6 Misi Besar NASA Untuk Taklukkan Antariksa

TEKNOLOGI | 30 November 2018 00:01 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Baru-baru ini, NASA berhasil meluncurkan proyek menjelajah matahari dengan pesawat canggih bernama Parker Solar Probe. Ini adalah proyek tak masuk akal untuk menguak misteri atmosfer matahari dan apa yang ada di baliknya.

Pasca Parker Probe, beberapa waktu yang lalu NASA juga berhasil mendaratkan robot geolog InSight di Mars. Robot ini bertugas meneliti bagian dalam Mars, meliputi cara Mars terbentuk, menggali hingga ke dalam Mars, hingga mengukur perputaran planet Mars pada porosnya.

Tentu NASA tidak akan berhenti bereksplorasi. Masih banyak rancangan misi yang mungkin akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. Apa saja? Berikut deretan misi besar NASA untuk taklukkan antariksa, dilansir dari Listverse.

1 dari 6 halaman

Europa Clipper

Misi Besar NASA Untuk Taklukkan Antariksa. ©2018 Merdeka.com

Europa Clipper adalah salah satu misi NASA untuk menjelajahi bulan Jupiter yang bernama Europa. Di sana, fokus pencarian adalah ke adanya kehidupan atau tidak. Beberapa hal yang akan dicari di Europa adalah air, senyawa kimia, dan sumber energi lainnya.

Clipper nantinya akan terbang ke Europa tanpa membawa awak, lalu berputar untuk mengoleksi data dari permukaan Europa dengan berputar 40 hingga 50 kali di atas atmosfer bulan Jupiter tersebut.

Misi ini akan dijalankan di tahun 2020.

2 dari 6 halaman

JUICE

Misi Besar NASA Untuk Taklukkan Antariksa. ©2018 Merdeka.com

The Jupiter Icy Moons Explorer atau lebih dikenal dengan JUICE, adalah misi NASA yang menggandeng ESA yang merupakan agen antariksa Eropa. Misi ini akan menjelajahi bulan-bulan Jupiter yakni Europa, Callisto, dan Ganymede.

Tujuan misi JUICE adalah mengetahui misteri di balik bulan-bulan Jupiter. Mulai dari komposisi materialnya, lingkungannya, evolusinya, serta analisis apakah bulan-bulan tersebut bisa dihuni atau tidak.

JUICE akan diluncurkan tahun 2022 dan diperkirakan akan sampai ke Jupiter 7,5 tahun setelah meluncur.

3 dari 6 halaman

Asteroid Redirect Mission

Misi Besar NASA Untuk Taklukkan Antariksa. ©2018 Merdeka.com

Asteroid Redirect Mission atau ARM, adalah misi NASA untuk mempelajari asteroid, terlebih lagi asteroid yang berpotensi menghujam Bumi. Tujuannya sederhana, umat manusia butuh tahu soal asteroid lebih banyak agar kejadian yang memunahkan dinosaurus tidak menimpa manusia.

Misi ini akan berjalan dengan cara meluncurkan pesawat ulang alik ke asteroid besar terdekat, lalu lengat robot akan mencongkel potongan besar dari batu asteroid dan batu tersebut diletakkan di orbit Bulan. Nantinya, astronom akan menelitinya dari sana.

Misi ini akan dijalankan di 2020, bersamaan dengan percobaan untuk membawa instrumen-instrumen riset ke Mars dengan teknologi yang sama.

4 dari 6 halaman

Orion Spacecraft

Misi Besar NASA Untuk Taklukkan Antariksa. ©2018 Merdeka.com

Orion Spacecraft adalah salah satu misi terbesar NASA, karena ini adalah upaya NASA untuk membawa manusia ke luar angkasa dengan jarak yang lebih jauh. Tujuan utama misi ini, adalah Mars.

Pesawat ulang alik Orion ini didesain untuk tahan terhadap temperatur ekstrem, kecepatan tinggi, radiasi berbahaya, serta kondisi lingkungan ekstrem lainnya. Pesawat ini nantinya akan dilontarkan oleh roket raksasa bernama Space Launch System atau SLS, yang tenaganya saja tak akan habis meski roket sudah mencapai bulan.

Misi Orion diluncurkan pada pertengahan tahun 2030.

5 dari 6 halaman

Euclid

Misi Besar NASA Untuk Taklukkan Antariksa. ©2018 Merdeka.com

Euclid adalah misi dari ESA yang menggandeng NASA. Misi ini bertujuan mengambil dari dari dark energy dan dark matter. Dark energy sendiri merupakan sebuah energi yang masih belum diketahui, menentang gravitasi, dan membuat alam semesta berekspansi jadi makin lebar. Alam semesta ini terdiri dari 68 persen Dark energy dan ilmuwan masih belum tahu banyak akan hal ini.

Sebaliknya, Dark Matter sama sekali tidak ada hubungannya dengan Dark Energy, namun ilmuwan juga masih belum tahu banyak soal hal ini.

Euclid sendiri merupakan teleskop yang akan dilontarkan ke antariksa pada 2020 mendatang, dan akan mengumpulkan informasi kosmologis sebanyak-banyaknya dari setidaknya dua milyar galaksi.

Misi Euclid serupa dengan The Wide Field Infrared Survey Telescope atau WFIRST, yang selain mempelajari Dark Matter dan Energy, juga akan mempelajari planet kerdil dan exoplanet.

6 dari 6 halaman

MAIA

Misi Besar NASA Untuk Taklukkan Antariksa. ©2018 Merdeka.com

NASA memiliki misi yakni Multi-Angle Imager for Aerosols atau MAIA, yang bertugas melacak badai di Bumi, serta mempelajari soal polusi udara dari antariksa. Ini adalah salah satu misi NASA yang tidak terlalu berhubungan dengan penelitian luar angkasa, alih-alih justru untuk lingkungan.

MAIA nantinya akan mengorbit mengitari Bumi, lalu akan mengobservasi udara dari berbagai lokasi di Bumi dan membandingkan karakteristiknya. Nantinya, informasi tersebut akan dikirim ke Bumi dan dianalisis soal kesehatan masyarakat yang mendiami lokasi tersebut. (mdk/idc)

Baca juga:
Mendaratnya Robot Geolog NASA di Mars
7 Fakta Parker Probe, 'Proyek Tak Masuk Akal' NASA untuk Gapai Matahari
Pesawat Matahari NASA jadi benda tercepat yang dibuat manusia
Perayaan unik Helloween ala astronaut di luar angkasa
7 Benda aneh di luar angkasa terungkap lewat sains
Meteor dari Bulan ini dilelang miliaran rupiah