Mengenal Kanker Tenggorokan, Penyakit Ibunda Jokowi Sebelum Meninggal

Mengenal Kanker Tenggorokan, Penyakit Ibunda Jokowi Sebelum Meninggal
SUMUT | 26 Maret 2020 14:00 Reporter : Ayu Isti Prabandari

Merdeka.com - Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan kabar duka yang datang dari orang nomor satu di Indonesia, yaitu Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi baru saja kehilangan Ibunda tercinta, Sudjiatmi Notomiharjo yang meninggal pada Rabu (26/3) sore di Rumah Sakit Slamet Riyadi, Solo.

Seperti dilansir dari laman Liputan6.com, meninggalnya Ibunda Jokowi ini akibat penyakit kanker yang dideritanya selama 4 tahun terakhir. Sebelumnya, Ibunda Jokowi sudah menempuh upaya pengobatan di RSPAD Gatot Subroto untuk menyembuhkan penyakit kanker yang dideritanya.

"Seperti yang kita tahu bahwa, ibu ini sudah 4 tahun menderita sakit, yaitu kanker. Sudah berobat, ikhtiar di rumah sakit RSPAD Gatot Subroto, tetapi memang Allah sudah menghendaki," ujar Jokowi saat menggelar konferensi pers di rumah duka.

Kabar menyebutkan bahwa penyakit kanker yang diidap Ibunda Jokowi ini adalah kanker tenggorokan. Dalam situs Halodoc menyatakan bahwa kasus kanker tenggorokan di Indonesia menempati urutan ke-4 sebagai jenis kanker yang banyak diderita, setelah kanker payudara, serviks dan paru.

Lalu seperti apa bahaya dari penyakit kanker tenggorokan itu sendiri? Merangkum dari berbagai sumber, berikut merdeka.com memberikan penjelasan beberapa hal mengenai penyakit kanker tenggorokan yang perlu Anda ketahui.

1 dari 3 halaman

Apa Itu Kanker Tenggorokan?

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kanker tenggorokan adalah penyakit tumor ganas yang tumbuh dan berkembang di area tenggorokan. Tumor tersebut tumbuh dari sel-sel yang semakin berkembang berlipat ganda secara tidak terkendali. Tumor ini dapat tumbuh di salah satu bagian tenggorokan, baik dapat terjadi di bagian tenggorok (faring) atau kotak suara (laring).

2 dari 3 halaman

Gejala Kanker Tenggorokan

Pada penyakit kanker tenggorokan, terdapat gejala yang beragam bagi setiap penderitanya. Bahkan sangat mungkin gejala yang muncul dari penderita satu dengan yang lain tidak sama. Namun terdapat beberapa indikasi atau gejala umum yang dapat muncul, seperti :

  • Terjadinya perubahan suara, misalnya suara menjadi serak atau cara bicara menjadi tidak jelas
  • Sulit menelan
  • Batuk kronis yang tidak kunjung sembuh
  • Sakit tenggorokan
  • Telinga terasa sakit atau berdengung
  • Terdapat benjolan yang tidak kunjung sembuh
  • Terjadi penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Pembengkakan pada mata, rahang, tenggorokan atau leher

Gejala yang mungkin muncul pada penyakit kanker tenggorokan ini cenderung mirip dengan gejala gangguan kesehatan lain. Dengan begitu, deteksi dari penyakit ini juga cenderung sulit dan membutuhkan waktu untuk bisa mendapatkan diagnosa secara jelas. Bila Anda mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang cepat dana tepat.

3 dari 3 halaman

Faktor Risiko Kanker Tenggorokan

Seperti diketahui, penyakit kanker tenggorokan terjadi karena adanya mutasi genetik yang terjadi pada sel-sel di dalamnya. Sel-sel tersebut pun akan tumbuh abnormal atau tidak terkendali dan akan terus hidup setelah sel sehat mati. Berkembangnya sel tersebut semakin lama akan membentuk tumor pada tenggorokan.

Pada dasarnya risiko penyakit kanker tenggorokan ini lebih besar terjadi pada beberapa orang yang mempunyai kebiasaan konsumsi tembakau atau konsumsi minuman alkohol berlebihan. Pada orang yang mengonsumsi tembakau, bisa dengan cara rokok maupun konsumsi tembakau kunyah secara langsung.

Selain itu, risiko kanker tenggorokan juga dapat terjadi pada orang yang tertular virus menular seksual (HPV), penyakit gastroesophageal (GERD), atau juga orang yang terlalu banyak mengonsumsi garam juga kurangnya asupan buah dan sayur.

(mdk/ayi)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami