Alasan Pemerintah Batasi Pesan Video dan Gambar di WhatsApp

TEKNOLOGI | 22 Mei 2019 14:37 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menjelaskan kembali tentang pembatasan akses media sosial dan aplikasi pesan instan. Menurutnya, pembatasan ini hanya bersifat sementara dan bertahap.

"Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap. Pembatasan ini terhadap fitur-fitur media sosial dan messaging system," terangnya saat acara konferensi pers di Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (22/5).

Lebih lanjut, kata pria yang karib disapa Chief RA ini, pembatasan akses medsos ini disebabkan postingan pengguna media sosial dalam bentuk gambar, video hingga meme yang kemudian justru viral di aplikasi perpesanan.

"Kita tahu modusnya posting dalam bentuk gambar, video, meme. Kemudian ada pihak-pihak yang melakukan screen capture tapi viralnya di WhatsApp dan berujung negatif. Maka, kita membatasi gambar dan video. Tetapi teks tetap bisa," jelas Rudi.

Menurut Rudi, konten berbentuk gambar dan video secara psikologis mampu memberikan pandangan secara berbeda. Sehingga, untuk meminimalisirnya, pemerintah membatasi akses video dan gambar.

"Kami mohon maaf untuk hal ini. Justru untuk saat ini, kita harus apresiasi media mainstream dan kembali ke media mainstream untuk mencari informasi," katanya.

(mdk/faz)