Mengunjungi Piramida Bersejarah Pulau Kisar, Unik Peninggalan Penjajah

Mengunjungi Piramida Bersejarah Pulau Kisar, Unik Peninggalan Penjajah
Piramida Pulau Kisar. ©2021 Merdeka.com/Eddie Likumahua
SUMUT | 25 November 2021 06:00 Reporter : Ibrahim Hasan

Merdeka.com - Provinsi Maluku didominasi oleh kepulauan yang tersebar luas. Melingkupi Laut Halmahera, Laut Maluku, Laut Banda dan Laut Seram. Salah satunya pulau kecil bernama Pulau Kisar yang berada di Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Sudah banyak tahu, Maluku terkenal dengan sejarah kelam dengan para penjajah. Yang dibuktikan dengan Piramida Kisar unik ini.

Sekilas dari jauh memang tampak aneh menyerupai bangunan di atas bukit. Konon susunan batu menyerupai piramida Mesir ini dibangun oleh bangsa Belanda sebagai penanda dan pos pemantauan. Tepatnya pada tahun 1664, di tempat inilah jan De Leuw atau Tuan Yambelien dengan anak buahnya bersama-sama Koholok Pakar mendarat.

Kedatangan rombongan penjajah ini memiliki tujuan untuk mencari tahu penyebab kekacauan yang terjadi di Pulau Kisar yang melibatkan masyarakat lokal dengan bangsa Belanda dan Portugis.

piramida pulau kisar

©2021 Merdeka.com/Eddie Likumahua


Uniknya banunan mengerucut ini disusun hanya menggunakan batu yang ada di sekitar Pulau Kisar. Bahkan cara menyusunnya sama sekali tidak menggunakan perekat dan masih berdiri hingga kokoh selama ratusan tahun hingga saat ini.

Meski begitu, tidak ada yang tahu bentuk awal dari piramida Kisar. Namun hingga saat ini, bentuk segi empat mengerucut membuat warga setempat menyebutnya dengan Piramida Kisar. Beberapa warga lokal juga sering menyebutnya Piramida Wadalahar karena berada di kawasan Wadalahar yang berupa karang dan pegunungan.

piramida pulau kisar

©2021 Merdeka.com/Eddie Likumahua


Letak geografisnya sangat strategis karena berada di atas bukit. Letak piramida ini sangat tepat mengingat maksud dari pembuatan susunan batu ini sebagai penanda bagi kapal-kapal yang berlabuh pada masa itu karena dari lokasi piramida ini dapat melihat Lautan Timor yang hingga melihat Pulau Flores.

Langsung berhadapan dengan laut membuat Piramida Kisar sangat sempurna sebagai pos pengintaian. Namun lokasi ini tidak menyediakan cukup sumber air sehingga tidak bisa dijadikan lokasi untuk dibangun benteng pertahanan.

piramida pulau kisar

©2021 Merdeka.com/Eddie Likumahua


Piramida Kisar ini terletak di bukit karst di tepi pantai sisi barat Pulau Kisar dengan jarak 1 km dari Pelabuhan Nama, dengan ketinggian 54 mdpl. Di sekitar piramida ini terdapat padang rumput yang tumbuh di dataran karst dan pohon perdu serta semak belukar. Bentuk piramida ini dengan ukuran 10.8 m x 11 m dan disusun bertingkat hingga empat tingkatan yang masing-masing tingkatan mempunyai selisih jarak 50-60 cm.

Di atas bukit kecil ini pemandangan sangat memanjakan mata. Langsung dihadapkan pada laut yang biru berpadu dengan birunya langit. Sekitar kawasan bukit terlihat hewan hewan ternak warga sekitar berupa kambing dan domba dilepas begitu saja. Hewan hewan ini cukup ditandai dengan lonceng yang berada di lehernya, Jika hari sudah sore, si pemilih hewan datang bisa mudah menemukan hewan peliharaannya.

piramida pulau kisar

©2021 Merdeka.com/Eddie Likumahua


Beberapa peninggalan sejarah lain di Pulau Kisar ialah Benteng Wonreli dan Desa Kota Lama. Selain itu, ada buah khas di sana yang diberi nama lemon kisar yang konon dibawa oleh bangsa Belanda yang sudah berkali-kali gagal menanamnya di berbagai wilayah sebelumnya dan hanya berhasil ditanam di Kisar.

Lautan biru di Pulau Kisar menandakan laut yang jernih. Secara kasat mata, airnya yang jernih memperlihatkan terumbu karang yang indah. Spot ini sering dipakai sebagai destinasi snorkeling oleh para wisatawan.

(mdk/Ibr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami