Perbedaan Junk Food dan Fast Food yang Kerap Dianggap Sama, Ketahui Dampaknya

Perbedaan Junk Food dan Fast Food yang Kerap Dianggap Sama, Ketahui Dampaknya
SUMUT | 15 Oktober 2020 09:15 Reporter : Ani Mardatila

Merdeka.com - Kerap kali kita mendengar larangan untuk tidak memakan junk food maupun fast food secara berlebihan. Namun sebelum melakukannya, penting diketahui apa itu junk food dan fast food serta apa saja makanan yang termasuk di dalamnya.

Dipercaya secara luas bahwa istilah junk food diciptakan pada tahun 1972 oleh Michael Jacobson, direktur American Center for Science in the Public Interest (sebuah organisasi advokasi konsumen yang berfokus pada kesehatan dan nutrisi).

Selama bertahun-tahun, makanan cepat saji dan junk food dianggap satu dan sama dan inilah saatnya kita memahami bahwa keduanya serupa, tetapi tidak identik. Penting untuk diingat bahwa meskipun mereka semua sangat sering masuk dalam kategori 'tidak sehat', itu juga tidak sepenuhnya benar.

Baik makanan cepat saji maupun junk food didefinisikan dengan banyak cara di berbagai kamus dan forum kuliner. Meskipun sedikit berbeda, inti dari berbagai definisi ini adalah:

• Makanan cepat saji atau fast food adalah jenis makanan yang Anda dapatkan dari restoran yang dirancang untuk mengirimkan pesanan dengan cara secepat mungkin.

Junk food adalah makanan dengan nilai gizi yang sangat rendah, kadang disebut kaya 'kalori kosong'.

Selengkapnya berikut perbedaan junk food dan fast food beserta contohnya dilansir dari Hungry Forever:

Baca Selanjutnya: Fast Food...

Halaman

(mdk/amd)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami