Akankah program 100 technopark Kemenristek Dikti jalan 100 persen?

TEKNOLOGI | 7 September 2015 09:03 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bersama beberapa Kementerian terkait tengah mewujudkan program 100 techno park hingga tahun 2019 di beberapa kawasan di Indonesia untuk mendorong titik temu antara industriawan dengan peneliti.

Kepala badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto, merasa optimis jika program pemerintah ini akan sangat bermanfaat sebagai titik temu antara industriawan dengan peneliti. Namun, dirinya agak pesimis jika program 100 techno park akan berjalan sesuai dengan rencana.

"Saya gak menjamin bahwa semuanya jalan. Karena pada dasarnya Techno park itu tergantung dari pemerintah daerahnya. Jadi BPPT hanya membantu mendampingi perencanaan dari sisi teknologinya. Techno park itu sebagian besar adalah pekerjaan pemerintah daerah," ujarnya kepada Merdeka.com di kantornya, Jakarta, belum lama ini.

Kendati begitu, hingga hampir setahun ini, ia tidak melihat gejala bahwa program ini akan mangkrak. Meski, kata dia, potensi untuk mangkrak akan tetap ada.

"Ini proyek bukan hanya BPPT saja ya, BPPT mengerjakan 9 dari 100 techno park. Sampai saat ini saya tidak melihat potensi itu terjadi. Kan baru setahun nih. Tapi saya melihat banyak hal menuju ke arah baik. Saya juga tidak bilang ke depan tidak ada yang mangkrak. Saya gak bisa bilang begitu. Saya yakin ada tapi bukan hanya BPPT saja ya. Banyak kementerian yang terlibat," ujarnya.

Hingga saat ini sudah ada 65 techno park sedang dalam proses pembangunan. Kira kira di 2017 baru bisa dipergunakan. Pembangunan Techno Park ini akan disesuaikan dengan potensi sektor yang berkembang di kabupaten dan kota terkait.

Contohnya adalah perkotaan fokus ke sektor industri, pedesaan fokus ke pertanian dan daerah pesisir fokus ke perikanan dan kelautan. Dengan begitu, hal ini juga menjadi strategi pemerintah agar sektor industri manufaktur dapat berkembang dan mengintensifkan produksi barang bernilai tambah. (mdk/bbo)


Kenapa teknologi Indonesia masih minim digunakan masyarakatnya?
Laptop Lenovo 14 inci ini hanya memiliki berat 2 kilogram saja
Tablet 12 inci menggunakan prosesor Intel Core generasi tercanggih
4 juta barang terjual per bulan, Bukalapak tambah fitur pembayaran
Kompetisi Robotik Nasional di SMAN 28 Jakarta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.