Menguji Nyali di Pulau Ular Bima NTB, Berani Coba?

Menguji Nyali di Pulau Ular Bima NTB, Berani Coba?
Pulau Ular Bima NTB. ©2021 Merdeka.com/Husnul Khatimah
SUMUT | 22 November 2021 10:40 Reporter : Tyas Titi Kinapti

Merdeka.com - Dari bibir pantai Oi Caba, batu karang besar terlihat dari kejauhan. Sekilas memang seperti batu biasa, namun batu karang yang memiliki luas sekitar 800 meter persegi itu adalah Pulau Ular Bima NTB. Seperti namanya, Pulau Ular ini dihuni bukan manusia.

Ratusan ular laut mendiami pulau ini. Tersembunyi di celah-celah batu karang. Bagi beberapa orang, hewan melata ini terasa mengerikan. 1 ekor saja cukup membuat orang merasa takut.

Namun, untuk kamu pencinta reptil atau yang suka tantangan. Pulau Ular Bima NTB adalah tempat yang cocok. Kamu akan merasakan serunya berburu ular di pulau eksotis ini.

pulau ular bima ntb
©2021 Merdeka.com/Husnul Khatimah

Menginjakkan kaki di Pulau Ular, pengunjung akan mendaki batu karang terlebih dahulu. Di sini lah, perburuan ular dimulai. Batu karang itu merupakan habitat bagi ratusan ular jenis ular laut gelang. Bersembunyi di celah bebatuan dinding-dinding dan celah-celah karang di pulau yang bernama Nusa Nipa ini.

Ular dengan nama latin Laticauda colubrina ini termasuk semiakuatik dan beraktivitas di dalam air ketika mencari makanan. Hewan melata ini juga beraktivitas di darat (pesisir) ketika akan berganti kulit, istirahat, atau bereproduksi.

Oleh karena itu, tidak selamanya Pulau Ular selalu ada banyak ular. Dalam waktu tertentu terkadang ular di pulau ini sulit didapatkan.

pulau ular bima ntb
©2021 Merdeka.com/Husnul Khatimah

Rasa senang menyelimuti saat bisa mendapat ular. Meskipun ular berwarna belang biru dan hitam ini memiliki bisa, namun pengunjung tetap bisa bercengkrama dengan ular-ular ini. Pasalnya, ular ini tak akan mengeluarkan racunnya hingga ia benar-benar dalam keadaan yang sangat terdesak.

Meskipun begitu, pengunjung tidak boleh membawa pulang ular ini. Dilarang keras membawa ular laut ini dibawa keluar dari habitatnya. Tak hanya para pengunjung saja, nelayan yang menemukan ular di jaringnya pun dilepaskan kembali.

Masyarakat sekitar percaya ular-ular ini dapat membawa keberkahan dan menjaga wilayah sekitarnya. Selain itu, masyarakat menganggap ular laut yang ada di Pulau Ular itu sedang menumpang istirahat sebelum ke laut lagi untuk mencari makan.

pulau ular bima ntb
©2021 Merdeka.com/Husnul Khatimah

Dulunya, warga sekitar takut untuk mengunjungi pulau ii. Namun pada awal 1990-an emat pemuda datang ke pulau ini. Mereka memegang ular dan terkejut karena ular di sini jinak tidak menggigit.

Selain itu, ada legenda yang dipercaya oleh warga sekitar. Pulau Ular disebut berasal dari kapal Portugis yang terbalik. Ular-ular di pulau tersebut adalah jelmaan manusia dari awak kapal yang terperangkap di kapal terbalik itu.

Beberapa orang percaya kisah ini karena ular di Pulau Ular tidak menggigit dan jinak. Kisah-kisah ini biasanya diceritakan nelayan saat pengunjung pulau menyeberang dari tepi pantai Desa Pai. Para nelayan juga biasanya akan memegang ular itu lebih dulu dan mempersilakan pengunjung jika ingin memegangnya.

pulau ular bima ntb
©2021 Merdeka.com/Husnul Khatimah

Pulau ini memang sangat eksotis dengan hamparan air berwarna biru yang sangat jernih. 1 pohon rimbun dengan ilalang tumbuh lebat di pulau ini. Melengkapi kecantikan dan keeksotisan Pulau Ular.

Untuk sampai ke Pulau ini, pengunjung hanya perlu menempuh perjalanan dengan perahu selama 15 menit dari bibir pantai Pantai Oi Caba. Pulau ular dapat dijangkau dengan waktu tempuh sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Bima menggunakan transportasi darat. Berani berburu ular di pulau ini?

(mdk/Tys)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami