Gibran Rakabuming Kenang Mendiang Eyang Noto: Sosok yang Kuat dan Tegar

Gibran Rakabuming Kenang Mendiang Eyang Noto: Sosok yang Kuat dan Tegar
SUMUT | 26 Maret 2020 13:19 Reporter : Intan Kumalasari

Merdeka.com - Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomiharjo tutup usia di Rumah Sakit Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah pada Rabu (25/3). Kabar duka Ibunda Jokowi telah dikonfirmasi oleh kakak kandung Iriana Jokowi.

"Iya benar, Ibu Notomiharjo meninggal sore ini," ungkap Haryanto, kakak kandung Iriana Jokowi saat dikonfirmasi merdeka.com.

Ibunda Jokowi mengidap kanker selama empat tahun terakhir. Hal ini disampaikan langsung oleh Jokowi di rumah duka pada Rabu (25/3) dilansir dari liputan6.com.

"Ibu sudah empat tahun menderita sakit, yaitu kanker," kata Jokowi di Surakarta, Solo.

Menurutnya segala pengobatan sudah dilakukan. Terakhir, ibunda Jokowi sempat menjalani pengobatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Sudjatmi Notomiharjo merupakan sosok eyang yang sangat berarti bagi ketiga anak Jokowi. Gibran yang merupakan anak sulung Jokowi mengungkapkan sosok eyang Sudjatmi Notomiharjo.

Melalui unggahan instagram miliknya, Gibran mengungkapkan kenangan dirinya akan sang nenek.

1 dari 3 halaman

Kuat dan Tegar

joko widodo sudjiatmi notomiharjo

2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Eyang Noto, sapaan Ibunda Jokowi untuk cucu-cucunya. Gibran mengenang Eyang Noto yang tetap kuat dan tegar walaupun sakit.

Sudjiatmi Notomiharjo mengidap kanker selama empat tahun. Sosok beliau masih tegar dan tidak pernah menunjukkan rasa sakitnya.

Eyang Noto masih berusaha mendatangi pengajian, dan kegiatan-kegiatan yang lain. Bahkan terkadang naik becak sendirian, atau meminta diantar sopir.

"Beliau masih berusaha mendatangi pengajian, dan kegiatan-kegiatan lain, bahkan kadang naik becak sendirian, atau meminta diantar sopir," tulis Gibran dalam unggahannya.

2 dari 3 halaman

Tidak Mau Membebani

gibran dan eyang

2020 Merdeka.com/instagram @gibran _rakabuming

Sosok Eyang Noto tidak pernah membebani anak cucunya. Segala aktivitasnya dilakukan sendiri tanpa membebankan anak cucunya.

Doa-doa Eyang Noto sangat berarti untuk Gibran. Eyang Noto juga terkenal religius, puasa dan shalat tahajud tak pernah putus.

"Puasa dan shalat tahajudnya tak pernah putus, untuk mendoakan kami semua anak-cucunya, agar menjadi orang yang berguna untuk orang banyak," tulisnya.

3 dari 3 halaman

Nasihat Eyang

Gibran mengungkapkan bahwa keluarga Jokowi sangat kehilangan atas kepergian Eyang Noto. Tak lupa Gibran meminta doa untuk sang nenek.

Selain itu Gibran juga memintakan maaf atas kekurangan dan kekhilafan mendiang neneknya. Gibran mengungkapkan akan rindu terhadap nasihat neneknya. Ia juga mengatakan masih membutuhkan nasihat Eyang Noto.

"Begitu cepat Eyang pergi menghadap-Nya, saat kami membutuhkan nasihat-nasihatnya." ungkap Gibran dalam postingannya.

Gibran juga menuliskan nasihat yang selalu ia ingat. Eyang Noto selalu mengajari cucu-cucunya rendah hati dan berbuat yang manfaat.

"Eyang adalah panutan kami. Yang mengajari selalu bersikap rendah hati dan berbuat yang manfaat," tulisnya.

gibran dan eyang

2020 Merdeka.com/instagram @gibran _rakabuming

(mdk/kum)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami