Universitas Sumatera Utara Tutup Seluruh Aktivitas Kampus Guna Waspada COVID-19

Universitas Sumatera Utara Tutup Seluruh Aktivitas Kampus Guna Waspada COVID-19
SUMUT | 25 Maret 2020 12:05 Reporter : Fatimah Rahmawati

Merdeka.com - Sejak Indonesia dinyatakan positif Corona atau COVID-19 awal Maret lalu, hingga kini setidaknya sudah ada sebanyak 686 orang pasien yang dinyatakan positif COVID-19 dengan jumlah pasien meninggal lebih dari 50 orang dan pasien sembuh sebanyak 30 orang.

Dengan merebaknya COVID-19 di beberapa daerah di Indonesia juga menyebabkan penutupan sekolah-sekolah di beberapa daerah selama 2 minggu dan banyak universitas atau kampus yang menghentikan pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan kuliah online atau daring. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona COVID-19 semakin meluas.

Salah satu universitas yang juga menetapkan perkuliahan secara online adalah Universitas Sumatera Utara (USU). Namun, Universitas Sumatera Utara (USU) kini kembali meningkatkan keamanan terkait pencegahan penyebaran virus corona COVID-19 yang saat ini telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan tindakan lebih lanjut berupa penutupan penuh segala aktivitas di kampus tersebut, sebagaimana dilansir dari Liputan6.com.

1 dari 3 halaman

Sudah Menerapkan Kuliah Daring Sejak 17 Maret

Sebelumnya, Universitas Sumatera Utara (USU) sudah mengambil langkah antisipatif guna mencegah penyebaran virus Corona COVID-19 dengan menetapkan perkuliahan tanpa tatap muka atau menggunakan sistem online yang disebut daring (dalam jaringan) sejak 17 Maret lalu.

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Profesor Runtung Sitepu mengatakan, sistem kuliah daring ini diterapkan mulai Selasa, 17 Maret 2020. Hal ini juga terkait Instruksi Presiden (Inpres) mengenai sekolah-sekolah dan kampus diliburkan akibat semakin merebaknya corona COVID-19.

"Proses perkuliahan tetap akan jalan, hanya saja melalui daring dan akan berlangsung sampai ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai virus Corona COVID-19," kata Runtung, Minggu (15/3).

Pihak kampus telah menyarankan untuk mengganti perkuliahan tatap muka dengan perkuliahan daring (online) atau learning blended dengan kebijakan program studi (prodi) masing-masing, serta tidak melupakan bimbingan dan pantauan berkala dari dosen hingga keadaan kembali kondusif.

Selain itu, komunikasi dengan mahasiswa terkait kondisi kesehatan atau update materi perkuliahan dan lain-lain juga bisa dilakukan melalui email, WhatsApp dan lain-lain.

2 dari 3 halaman

Tutup Seluruh Aktivitas Kampus Sementara Waktu

Namun, setelah sebelumnya memberlakukan perkuliahan secara online, Universitas Sumatera Utara (USU) kini menutup keseluruhan aktivitas di kampus. Keputusan ini dikeluarkan pihak USU berdasarkan hasil online meetingyang dipimpin langsung Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu. Penutupan seluruh aktivitas dimulai 24 Maret 2020 hingga 7 April 2020.

Penutupan seluruh aktivitas di kampus ini sesuai dengan surat edaran Nomor: 3545/UN5.1.R/KPM/2020 yang di dalamnya tertulis beberapa poin yang harus dilakukan seluruh civitas akademik USU.

Kepala Humas, Promosi dan Protokoler USU, Elvi Sumanti mengatakan, keputusan diambil setelah memperhatikan penularan virus Corona COVlD-19 yang semakin meluas dan mengkhawatirkan.

"Dalam upaya mencegah semakin meluasnya penularan, sejalan dengan imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah dan social distancing, kampus USU ditutup secara penuh untuk sementara," kata Elvi, Senin (23/3).

Selama penerapan ini, seluruh kegiatan dan pelaksanaan tugas-tugas administrasi dikerjakan dari rumah masing-masing atau bekerja dari rumah. Petunjuk lebih lanjut dapat menghubungi dan berkoordinasi dengan pimpinan unit kerja masing-masing.

3 dari 3 halaman

Seluruh Civitas Akademik Diminta Hindari Aktivitas di Luar Rumah

Selama USU dalam masa menutup keseluruhan aktivitas di kampus, seluruh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan diminta menghindari aktivitas di luar rumah. Namun, jika memang sangat diperlukan untuk melakukan kegiatan di luar rumah, seluruh civitas akademik diminta agar menerapkan tindak kewaspadaan dan pencegahan penularan virus corona COVlD-19 sebaik mungkin.

Hal ini senada dengan arahan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi yang beberapa waktu lalu mengimbau kepada warganya untuk saat ini menghindari datang ke lokasi keramaian dan juga disarankan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Selain itu, Edy Rahmayadi juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan. Edy kembali menyarankan untuk jangan bersalaman sementara waktu dan mengajak semua untuk berdoa agar masalah Corona cepat selesai.

(mdk/far)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami