7 Ilmuwan Islam yang Berjasa Dalam Ilmu Pengetahuan

TEKNOLOGI | 4 Juni 2019 00:01 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Islam adalah agama yang cukup berpengaruh dalam dunia ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan ada beberapa nama penting dalam ilmu pengetahuan kuno maupun modern yang

Seperti apa yang terjadi di Abad Pertengahan Eropa yang merupakan 'era gelap', kemajuan ilmiah ditorehkan oleh dunia Islam. Di era tersebut lahir orang-orang Muslim jenisus di jazirah Arab seperti Baghdad, Kairo, Damaskus, Cordoba dan lainnya.

Berbagai disiplin ilmu baru muncul, mulai dari aljabar, trigonometri serta kimia. Belum lagi dunia kedokteran, astronomi, teknik serta pertanian. Teks bahasa Arab lebih digunakan ketimbang Yunani, dan revolusi ilmiah terhadap Renaisans terjadi.

Berikut beberapa penemuan penting yang ditorehkan ilmuwan Islam.

1 dari 7 halaman

Al-Jazari

Di tahun 1100 an, sebuah jam yang sangat tidak biasa dan unik, dibuat oleh Al-Jazari, seorang insinyur dan matematikawan asal Turki.

Ini adalah sebuah jam besar yang tampilan luarnya berbentuk gajah yang menopang berbagai ornamen yang disebut-sebut sebagai perpaduan berbagai budaya. Penemuan jam gajah ini digadang-gadang sebagai karya robotik pertama di dunia.

2 dari 7 halaman

Ibnu al-Haytham

Seorang ilmuwan Arab Muslim bernama Ibnu al-Haytham adalah seorang yang punya kontribusi besar di dunia optik, astronomi, serta matematika. Ia bahkan disebut sebagai bapak optik. Tak hanya itu, di dunia barat dia juga dikenal luas hingga memiliki nama barat bernama Alhazen.

Kontribusi besarnya adalah eksperimen serta studinya soal cahaya. Ia berteori soal cahaya bergerak dalam garis lurus dan dibedakan oleh objek yang ter-refleksikan oleh sinar tersebut.

Ialah yang memperbaiki konsep 'camera obscura' atau lubang jarum yang awalnya ditemukan Tiongkok, di mana cahaya bergerak pada garis lurus dan membentuk gambar yang terbalik pada retina.

3 dari 7 halaman

Al-Idrisi

Al-Idrisi adalah seorang geografer dan kartografer yang lahir di Ceuta, Afrika Utara. Selama hidup ia tinggal di Palermo, Sisilia, Italia, dan menorehkan prestasi di sana.

Di sekitar abad ke 12, ia memproduksi sebuah peta dunia dengan deskripsi yang paling lengkap dan rumit. Peta tersebut dianggap sebagai yang paling hebat di abad pertengahan.

Jadilah peta Al-Idrisi adalah yang peta yang digunakan secara luas oleh para pelancong selama beberapa abad ke depan. Bagaimana tidak, deskripsi rinci tentang Afrika dan Timur jauh pun lengkap di sana. Terlebih lagi penjelasan lengkap tentang wilayah utara Kristen dan wilayah Islam juga dijelaskan dengan baik.

4 dari 7 halaman

Banu Musa Bersaudara

Sebuah buku berjudul "Book of Ingenious Device" atau Buku Perangkat Terampil, adalah sebuah buku yang lahir di tahun 850, ditulis oleh 3 bersaudara dari Iran bernama Banu Musa bersaudara.

Banu Musa yang terdiri dari Ahmad, Muhammad, dan Hasan bin Musa ibnu Shakir ini menulis buku tentang banyak sekali ilustrasi tentang perangkat mekanik, termasuk yang paling populer adalah automata atau berbagai mesin otomatis.

Berbagai hal seperti perangkat otomatis sistem fail-safe, engkol otomatis, katup otomatis, siphon dobel konsentris, serta saluran dengan ujung bengkok yang mampu menuang cairan berbeda. Selain itu, masih ada fountain otomatis, organ bertenaga air, serta dispenser air.

5 dari 7 halaman

Al-Zahrawi

Al-Zahrawi adalah seorang fisikawan dan ahli bedah dari Andalusia. Ia merupakan ahli bedah terbaik di abad pertengahan, dan disebut sebagai bapak ahli bedah. Ia menulis Kitab al-Tasrif yang membahas tentang praktik medis.

Ia pun berkontribusi besar dalam dunia bedah di aspek prosedur dan instrumen. Prestasinya pun diadaptasi oleh budaya barat maupun timur dalam periode modern. Berbagai penemuannya bahkan masih digunakan hingga sekarang.

Berbagai penemuan tersebut antara lain jarum suntik, forcep atau alat berbentuk tang yang digunakan untuk operasi, kait dan jarum bedah, serta pisau bedah tulang belakang dan pisau bedah lithotomy.

6 dari 7 halaman

Abbas ibnu Firnas

Abbas ibnu Firnas adalah seorang ilmuwan asal Andalusia. Di samping berbagai penemuannya seperti jam air dan juga batu baca yang merupakan lensa yang diletakkan di atas buku agar kita bisa membaca dengan jelas, ibnu Firnas jauh lebih dikenal dunia karena mencoba untuk terbang.

Tujuh abad setelah kematian Firnas, sejarawan Maroko bernama Al-Maqqari menulis sebuah deskripsi tentang Firnas. Di situ tertulis bahwa Firnas mencoba terbang dengan menutupi dirinya dengan bulu dan menempelkan sayap di tubuhnya. Lalu, dia menjatuhkan diri dari ketinggian.

Dengan hanya menggunakan glider dengan mekanisme yang misterius, dia berhasil terbang dengan jarak yang masuk akal dan dia mendarat dengan selamat. Masalahnya hanya punggungnya sangat sakit, yang akhirnya diketahui karena ia lupa memberi mekanisme layaknya ekor di burung pada tubuhnya.

Nama ibnu Farnas diabadikan oleh NASA sebagai salah satu nama kawah di Bulan, serta jadi nama bandara di Baghdad.

7 dari 7 halaman

Ibnu Sina

Ibnu Sina atau dikenal di dunia barat dengan nama Avicenna, mungkin adalah nama ilmuwan terbesar dalam dunia Islam. Dia adalah seorang polimatik di mana ia menguasai ilmu fisika, astronomi, filsafat, dan beberapa lainnya.

Ia sendiri paling terkenal dalam dunia medis, dan dinobatkan sebagai bapak medis modern.

Deretan karya yang ia bukukan adalah The Book of Healing, yang merupakan ensiklopedi filosofis dan ilmiah, serta The Canon of Medicine yang merupakan ensiklopedi medis.

Buku The Canon of Medicine sendiri merupakan buku wajib di kampus-kampus era medieval dan digunakan hingga abad ke 17. Bahkan beberapa universitas papan atas masih menggunakannya hingga sekarang.

Dalam bidang filsafat, ia juga menulis soal filosofi Islam dengan subjek ilmu pengetahuan seperti logika, filosofi moral, dan juga metafisika.

(mdk/idc)