Penyebab Virus Corona dapat Menyebar dan Meluas, Kenali Gejalanya

Penyebab Virus Corona dapat Menyebar dan Meluas, Kenali Gejalanya
SUMUT | 24 Maret 2020 13:00 Reporter : Dimas Putra Mandegani

Merdeka.com - Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) makin meluas. Tercatat ketika artikel ini ditulis ada sebanyak 341.696 kasus di 192 Negara positif terjangkit Virus Corona dengan rincian 14.753 kematian dan 99.041 berhasil sembuh.

Di Indonesia, kasus positif virus Corona semakin bertambah. Kasus positif corona virus di Indonesia bertambah 65 orang sehingga total 579 orang dengan rincian 49 pasien meninggal dan 30 pasien sembuh.

Pandemi virus ini semakin meluas di berbagai negara di dunia. Paling baru, Amerika Serikat menjadi negara dengan lonjakan kasus paling banyak sejumlah 8.178 kasus. Beberapa video di berbagai belahan dunia juga menunjukkan akibat yang ditunjukkan oleh virus Corona.

Di Italia dan Spanyol sudah diberlakukan lockdown. Liga olahraga di Prancis dan Inggris ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Di Indonesia, virus Corona tidak hanya menyerang warga sipil, namun juga tenaga medis yang menangani. Sebanyak 25 petugas medis di Jakarta terinfeksi, satu di antaranya meninggal dunia.

Persediaan alat-alat kesehatan seperti masker, handscoond dan ADP juga menipis di berbagai rumah sakit. Pemerintah mulai memerintahkan untuk melakukan kegiatan dari rumah. Mulai dari sekolah yang diliburkan, kebijakan work from home dan social distancing.

Kebijakan pemerintah juga didukung oleh tokoh masyarakat, public figure dan influencer. Gerakan-gerakan seperti #dirumahaja mulai ramai di media sosial. Kampanye ini menggerakkan masyarakat untuk tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak, selebihnya beraktivitas di rumah.

Efek dari kebijakan ini membuat beberapa perkantoran menyuruh karyawan mereka bekerja di rumah, sehingga meminimalisir kontak fisik untuk pencegahan virus.

1 dari 4 halaman

Penyebab Virus Corona

Dilansir dari Alodokter, virus Corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyebab virus Corona atau COVID-19 berasal dari coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan.

Coronavirus umumnya hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti influenza. Lebih jauh, coronavirus juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Beberapa ahli menduga coronavirus awalnya ditularkan dari hewan ke manusia, seperti gaya hidup warga Wuhan, China, yang mengonsumsi daging hewan ekstrem. Kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular antar manusia.

2 dari 4 halaman

Cara Penularan Virus Corona

Setelah mengetahui penyebab virus Corona, penting juga untuk mengenal cara penularan virus Corona. Ada beberapa cara penularan virus Corona, yaitu:

1. Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita virus

2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita virus Corona

3. Kontak jarak dekat dengan penderita virus Corona, seperti berjabat tangan dan bersentuhan

3 dari 4 halaman

Gejala Virus Corona

COVID-19 dimulai dari gejala demam di atas 38 derajat Celcius, pilek, batuk tidak berdahak, sakit tenggorokan dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat seperti demam tinggi, sesak napas dan nyeri dada.

Gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari hingga 2 minggu setelah terpapar virus Corona. Jika seseorang mengalami gejala tersebut, sangat dianjurkan untuk dibawa ke rumah sakit rujukan virus Corona untuk segera ditangani lebih lanjut.

Rumah sakit langsung memastikan diagnosa COVID-19 dengan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti uji sampel darah, tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR) dan rontgen dada guna mendeteksi cairan di paru-paru.

Setelahnya, pasien terjangkit harus diisolasi dari dunia luar, agar tenaga medis dan orang-orang yang berada di sekitar rumah sakit tidak tertular virus Corona. Tim tenaga medis juga menggunakan APD untuk meminimalisir kontak fisik dengan pasien terjangkit.

Penyakit virus Corona bisa disembuhkan. Korban meninggal terpapar virus Corona tidak hanya semata disebabkan oleh COVID-19, namun juga dipengaruhi faktor usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan juga penyakit lain yang sudah ada sebelumnya.

4 dari 4 halaman

Pencegahan Virus Corona

Kampanye social distancing yang digalakkan di media sosial sebenarnya bisa dianggap sebagai bagian dari pencegahan virus Corona. Hal itu meminimalisir kontak dengan orang banyak yang kita tidak tahu terpapar virus atau tidak. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah datangnya virus Corona ke tubuh seseorang, yaitu:

- Menghindari berkunjung ke public space yang ramai pengunjung (social distancing)

- Menggunakan masker ketika merasa flu atau batuk

- Rutin mencuci angan dengan air dan sabun atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 70% setelah beraktivitas

- Tidak menyentuh bagian wajah sebelum mencuci tangan

- Menghindari kontak dengan hewan, bila terjadi segera cuci tangan

- Memasak daging hingga benar-benar matang

- Menutup mulut dan hidung menggunakan tisu/siku bagian dalam ketika batuk dan bersin, kemudian membuang tisu ke tempat sampah

- Menjaga kebersihan benda yang sering disentuh

Cara berbeda dilakukan agar pasien yang terpapar virus Corona agar tidak menulari orang lain, yaitu:

- Tidak keluar rumah, kecuali untuk berobat

- Memeriksakan diri ke dokter hanya bila mengalami gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

- Mengisolasi diri dari orang yang tidak terpapar

- Melarang orang lain untuk menjenguk

- Hindari berbagi penggunaan benda-benda di sekitar seperti alat makan dan mandi

(mdk/asr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami