Sumut Siapkan Kemungkinan 'New Normal', Ini 6 Fakta di Baliknya

Sumut Siapkan Kemungkinan 'New Normal', Ini 6 Fakta di Baliknya
SUMUT | 29 Mei 2020 15:21 Reporter : Fatimah Rahmawati

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini tengah menyiapkan kemungkinan penerapan 'New Normal' seiring dengan upaya untuk kembali menggerakkan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan COVID-19 yang dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Musa Rajekshah di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Jalan Jenderal Sudirman 41 Medan, Kamis (28/5).

Seperti yang dilansir dari laman resmi Humas Pemerintah Provinsi Sumut, Wagub Sumut mengatakan pola hidup baru atau new normal ini harus disiapkan di setiap aspek, mulai dari dunia usaha hingga tempat ibadah. Selain itu, sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan juga masih perlu digalakkan.

Menurut Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumut, Mardiaz Kusin Dwihananto new normal belum bisa dilakukan di Sumut. Angka reproduksi dasar wabah (R0) di Sumut belum memenuhi syarat untuk diberlakukannya new normal yaitu masih berada di angka 1,4. Sedangkan untuk pemberlakuan new normal, syaratnya R0 harus di bawah 1.

Kabinda Sumut, Ruruh Setyawibawa yang juga hadir dalam rapat koordinasi tersebut mengatakan berdasarkan hasil pengamatannya Sumut belum dapat menjalankan new normal lantaran tren penyebaran COVID-19 yang belum menurun hingga sekarang.

Di tengah Pemprov Sumut menyiapkan skenario kemungkinan new normal, ada beberapa fakta di balik persiapan yang menggambarkan kondisi perkembangan kasus COVID-19 dan aktivitas masyarakat. Berikut di antaranya:

1 dari 6 halaman

30 Hotel di Medan Siap Beroperasi Kembali Mulai Juni

Sekitar 30 hotel di Medan yang tergabung dalam Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut yang sempat tutup sejak April 2020 dampak pandemi COVID-19, berencana akan beroperasi lagi mulai 1 Juni 2020.

"Sejumlah hotel yang sempat tutup dampak wabah COVID-19 menyatakan kesiapan untuk beroperasi lagi mulai 1 Juni atau di tanggal yang berbeda di Juni," ujar Ketua Badan Pengurus Daerah PHRI Sumut, Denny S Wardhana di Medan, Kamis (28/5), dilansir dari ANTARA.

Menurutnya, kebijakan ini dilakukan manajemen hotel dengan pertimbangan bisnis hotel dan nasib karyawan yang sudah dirumahkan sejak April. Para manajemen hotel, ujar Denny, sudah mempelajari rencana operasional hotel itu di tengah pandemi COVID-19 di Sumut.

2 dari 6 halaman

Aktivitas Bandara Kualanamu Mulai Ramai Usai Lebaran

Selain itu, peningkatan aktivitas juga terlihat di Bandara Internasional Kualanamu. Meski masih bertepatan dengan arus balik pemudik, namun seperti yang dilansir dari ANTARA pada Rabu (27/5), PT Angkasa Pura II (Persero) menyebutkan, jumlah penumpang yang datang dan pergi di Bandara Internasional Kualanamu mencapai 368 orang dengan menggunakan 10 penerbangan.

Perjalanan menggunakan pesawat sudah bisa dilakukan, namun calon penumpang harus memiliki persyaratan khusus untuk penerbangan sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.

3 dari 6 halaman

SD SMP di Tebing Tinggi Mulai Masuk pada Awal Juli

Wali Kota Tebing Tinggi mengatakan, awal Juli siswa SD SMP di Tebing Tinggi sudah mulai masuk dan memulai kegiatan belajar mengajar (KBM). Oleh karena itu, seluruh guru yang mengajar di SD dan SMP akan dilakukan rapid test di Bulan Juni untuk memastikan semua kondisi aman.

Dilansir dari ANTARA, Wali Kota Tebing Tinggi, H. Umar Zunaidi Hasibuan, menjelaskan direncanakan para guru-guru akan di rapid test mulai  2 Juni sampai dengan 30 Juni, karena awal juli kegiatan belajar mengajar sudah mulai berlangsung.

Umar juga menegaskan setiap sekolah yang akan memulai kegiatan belajar mengajar pada awal Juli nanti, diharapkan sudah memiliki wastafel lebih dari satu agar memudahkan murid untuk mencuci tangan.

4 dari 6 halaman

Lonjakan Kasus COVID-19 Terus Terjadi

Di samping adanya wacana akan dibuka kembali aktivitas masyarakat di beberapa sektor, kasus COVID-19 di Sumut hingga kini masih terus terjadi lonjakan.

Dilansir dari ANTARA, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengumumkan hingga Kamis (28/5), terjadi lonjakan signifikan terhadap jumlah pasien positif terpapar COVID-19 di wilayah tersebut sebanyak 30 orang dalam jangka waktu satu hari saja.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Mayor Kes dr Whiko Irwan, yang mengatakan total jumlah pasien positif berdasarkan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) di Sumut kini bertambah menjadi 362 orang.

5 dari 6 halaman

Zona Merah di Beberapa Daerah Bertambah

Selain itu, jumlah kecamatan di Kota Medan yang masuk zona merah penyebaran COVID-19 hingga Kamis (28/5) bertambah, dan kini berjumlah 20 kecamatan dari total 21 kecamatan di wilayah tersebut.
 
Melalui akun resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Medan, adapun penambahan kecamatan yang masuk zona merah per tanggal 28 Mei 2020 yakni Kecamatan Medan Maimun.

Selain Kota Medan, Kabupaten Langkat kini juga telah berstatus zona merah COVID-19, akibat meningkatnya jumlah warga yang positif terpapar COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Gugus Tugas COVID-19 Langkat, dr H Muhammad Arifin Sinaga MAP, Kamis (28/5), dilansir dari ANTARA.

6 dari 6 halaman

Tiga Puskesmas di Kota Medan Ditutup Akibat COVID-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan juga telah menutup dan mengalihkan sementara layanan di tiga puskesmas di wilayah tersebut, yaitu Puskesmas PB Selayang II Medan yang ditutup sejak Selasa (26/5) dan dialihkan ke Puskesmas Padan Bulan.

Kemudian Puskesmas Kota Matsum yang ditutup sejak Rabu (27/5), yang layanannya dialihkan ke Puskesmas Medan Area Selatan serta Puskesmas Sukaramai. Selanjutnya Puskesmas Medan Sunggal yang ditutup sejak Rabu (27/5), yang layanannya dialihkan sementara ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Seroja di Jalan Puskesmas Seroja dan Pustu Tanjung Rejo di Jalan Setia Budi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Edwin Effendy mengatakan, penutupan di Puskesmas PB Selayang II Medan dan Puskesmas Kota Matsum dilakukan setelah kepala puskesmas setempat dinyatakan terpapar COVID-19. Sementara penutupan di Puskesmas Medan Sunggal dilakukan setelah ada pegawai di puskesmas tersebut juga positif COVID-19.

(mdk/far)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami