulu mata bisa saling menempel.

Ada berbagai jenis penyebab mata merah ini. Infeksi virus adalah yang paling umum, serta cenderung membaik dengan sendirinya, dan tidak memerlukan obat resep. Infeksi mata bakteri memerlukan antibiotik. Kedua jenis infeksi, terutama virus, menular dan menyebar dengan mudah.

Anak-anak paling mungkin terkena mata merah karena mereka berhubungan dekat dengan orang lain di sekolah atau pusat penitipan anak. Karena beberapa jenis mata merah menular, penting untuk menemui dokter untuk diagnosis dan pengobatan infeksi yang benar.

Dokter keluarga atau dokter anak dapat mendiagnosis dan mengobati beberapa infeksi mata.

Mata kering

Ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata, atau menghasilkan air mata yang kekurangan bagian lipid, hasilnya adalah mata kering. Air mata yang cukup dan berfungsi dengan baik diperlukan agar mata tetap sehat dan nyaman.

Gejala sakit mata kering meliputi mata terasa menyengat atau terbakar, banyak air mata diikuti oleh periode kekeringan, dan kemungkinan keluarnya lendir. Kondisinya mungkin menyakitkan, dan mata mungkin menjadi merah.

Pria dan wanita bisa mengalami mata kering, meskipun lebih sering terjadi pada wanita, terutama mereka yang telah melewati masa menopause. Seiring bertambahnya usia, mereka menghasilkan lebih sedikit bagian lipid dari air mata, yang menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar untuk mata kering.

Mata kering juga merupakan efek samping dari mengonsumsi obat-obatan tertentu. Kondisi ini awalnya dapat diatasi dengan membasahi mata dengan obat tetes mata air mata buatan.

3 dari 3 halaman

Cedera mata

Trauma atau cedera pada mata dapat menyebabkan mata merah. Pembuluh darah di mata melebar (terbuka) untuk memungkinkan lebih banyak darah untuk sampai ke lokasi cedera untuk penyembuhan lebih cepat.

Pembuluh darah terbuka inilah yang menyebabkan mata merah. Cedera mata dapat berupa lecet pada kornea (goresan pada permukaan mata), luka tusukan, dan luka bakar akibat bahan kimia. Cedera mata ini memerlukan perhatian medis segera dan harus diperlakukan sebagai keadaan darurat medis.

Glaukoma

Dalam kebanyakan kasus, glaukoma muncul secara bertahap dan biasanya tidak memiliki gejala pada awalnya. Glaukoma akut atau parah adalah kondisi yang mengancam penglihatan yang membutuhkan perhatian medis segera.

Waspadai mata merah yang tiba-tiba terasa sakit, disertai dengan melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu, kehilangan penglihatan, dan mual.

Apa saja pengobatan untuk mata merah?

Obat untuk mata merah sangat beragam. Sering kali, istirahat, kompres dingin pada mata tertutup, pijat ringan kelopak mata, cuci kelopak mata dengan lembut, dan/atau obat tetes mata yang dijual bebas, dapat meredakan gejala. 

Di lain waktu, dokter mata dapat merekomendasikan dan meresepkan antibiotik, obat tetes mata khusus, atau salep.

Perawatan untuk kondisi tertentu meliputi:

Mata merah karena alergi

Selain menghindari alergen (jika diketahui), pengobatan biasanya terdiri dari obat tetes mata yang dijual bebas. Menggunakan tetes air mata buatan akan membersihkan alergen dari mata dan menambahkan kelembapan untuk meredakan mata yang kering dan teriritasi.

Tetes mata dekongestan mengurangi kemerahan pada mata akibat alergi. Tetes mata dekongestan dengan antihistamin juga akan membantu meredakan rasa gatal.

Blefaritis

Perawatan biasanya melibatkan menjaga kelopak mata tetap bersih. Membasahi waslap dengan air hangat, memeras kelebihan air, dan menahannya di kelopak mata yang tertutup selama beberapa detik dapat membantu meredakan gejala. 

Mencelupkan kapas ke dalam campuran air dan sampo bayi untuk mencuci kelopak mata dengan ringan juga akan membantu. Setelah kondisi itu terjadi, biasanya tidak hilang sepenuhnya, jadi penting untuk membersihkan kelopak mata secara teratur. 

Dalam beberapa kasus, dokter mata mungkin juga meresepkan antibiotik atau obat tetes mata steroid.

Mata merah karena bakteri atau virus:

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami