Teror Harimau Sumatra Terjadi Lagi, Tertangkap Kamera Saat Mangsa Ternak Warga Sumut

Teror Harimau Sumatra Terjadi Lagi, Tertangkap Kamera Saat Mangsa Ternak Warga Sumut
Teror Harimau Sumatra Terjadi Lagi, Tertangkap Kamera Saat Mangsa Ternak Warga Sumut. liputan6.com ©2020 Merdeka.com
SUMUT | 29 Desember 2020 17:13 Reporter : Fatimah Rahmawati

Merdeka.com - Teror Harimau Sumatra kembali terjadi. Kali ini, harimau ini beberapa kali terlihat masuk di wilayah perkampungan penduduk di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut). Bahkan, dalam sepekan ini, sudah ada tiga ekor lembu milik warga yang dimangsa hewas buas ini.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah V Bahorok, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Palber Turnip mengatakan, kasus konflik pertama kemunculan harimau ini terjadi pada Jumat (18/12). Pihaknya menerima laporan adanya lembu di Blok Hutan Sei Kelam dimangsa harimau.

"Hari itu juga dilakukan pemasangan camera trap. Hasil camera trap menunjukkan kemunculan harimau di lokasi temuan bangkai. Karena ada sisa sedikit bangkai, dibakar untuk menghilangkan dominansi harimau," kata Palber pada Selasa (29/12).

Melansir dari Liputan6.com, berikut informasi selengkapnya.

2 dari 4 halaman

Faktor Kemunculan Harimau

Menurut Palber, kemunculan harimau di wilayah penduduk tak lepas dari masih banyaknya masyarakat yang enggan mengandangkan ternaknya. Warga setempat masih suka menggembalakan ternak di dekat hutan, sehingga memancing datangnya harimau. Padahal, masyarakat telah diimbau untuk mengubah pola penggembalaan.

"Bisa jadi kalau dikandangkan, mereka harus mengambil rumput untuk pakan, jadi mereka memilih menggembalakan," ucapnya.

3 dari 4 halaman

Tertangkap Camera Trap

teror harimau sumatra terjadi lagi tertangkap kamera saat mangsa ternak warga sumutliputan6.com ©2020 Merdeka.com

Kemudian pada Jumat (25/12), Kepala Bidang Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis menyebutkan, pihaknya mendapat laporan adanya 2 ekor lembu yang dimangsa harimau di Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok.

Jarak antara lokasi kemunculan pertama dan kedua ini hanya 6 hingga 7 Km, dan 2 Km dari perbatasan dengan TNGL. Saat itu, tim gabungan dari BBKSDA Sumut, BBTNGL, WCS, Yehuwa, dan lainnya pun langsung ke lokasi.

Kemunculan harimau ini juga sempat terekam camera trap yang dipasang. Terlihat harimau tersebut mencoba memakan bangkai lembu.

"Dari tangkapan camera trap yang dipasang, didapatkan seekor harimau sumatera sedang mencoba kembali dan memakan bangkai lembu," sebutnya.

4 dari 4 halaman

Warga Diminta Ubah Perilaku Beternak

Kasus harimau memangsa ternak warga di Langkat bukanlah yang pertama di tahun 2020. Ada beberapa kasus yang terjadi sebelumnya. Kasus yang terjadi di Lau Damak, lokasi kejadian hanya berjarak 150 meter dari pemukiman warga, dan 2 Km dari TNGL.

Melihat masih tingginya konflik harimau dengan hewan ternak, masyarakat diimbau untuk mengubah perilaku beternak. Salah satunya, tidak lagi dilepasliarkan tetapi dikandangkan.

(mdk/far)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami