Akibat Facebook, sekolah harus bayar Rp 800 juta ke siswanya

TEKNOLOGI | 29 Maret 2014 18:13 Reporter : Alvin Nouval

Merdeka.com - Sebuah sekolah di Minnesota, Amerika Serikat, terpaksa membayar USD 70 ribu atau sekitar Rp 800 juta pada siswanya sendiri. Pasalnya, sekolah tersebut memaksa sang siswa untuk menyerahkan password Facebooknya.

Seperti dilansir NY Daily News (27/3), cerita ini awalnya bermula saat Minnewaska Area Schools meminta Riley Stratton, siswanya sendiri yang berusia 15 tahun, untuk menghapus salah satu postnya yang dianggap menghina pihak sekolah.

Akhirnya, dirinya dipaksa oleh beberapa staf sekolah dan polisi setempat untuk membuka Facebooknya. Dibawah tekanan, dirinya pun dipaksa menyerahkan password Facebook miliknya.

"Mereka tidak pernah bilang pada saya kalau ingin membawa Riley ke dalam sebuah ruangan dan memaksanya menyerahkan password Facebook. Saya berharap sekolah mampu meninggalkan cara seperti ini dan membiarkan orang tua yang menghukum anak mereka sendiri atas apa yang terjadi," kata Sandra Stratton, ibu Rilley.

Rilley sendiri kemudian meminta bantuan kuasa hukum Wally Hilke yang bersedia menangani kasusnya secara pro bono. Hingga akhirnya putusan sidang dikeluarkan, pihak sekolah kemudian diketahui bersalah dan harus bayar ganti rugi pada siswanya sendiri. (mdk/nvl)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.