Mengenal Zoom Meetings Basic, Aplikasi Video Conference untuk Meeting Selama WFH

Mengenal Zoom Meetings Basic, Aplikasi Video Conference untuk Meeting Selama WFH
SUMUT | 6 April 2020 16:04 Reporter : Ayu Isti Prabandari

Merdeka.com - Di tengah penanganan pandemi virus Corona, pemerintah Indonesia telah mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing. Kebijakan ini mengharuskan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas di rumah. Seperti belajar di rumah, beribadah di rumah, serta bekerja dari rumah.

Adanya imbauan tersebut, banyak masyarakat yang tengah menerapkannya. Terutama para pegawai atau karyawan kantor yang mulai bekerja dari rumah.

Di tengah kebijakan Work From Home (WFH), kini muncul aplikasi video call yang sedang naik daun selama pendemi corona ini. Tidak lain adalah aplikasi Zoom.

Dilansir dari Liputan6.com, zoom merupakan salah satu aplikasi konferensi video atau video call yang bisa digunakan untuk melakukan pertemuan atau rapat dengan berbasis video.

Dengan aplikasi ini memungkinkan tatap muka secara online untuk membahas suatu topik, seperti layaknya bertatap muka langsung.

Aplikasi Zoom sendiri menyediakan beberapa aplikasi dan layanan, termasuk di dalamnya adalah Zoom Meeting. Layanan ini mempunyai empat macam paket yang bisa digunakan, yaitu Zoom Meetings Basic, Pro, Bussiness dan Enterpise. Pada layanan Basis sendiri dapat mendukung hingga 100 pengguna.

Dirangkum dari Liputa6.com, berikut beberapa hal yang perlu diketahui jika Anda ingin menggunakan aplikasi Zoom Meetings paket Basic selama Work From Home.

1 dari 4 halaman

Mulai Pertemuan

mengenal zoom meetings basic aplikasi video conference untuk meeting selama wfh

2020 Merdeka.com/Liputan6.com

Untuk memulai pertemuan atau konferensi video melalui Zoom Meetings paket Basic, salah seorang peserta harus membuka sesi pertemuan terlebih dahulu. Kemudian, orang tersebut harus mengundang peserta lain dengan membagikan tautan undangan atau ID untuk diikuti.

Setelah itu, peserta dapat memilih tampilan layar yang tersedia. Anda dapat memilih semua peserta ditampilkan dalam satu layar secara bersamaan. Atau Anda juga bisa memilih tampilan peserta yang sedang berbicara dalam ukuran besar, sementara peserta yang lain dalam ukuran lebih kecil.

2 dari 4 halaman

Beberapa Fitur

Dalam menjalankan aplikasi Zoom Meetings paket Basic ini, akan tersedia menu group-chat dan private chat yang terletak di samping kanan layar. Pada menu ini memungkinkan peserta melakukan percakapan teks secara grup atau kelompok maupun personal.

Selain teks, kolom chat juga mendukung pengiriman berbagai macam file yang ingin dibagikan antar peserta. Di samping itu, aplikasi ini juga menyediakan beberapa fitur lain. Seperti latar belakang virtual, plugins untuk Chrome dan Outlook, screen-sharing, private-chat dan group-chat, papan tulis, serta fungsi moderasi.

Pada fitur screen-sharing yang aktif, peserta dapat menggunakan fitur papan tulis yang memungkinkan pengguna untuk mengetik atau menggambar sesuatu. Aktivitas tersebut dapat ditampilkan secara otomatis pada peserta lain, sehingga bisa secara langsung dan melihat bersama-sama. Bukan hanya itu, sesi konferensi video ini pun dapat direkam dalam format MP4 atau M4A.

3 dari 4 halaman

Durasi Empat Puluh Menit

Di balik berbagai macam fitur yang dapat digunakan, aplikasi ini masih memiliki keterbatasan dalam penggunaannya. Paket Basic yang disediakan aplikasi Zoom Meetings ini hanya memungkinkan pengguna untuk melakukan rapat atau pertemuan dalam durasi 40 menit saja, jika dilakukan lebih dari 2 peserta. Sedangkan jika pertemuan hanya melibatkan dua peserta saja, Zoom dapat memberikan durasi tak terbatas.

Bukan hanya itu, aplikasi ini juga mengharuskan peserta atau pengguna dengan koneksi internet yang cepat dan stabil. Jika tidak, konferensi video yang dilakukan tidak akan berjalan dengan lancar. Terlebih jika aplikasi ini digunakan oleh banyak orang.

4 dari 4 halaman

Masalah Keamanan

ilustrasi aplikasi zoom

2020 REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Di tengah tren penggunaan aplikasi Zoom Meetings untuk keperluan Work From Home, ternyata masalah keamanan data pengguna aplikasi ini masih menjadi perdebatan. Dikutip dari laman Liputan6.com, aplikasi ini belum dilengkapi dengan metode end-to end untuk pengamanan penggunanya. Hal ini juga dikonfirmasi oleh juru bicara zoom sendiri.

"Saat ini tidak mungkin untuk menerapkan enkripsi end-to-end pada video meeting Zoom."

Berdasarkan laporan The Verge, Zoom menggunakan enskripsi TLS standar yang sama digunakan dalam web browser untuk mengamankan website HTTPS.

Pada praktiknya, ini berarti data dienkripsi antara pengguna dengan server Zoom, sama seperti konten Gmail atau Facebook.

Sedangkan enskripsi end-to-end itu sendiri mengacu pada perlindungan konten antar pengguna, bahkan penyedia layanan tidak dapat mengakses konten yang dibagikan pengguna sama sekali, seperti Signal dan WhatsApp.

Seperti dilansir dari Liputan6.com, aplikasi Zoom sendiri tampaknya hanya mendukung enskripsi end-to-end pada chat pengguna di video meeting.

Zoom mengaku, tidak memiliki kunci untuk membuka pesan tersebut. Perusahaan juga mengklaim hanya mengumpulkan data pengguna yang perlu ditingkatkan layanannya. Termasuk di antaranya data alamat IP, detail OS perangkat, dan detail perangkat.

Zoom juga menyebut, tidak mengizinkan karyawan mereka untuk mengakses konten video meeting tertentu. Penyedia aplikasi group video call ini juga menekankan mereka tidak menjual data pengguna dalam bentuk apa pun. Namun, ada kemungkinan bahwa perusahaan dapat dipaksa menyerahkan rekaman video meeting untuk proses hukum.

(mdk/ayi)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5