4 Tips Hindari Penipuan Online Bermodus Menang Undian

4 Tips Hindari Penipuan Online Bermodus Menang Undian
Modus Penipuan Digital Makin Beragam, Pastikan Simpan 5 Informasi Ini Rapat-Rapat. ©Shutterstock
TEKNOLOGI | 20 Januari 2021 20:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Tak pandang masa sulit di tengah pandemi, penipuan bermodus undian hadiah tetap marak.

Bagaimana tidak, berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), jumlah serangan siber dari Januari-Agustus 2020 hampir 190 juta kasus.

Angka ini 5 kali lipat dari tahun sebelumnya, di mana modus yang paling banyak muncul adalah serangan phishing.

Phishing sendiri dilakukan dengan memberikan link atau tautan kepada korban yang mengarah ke situs web palsu dan berbahaya. Ketika web dibuka, penjahat siber akan mencuri data pribadi korban, mulai dari nama lengkap, alamat, nomor kartu kredit, sampai ke identitas diri lainnya.

Nah untuk membuat calon korban mengeklik tautan berbahaya itu, biasanya si penjahat siber memberikan iming-iming hadiah hingga program undian. Korban biasanya diminta untuk mengeklik tautan phishing atau bahkan mentransfer sejumlah uang untuk bisa mengklaim hadiah.

Modus ini banyak ditemui di layanan SMS, aplikasi pesan seperti WhatsApp, serta di media sosial. Bagaimana cara menghindari jenis penipuan berkedok menang undian ini? Melansir dari laporan Tekno Liputan6.com, berikut ulasannya!

1. Cermati Situs Web yang akan Diklik

Modus phishing mengarahkan calon korban ke alamat situs web palsu yang mirip dengan situs web asli. Untuk itu, pengguna internet mesti mencermati keaslian sebuah URL sebelum mengekliknya.

Pengguna internet bisa mencari tahu mengenai situs resmi milik penyelenggara undian hadiah dan mengenali tampilan pada halaman situs tersebut.

Misalnya merek Aqua yang menggunakan situs web resmi www.sehataqua.co.id untuk menampilkan informasi promosinya, termasuk undian hadiah. Penipu bisa saja memakai alamat www.sehatagua.com, www.sehataqua-resmi, www.sehtaqua.com untuk mengecoh konsumen yang tidak cermat.

2. Cermati Pengirim Pesan

Modus penipuan bisa dilakukan melalui berbagai platform, misalnya WhatsApp. Untuk itu, jika mendapatkan pesan dari nomor bisnis asing yang menawarkan hadiah pengguna wajib curiga dan mencermati pengirim atau isi pesan.

Misalnya ketika dihubungi oleh akun bisnis WhatsApp yang mengaku sebagai penyelenggara undian berhadiah, cermati nomornya. Pastikan nomor tersebut sama dengan yang tercantum di situs web resmi penyelenggara.

Jika nomornya tidak sama dengan nomor resmi penyelenggara, pengguna WhatsApp dapat melaporkan nomor tersebut.

Caranya, pengguna bisa mengetuk pilihan Laporkan Kontak/ Report secara langsung dari dalam chat. Selanjutnya, WhatsApp akan otomatis menerima pesan melanggar yang telah dilaporkan.

Jika pesan tersebut dinilai melanggar ketentuan layanan WhatsApp, akun akan diblokir.

Tips selanjutnya ada di halaman berikut ya!

Baca Selanjutnya: 3 Hati-Hati Bagi Informasi Pribadi Verifikasi...

Halaman

(mdk/idc)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami