5 Sisi Positif Lontaran Sarkasme Menurut Sains, Nampak Keras Namun Bermanfaat!

TEKNOLOGI | 17 Januari 2020 00:01 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Sarkasme seringkali jadi metode yang disukai banyak orang untuk dilontarkan. Menggunakan bahasa yang berlawanan dengan apa yang dimaksud dengan nada atau aspek non-verbal tertentu, biasanya terdengar kasar, menyindir, atau jahat.

Namun, hal ini terkadang justru jadi lucu, dapat menghibur, dapat meringankan suasana hari, dan menyiratkan kecerdasan karena penggunaannya yang tidak mudah.

Bahkan, ilmuwan banyak menyebut bahwa gumaman sarkasme yang kerap Anda lontarkan ternyata memiliki manfaat. Di samping mungkin Anda telah bersifat jahat, berikut deretan manfaat berbicara sarkasme menurut sains. Melansir Mental Floss, berikut ulasannya!

1 dari 5 halaman

Sarkasme dan Humor Meningkatkan Kepercayaan Diri

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology, para ilmuwan meneliti orang dewasa soal tanggapan jujur mereka tentang beberapa subyek.

Nah, mereka yang berani berkomentar jujur, adalah orang yang dianggap memiliki kadar lebih banyak kepercayaan diri.

Hal ini dikarenakan membuat lelucon soal subjek tersebut dapat memberi ilusi seakan Anda tampak lebih percaya diri dan lebih kompeten. Keyakinan dan kepercayaandiri adalah sesuatu yang mempengaruhi status seseorang dalam sebuah kelompok, karena mereka yang mempunyainya nampak mampu memimpin.

Sementara sarkasme dan humor, adalah aspek yang mampi memperkuat sifat ini. Sehingga jika diaplikasikan, ekosistem kantor atau kerja adalah tempat yang paling optimal untuk menaikkan kepercayaan diri seseorang dengan menjadi orang yang sarkas.

2 dari 5 halaman

Sarkasme Dapat Meningkatkan Kreativitas

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Organizational Behavior and Human Decision Processes, para peneliti mengajukan kasus sarkasme yang memfasilitasi pemikiran kreatif.

Dalam sebuah percobaab, peserta memberi atau menerima tanggapan positif, netral, atau sarkastik. Nah, terlihat bahwa mereka yang berada di kelompok sarkastik ternyata tampil lebih baik dalam berbagai tugas bersifat kreatif, seperti pemecahan masalah.

Hal ini disebut oleh para ilmuwan karena konstruk sarkasme dan interpretasinya kondusif untuk membuat seseorang berpikir abstrak. Sementara berpikir abstrak sendiri adalah landasan kognitif untuk berpikir kreatif.

3 dari 5 halaman

Sarkasme Membuat Kritik Terasa Tak Pedas

Kerapkali kita menahan kritikan karena kita takut jadi pihak yang jahat. Namun hal ini bisa diluruskan dengan adanya sarkasme.

Berdasarkan sebuah makalah yang diterbitkan di Journal of Speech, Language, and Hearing Research, seorang profesor psikologi di University of Manitoba, Melanie Glenwright, meneliti bagaimana orang dewasa dan anak menafsirkan komentar sarkastik.

Reaksi yang umumnya disetujui oleh orang dewasa terhadap konsep kritik, adalah jika kritik tersebut dibungkus dengan komentar lucu yang mengurangi kesempatan pendengar untuk merasa tersinggung.

Sang profesor menyebut bahwa kritikan yang dibungkus dengan sarkasme, yang dilontarkan di situasi profesional atau kasual, akan membuat penerima merasa kritikan tersebut tak terlalu keras.

4 dari 5 halaman

Sarkasme Memudahkan Sosialisasi

Menurut sang profesor pula, sebuah pengamatan lucu tentang seseorang yang disampaikan dengan gaya sarkas dan si penerima menyetujuinya, uda orang tersebut akan memiliki ikatan sosial yang kuat.

Jadi, jika Anda menggunakan sarkasme dengat tepat, bersosialisasi tentu adalah hal yang akan jadi nilai lebih Anda.

Tak cuma itu, Profesor Glenwright juga menyebut bahwa seringkali sarkasme justru menyalurkan humor dan kegembiraan, sehingga suasana hari akan makin baik dan nuansa baik tercipta di ruangan.

5 dari 5 halaman

Sarkasme Membuat Anda Nampak Lebih Pintar

Sarkasme, tak bisa dimungkiri, sangat membutuhkan pemikiran kreatif dari individu. Tak cuma sekadar punya, pemikirannya pun harus cepat dan punya timing dan kemampuan komunikasi yang baik untuk melontarkannya dengan tepat sasaran.

Dengan ini, sudah sangat jelas bahwa orang lain akan menangkap bahwa seseorang yang melontarkan sarkasme dengan baik dan tepat akan dianggap pintar.

Seorang mahasiswa Doktoral sekaligus periset di University of Michigan, Thomas Bitterly, mengatakan bahwa mengatakan sesuatu yang sarkas, lucu, namun tidak terasa menghina adalah hal yang sulit.

Ini membutuhkan kemampuan mengenali situasi dan kecepatan berpikir. Terlebih lagi, mereka juga bisa memprediksi bagaimana audiens akan menanggapi lontarannya. Sehingga semua aspek sangat diperhatikan. Tak heran label cerdas sering tersemat ke orang yang hobi sarkas. (mdk/idc)

Baca juga:
Apakah Kucing Memiliki Ekspresi Wajah?
Mata Sahara, Lingkaran Indah di Tengah Gurun yang Misterius!
NASA Temukan Planet TOI 700 d, Mirip Bumi dan Berpotensi Dihuni
4 Tren Masa Depan yang Warnai Ajang CES 2020
Ini Waktu Paling Tepat Untuk Mikmati Gerhana Bulan Penumbra Malam Ini!
Siap-Siap Saksikan Gerhana Bulan Penumbra, 11 Januari 2020 Besok!
Ilmuwan Berhasil Kembangkan Daging Babi Dari Tumbuhan di CES 2020

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.