Amazon Disebut Akan Suntik Dana ke Gojek

TEKNOLOGI | 29 Agustus 2019 17:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Perusahaan yang dibesut orang terkaya saat ini Jeff Bezos, yakni Amazon, dikabarkan akan memberi pendanaan berupa investasi ke startup transportasi online Gojek.

Sumber yang tidak disebutkan namanya menuturkan, ini dapat menjadi salah satu upaya yang tepat guna meningkatkan eksistensi Amazon di kawasan Asia Tenggara.

Masih menurut sumber tersebut, sebagaimana dikutip dari Bloomberg via Tekno Liputan6.com, perusahaan yang akan terlibat di putaran pendanaan ini bukan hanya Amazon. Pasalnya, ada sejumlah perusahaan lain yang juga akan menyuntikkan dana ke Gojek.

Terkait hal ini, perwakilan Gojek tidak berkomentar apa pun. Sementara Amazon belum dapat segera dihubungi.

Upaya ini diprediksi dapat menjadi fondasi kuat Amazon di pasar Indonesia yang potensial. Sebelumnya Amazon telah berekspansi ke Singapura pada 2017 dengan Amazon Prime Now.

1 dari 1 halaman

Visa Suntik Dana ke Gojek

Sebelumnya, adalah perusahaan perbankan Visa yang telah menyuntikkan dana ke Gojek. Meski tidak disebutkan nilainya, investasi itu merupakan bagian dari putaran pendanaan seri F bagi Gojek.

Kedua perusahaan akan bekerja sama untuk menyediakan lebih banyak opsi untuk pembayaran nontunai bagi pengguna di Indonesia dan Asia Tenggara.

"Kami merasa rendah hati atas dukungan para investor selama putaran penggalangan dana saat ini sebab mereka benar-benar menunjukkan kepercayaan pada visi jangka panjang kami untuk memperkuat fase selanjutnya dari pertumbuhan yang didorong teknologi di Asia Tenggara," kata presiden Gojek, Andre Soelistyo, dikutip dari blog resmi Gojek Engineering.

Fintech Report 2018 yang dirilis Daily Social menyebut Gopay sebagai layanan fintech terpopuler di masyarakat. Hal itu wajar mengingat Gopay merupakan salah satu opsi pembayaran semua layanan Gojek yang sudah memiliki jutaan pengguna aktif.

Kemitraan Gojek dan Visa ini disebut akan memungkinkan solusi pembayaran inovatif yang menyasar konsumen digital-first, atau konsumen yang selalu mengutamakan layanan digital ketimbang tradisional.

Tak cuma di segmen tersebut, keduanya juga akan menyasar populasi Asia Tenggara yang belum memiliki rekening bank.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Mochamad Wahyu Hidayat (mdk/idc)

Baca juga:
Deretan E-commerce dengan Transaksi Tertinggi di Indonesia
KPPU: Kasus Monopoli OVO dan Mall Lippo Group Masuk Tahap Penyelidikan
Setelah Go-Jek, Astra Buka Peluang Beri Suntikan Modal ke Digital Startup Lain
Ngampooz, Aplikasi Tawarkan Solusi Beragam Masalah Warga Kampus
Sukses di Myanmar, Kiwi Aliwarga akan Bangun Indonesia lewat Inovasi Teknologi
Telkom Rilis Program Indigo Game Startup Incubation