Jaga Kestabilan Harga Pangan, Produksi Jagung di Sumut Akan Dijadikan Pakan Ternak

Jaga Kestabilan Harga Pangan, Produksi Jagung di Sumut Akan Dijadikan Pakan Ternak
Jaga Kestabilan Harga Pangan, Produksi Jagung di Sumut Akan Dijadikan Pakan Ternak. Instagram/@edy_rahmayadi ©2021 Merdeka.com
SUMUT | 30 September 2021 16:07 Reporter : Fatimah Rahmawati

Merdeka.com - Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berencana akan meregulasikan hasil produksi jagung di Sumut, khususnya di Kabupaten Langkat, sebagai bahan pakan ternak. Selain untuk menyejahterakan para petani, rencana tersebut sekaligus untuk menjaga kestabilan harga pangan.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Edy saat menghadiri panen raya jagung di Desa Namu Ukur, Kecamatan Sei Bingai pada Rabu (29/9). Nantinya dalam produksi tersebut akan dikelola BUMD. Gubernur Edy menargetkan untuk tahun depan, panen jagung di Desa Namu Ukur bisa mencapai 8 sampai 12 ton per hektarnya.

"Sementara untuk tahun ini total hasil panen jagung di Sumut sebanyak 1,7 juta ton, dengan surplus hanya 35.986 ton dalam membantu target surplus nasional," ungkapnya, dilansir dari Antara.

2 dari 3 halaman

Tingkatkan Produksi Jagung

Gubernur Edy juga menargetkan agar panen jagung di Sumut tahun depan bisa mencapai 2,5 juta ton. Oleh karena itu, untuk mencapai target tersebut, Ia mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat untuk bisa bekerja sama.

Pemkab diminta gerak cepat untuk menangani semua masalah yang timbul dari para petani. Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin pun mengatakan akan memberikan fasilitas terbaik bagi para petani agar Langkat dapat berkontribusi menjaga kestabilan harga jagung di Sumut.

"Saat ini total luas lahan jagung di Desa Namu Ukur Utara 456 hektare. Sementara yang baru ditanami di Desa Namu Ukur Utara, luasnya baru 100 hektare lebih," ujarnya.

Tahun ini panen jagung baru mencapai 7 sampai 8 ton per hektarenya. Namun, Terbit mengaku siap meningkatkan hasil panen jagung di Langkat sesuai instruksi Gubernur Edy.

3 dari 3 halaman

Petani Berharap Kementan Terus Beri Bantuan

Sementara itu, di tempat terpisah, perwakilan petani di Desa Siempat Rube 2, Kecamatan Siempat Rube, Kabupaten Pakpak Bharat, Jakkop Padang mengatakan, Ia merasa senang mendapatkan bantuan pupuk dari Kementerian Pertanian (Kementan). Ia mendapat pupuk subsidi yakni pupuk urea dan SP36. Ia pun merasa cukup terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

"Bantuan yang kita dapat adalah pupuk subsidi. Selama ada itu, stok pupuk kita aman," ujarnya pada Rabu (29/9).

Hal senada diutarakan oleh Ketua Kelompok Tani (Poktan) di Desa Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Holong Hasugian. Ia mengaku pertanian di Desa Parlilitan juga didukung penuh oleh pemerintah. Ia sendiri sudah pernah mendapatkan bantuan dari Kementan berupa hand tractor.

"Ada banyak bantuan, tahun 2020 akhir kami dapat hand tractor. Selain itu ada juga bantuan bibit jagung dan pupuk subsidi," katanya. Ia berharap Kementan terus memberikan dukungan kepada petani jagung di daerahnya.

"Kalau petani disini berharap bibit bantuan yang diberikan lebih berkualitas misalnya jenis pioneer, karena yang selama ini diberikan adalah  jenis BISI. Dan petani juga berharap penyaluran pupuk subsidi lebih merata," ungkapnya.

(mdk/far)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami