Mengenal Fetish Disorder, Gangguan Seksual yang 'Terobsesi' pada Benda Mati

Mengenal Fetish Disorder, Gangguan Seksual yang 'Terobsesi' pada Benda Mati
SUMUT | 30 Juli 2020 17:15 Reporter : Ani Mardatila

Merdeka.com - Baru-baru ini jagad dunia maya dihebohkan dengan utas dari akun twitter@m_fikris menceritakan pengalamannya saat diminta membantu ‘riset’ seseorang yang tak dikenalnya.

Rupanya ‘riset’ tersebut diduga hanyalah sebuah bagi si pelaku yang disebutnya sebagai 'predator' yang memiliki fetish kain jarik. Dari kisah yang diunggahnya itu, membuat banyak korban lain ikut buka suara dan menjadi viral.

Beberapa orang menduga si pelaku ini mengidap fetish atau kelainan seksual. Menurut edisi baru dari manual kesehatan mental, DSM-5, fetish mungkin merupakan pengalaman multisensor.

Seseorang dengan fetish mungkin mencium, merasakan, menggosok, atau bersikeras bahwa pasangan seksual memakai objek ketertarikan mereka. Seringkali, fetishist, hampir selalu seorang pria, yang tidak dapat dibangkitkan gairahnya tanpa objek-objek ini.

Tetapi edisi terbaru, DSM-5, mengklasifikasikan minat erotis intens pada bagian tubuh tertentu, seperti kaki atau rambut, sebagai fetishisme.

Baca Selanjutnya: Apakah Fetish Termasuk Gangguan Mental?...

Halaman

(mdk/amd)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami