7 Fakta Soal Proyek Manhattan, Proyek Mengerikan Bom Atom Hiroshima

TEKNOLOGI | 12 Juni 2019 00:01 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Proyek Manhattan adalah proyek yang dikenal menyebabkan adanya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang kerap kita kenal di bangku sekolah menyebabkan Jepang menyerah dan mengakhiri Perang Dunia II.

Namun, hal ini juga merupakan menoreh sejarah kelam di dunia teknologi mengingat ini adalah bom atom pertama di dunia.

Proyek ini terkenal sangat berbahaya, hingga menyebabkan kematian dari beberapa ilmuwan yang terlibat di dalamnya untuk mengembangkan senjata pemusnah masal.

Nah, mari kita bahas salah satu pencapaian besar teknologi senjata ini dalam fakta soal proyek Manhattan, yang dilansir dari Listverse berikut ini.

1 dari 7 halaman

Terlibatnya Albert Einstein

Sejarah menyebut bahwa Proyek Manhattan dimulai dari adanya surat yang disebut sebagai surat Einstein-Szilard.

Surat yang ditandatangani sendiri oleh Einstein di tahun 1939 ini ditujukan pada presiden AS saat itu yakni Franklin D. Roosevelt. Szilard sendiri adalah penulis surat tersebut, setelah berdiskusi dengan deretan ilmuwan lainnya termasuk Einstein, Eugene Wigner, dan Edward Teller.

Surat tersebut berisi perhatian soal kekuatan baru yang muncul kala penelitian nuklir yang waktu itu baru saja dihelat. "Kekuatan baru" tersebut diyakini dapat menyebabkan kehancuran luar biasa yang tak pernah dilihat manusia sebelumnya. Perhatian ini ditujukan ke presiden agar teknologi semacam ini tak jatuh ke tangan Nazi Jerman, mengingat mereka sudah menimbun uranium dan melakukan penelitian.

Presiden FDR akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan, dan proyek ini akhirnya lahir.

2 dari 7 halaman

Menelan Biaya Rp28T

Proyek Manhattan adalah proyek yang rumit. Tak cuma meneliti bahan paling berbahaya di dunia, namun lokasinya juga tersebar di AS dan Kanada. Situs utamanya terdapat di Los Alamos di negara bagian New Mexico, dan Oak Ridge di Tennessee.

Oak Ridge berfungsi sebagai pabrik utama uranium yang merupakan bahan utama bom atom. Sementara Los Alamos adalah laboratorium yang letaknya jauh dari peradaban dan bertugas merancang dan membangun bom atom.

Karena rumitnya proyek ini, biaya yang ditelan pun juga banyak. Tercatat, biaya proyek adalah USD 1,9 milyar, atau setara Rp28 Triliun Rupiah. Jika dikonversikan ke uang saat ini, angka ini lebih dari 10 kali lipat.

3 dari 7 halaman

Proyek ini Dianggap Sukses

Banyak yang melihat proyek Manhattan sebagai proyek gagal. Pasalnya, biaya proyek yang jauh lebih dari anggaran awal, kematian ilmuwan saat bekerja, serta dampak besar dari adanya bom atom. Namun pemerintah AS sendiri menganggapnya sukses.

Hal ini dikarenakan tujuan adanya proyek ini adalah mempersenjatai AS melawan Nazi Jerman dan ancaman Jepang di Perang Dunia II. Tentu jika dalam perspektif tersebut, proyek ini berhasil.

Namun di sisi lain, proyek ini hanya menghasilkan dua bom atom yang diledakkan dengan perkiraan kematian berkisar 150.000 hingga 200.000 orang. Serta tentu, proyek ini membuka pintu bagi Rusia dan AS untuk mengembangkan senjata nuklirnya dan akhirnya jadi negara adikuasa.

Di sisi lain, pemboman Hiroshima dan Nagasaki menyelamatkan jutaan nyawa di AS dalam kondisi perang karena Jepang menyerah tanpa syarat.

Secara keseluruhan, tetap banyak yang berpendapat bahwa proyek Manhattan adalah salah satu proyek yang cacat moral dan problematis.

4 dari 7 halaman

Kematian Akibat "Inti Setan"

Menurut laporan, terdapat 24 kematian selama proyek Manhattan berlangsung. Sebagian besar dari kematian ini adalah kecelakaan konstruksi. Namun karena ini adalah penelitian bom nuklir, beberapa kematian ilmuwan terkait nuklir adalah hal yang cukup mengerikan.

Dua kasus kematian ilmuwan di Proyek Manhattan yang paling mengerikan adalah Harry Daghlian dan Louis Slotin. Daghlian tak sengaja menjatuhkan bata tungsten carbide ke rakitan inti plutonium, dan akhirnya melepas batu bata tersebut. Akhirnya ia terpapar dosis mematikan, menderita selama satu bulan di RS, lalu kemudian meninggal.

Sementara Slotin, mengalami kecelakaan setelah obeng yang ia gunakan memodifikasi bagian atas reflektor berilium neutron yang berada di atas inti uranium mengalami tergelincir. Setengah inti atom jauh dan ia terpapar radiasi yang membuatnya meninggal dalam 9 hari.

Akhirnya, pasca dua kematian ini, inti plutonium ini disebut sebagai "inti setan."

5 dari 7 halaman

Awalnya Bukan Mengembangkan Bom Atom Namun Meriam Nuklir

Di awal pengembangan Manhattan Project, penelitian dikerahkan para ilmuwan untuk mendesain sebuah meriam pelontar bom berbasis plutonium. Subjek ini diberi nama "Thin Man", bersamaan dengan pengembangan bom atom yang diberi nama "Fat Man," sebuah bom yang akhirnya dijatuhkan di Nagasaki.

Meriam ini sendiri memiliki cara kerja yang cukup rumit, yakni dengan membenturkan dua massa plutonium dengan kecepatan tinggi di dalam bom. Akhirnya, Thin Man ditinggalkan karena terlalu sulit dikembangkan ketika penelitian.

Namun, uang terlanjur terkucur banyak untuk Thin Man. Mulai dari percobaan pembawaan casing yang ternyata mengungkap bahwa desainnya tak terlalu efektif untuk dibawa oleh pesawat, serta kecenderungan bom untuk meledak sebelum waktunya akibat benturan plutonium.

Meski demikian, bom yang dijatuhkan di Hiroshima, adalah tipe meriam yang menggunakan uranium alih-alih plutonium.

6 dari 7 halaman

Percobaan Pertama Peledakan Bom Atom Sepanjang Sejarah

Karena Proyek Manhattan adalah proyek yang pertama dalam sejarah, selain pemboman atom pertama, tentu mereka juga tercatat sebagai pihak pertama yang meledakkan bom atom sepanjang sejarah. Hal ini dilakukan pada 16 Juli 1945 dengan diberi nama Trinity Test atau uji coba trinitas.

Era bom atom dimulai ketika sebuah bom atom berhasil diledakkan dengan bantuan sebuah "gadget" pelatuk yang canggih pada masanya.

Uji coba ini tentu ditutup-tutupi oleh Pemerintah pada masa itu. Bahkan seorang penulis dari The New York Times diangkat untuk membuat rilis pers yang berisi kejadian yang lebih banyak ditutupi ketimbang kenyataan.

7 dari 7 halaman

Proyek ini Banyak Dibahas di Budaya Pop

Setelah ditutup lebih dari 70 tahun, proyek ini sama sekali tak dilupakan. Sebagai pionir kerusakan nuklir, justru Proyek Manhattan sering disebut di televisi, film, fiksi, dokumenter, musik, bahkan video game serta berbagai bentuk seni berbasis budaya pop lainnya.

Sebuah film televisi berjudul Day One yang lahir di 1989 memenangkan penghargaan Emmy berkat penggambaran sejarah soal Proyek Manhattan.

Selain itu, yang paling terkenal adalah karakter Tony Stark di Iron Man yang di awal Marvel Cinematic Universe, tepatnya di Iron Man pertama, adalah pabrikan senjata yang mewarisi keahlian sang ayah, Howard Stark, yang merupakan salah satu ilmuwan integral di Proyek Manhattan.

Bahkan terdapat sebuah seri televisi berjudul Manhattan yang membahas lebih detil soal Proyek Manhattan namun berhenti setelah dua musim meski penuh pujian. (mdk/idc)

Baca juga:
Mobil Listrik, Solusi Ramah Lingkungan yang Tak Ramah Pejalan Kaki
6 Bencana Serupa Kiamat yang Pernah Terjadi di Bumi
Mahasiswa UMM Gunakan Kulit Semangka Sebagai Gel Anti Aging
7 Ilmuwan Islam yang Berjasa Dalam Ilmu Pengetahuan
Ilmuwan Sebut Nenek Moyang T-Rex Ternyata Mungil, Tak Sampai 1 meter!
7 Kesalahan Penelitian Yang Berguna dan Akhirnya Tetap Dipakai