Perbedaan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Hand Sanitizer, Bersih Mana?

Perbedaan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Hand Sanitizer, Bersih Mana?
SUMUT | 28 Maret 2020 11:15 Reporter : Dimas Putra Mandegani

Merdeka.com - Maraknya virus corona (COVID-19) di Indonesia makin mencemaskan warga. Tak tanggung-tanggung, banyak warga yang mulai memborong makanan hingga masker untuk persediaan. Salah satu barang yang diborong habis di pasaran adalah hand sanitizer. Apakah hand sanitizer efektif untuk membunuh virus corona?

Beberapa penelitian menunjukkan mencuci tangan dengan sabun ternyata lebih efektif daripada menggunakan hand sanitizer. Namun, sifat praktis hand sanitizer ini jadi daya tarik masyarakat untuk membeli.

Apa perbedaan cuci tangan pakai sabun dengan hand sanitizer? Lebih bersih mana? Berikut penjelasan Alex Berezow, Mikrobiologist and Vice President of Scientific Communications dikutip dari Insider.

1 dari 4 halaman

Sabun Cuci Tangan

cuci tangan

Shutterstock/lyf1

Centers of Disease Control and Prevention (CDCD) mengatakan bahwa secara tidak langsung mencuci tangan akan mengurangi dan membunuh jumlah kuman di tangan. Sabun dan air lebih efektif daripada pembersih tangan, terutama ketika tangan terlihat berminyak atau kotor.

Pembersih tangan tidak akan membersihkan secara efektif pada saat setelah berolahraga atau makan dimana tangan berminyak dan kotor. Menggunakan sabun jauh lebih efektif daripada dengan air biasa karena sabun mengandung surfaktan, yaitu zat yang mengangkat minyak dan mikroba dari kulit.

CDC merekomendasikan agar membasahi tangan dengan air mengalir, mematikan keran dan menggosokkan tangan dengan sabun setidaknya 20 detik. Area punggung tangan, di bawah kuku dan di antara jari-jari harus dipastikan bersih dan terkena sabun.

Perlu diperhatikan, setelah membasahi tangan dengan sabun, bilas tangan di bawah air mengalir dan lap dengan handuk bersih. Mengapa tangan harus kering? Karena kuman dapat dipindahkan dengan mudah dari tangan yang basah. Sabun dan air adalah kombinasi yang efektif untuk mencegah penyebaran virus, bakteri dan penyakit namun tidak untuk infeksi.

2 dari 4 halaman

Cara Mencuci Tangan

Pengurus Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) mengatakan, saat mencuci tangan juga perlu dibersihkan dengan detail agar kuman, virus dan bakteri terbunuh.

Cara yang tepat mencuci tangan menurut PDEI adalah sebagai berikut:

1. Membasahi kedua tangan dengan air bersih yang mengalir, lalu matikan dan tuangkan sabun secukupnya.
2. Menggosok kedua tangan, pastikan sela-sela jari, kedua punggung tangan dan bawah kuku dibersihkan.
3. Mengaitkan seluruh jari dan telapak tangan untuk saling menyentuh, kemudian menggosok bagian dalam dan bergantian dua sisi tangan.
4. Tukar posisi dengan mengaitkan jari-jari tangan kiri di atas punggung tangan kanan dan menggosok bagian punggung tangan bergantian.
5. Menggosok jempol kiri menggunakan tangan kanan dengan gerakan memutar, begitu juga sebaliknya.
6. Proses tersebut selama kurang lebih 20 detik selama menggosok tangan.
7. Membilas tangan hingga bersih dengan air yang mengalir.
8. Mengeringkan kedua tangan dengan handuk bersih atau di angin-anginkan.
9. Jika memungkinkan, matikan keran menggunakan siku untuk menghalangi tangan yang bersih saat mematikan keran.

3 dari 4 halaman

Hand Sanitizer

ilustrasi hand sanitizer

Shutterstock

Dilansir oleh Insider, hand sanitizer efisien untuk membunuh beberapa mikroba, tapi tidak semua. Ada tiga bakteri yang tidak dapat terlindungi:

Cyptosporidium, infeksi parasite yang menyebabkan penyakit pernapasan dan pencernaan.
Norovirus, infeksi yang menyebabkan mual dan diare.
Clostridium difficile, bakteri infeksi yang menyebabkan gangguan dan radang usus.

Menurut CDC, hand sanitizer yang berguna mengandung setidaknya 60% alkohol. Sangat tidak dianjurkan menggunakan bahan yang beralkohol kurang dari 60% karena alih-alih memberantas kuman, hand sanitizer hanya akan mengurangi pertumbuhan bakteri.

Perlu diperhatikan, penggunaan hand sanitizer terlalu sering akan menyebabkan tangan menjadi kering dan pecah-pecah hingga berdarah, terlebih dengan kondisi kulit yang sensitif. Namun ada juga hand sanitizer yang membantu menenangkan kulit, yaitu yang mengandung emolien.

Mencuci tangan dengan sabun terlalu lama dan dengan air panas juga akan menyebabkan kulit kering hingga berdarah.

4 dari 4 halaman

Kesimpulan

Alex Berezow mengungkapkan, sabun adalah pembersih yang dapat menyingkirkan bakteri dan alkohol pada hand sanitizer akan membunuhnya secara langsung. Sabun dan air adalah pilihan yang efektif untuk menghilangkan bakteri.

CDC menyarankan untuk menggunakan hand sanitizer dengan kadar alkohol 60% ketika sedang berada di tempat yang susah air dan sabun. Hand sanitizer sangat efektif digunakan untuk membunuh bakteri sebagai pengganti air jika tidak memungkinkan.

Jika kondisi tangan berminyak, sangat tidak disarankan menggunakan hand sanitizer karena hanya akan memperluas penyebaran virus dibanding menghilangkannya.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang bersih adalah pertahanan terbaik untuk menghindari virus seperti corona. Cuci tangan sebelum makan, setelah buang air kecil/besar, menutup hidung saat bersin, menyentuh binatang hingga sampah. Berhati-hatilah jika sedang merawat seseorang yang sakit. Siapkan masker dan sering cuci tangan untuk menghindari virus yang masuk, termasuk corona.

(mdk/dim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami